Home » Posts tagged 'tv one'

Tag Archives: tv one

Anak-Anak dan Keluarga Penghafal Al-Qur’an

Bismillah …

Ada yang menarik dalam acara Meja Bundar TV One, 1 Agustus 2014 pukul 19.00 yang mengangkat tema “Penghafal Quran, Cahaya Kemuliaan” dengan menghadirkan para hafidz cilik dan sekeluarga hafidz.

Di sesi pertama, menghadirkan para hafidz cilik dimana mereka satu persatu membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan hafalannya, dan kemudian menyampaikan tips-tips kebiasaannya ketika berdialog dengan host acara, Dwi Anggia. Berikut ini beberapa tips dari mereka:
(more…)

Pembohongan Publik dalam Alasan Penjualan Indosat

–| Bincang TV-One bersama Kwik Kian Gie dan Marwan Batubara tentang Penjualan Indosat |–

.

Bismillah …

Seperti kita ketahui, pada tahun 2002 aset penting negara, PT Indosat dijual oleh Presiden Megawati dengan harga USD 627 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs pada saat itu USD 1 = Rp 8.940).

Dalam debat calon presiden (capres) ketiga pada tanggal 22 Juni 2014, capres Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa penjualan Indosat pada periode presiden Megawati itu dilakukan untuk kepentingan ekonomi Indonesia yang saat itu kondisinya masih belum membaik akibat dampak krisis 1998. Jawaban Jokowi tersebut atas pertanyaan yang dilontarkan capres Prabowo Subianto dalam debat bertema “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional”. Awalnya, Prabowo merasa ‘terusik’ dengan pernyataan Jokowi yang terus bicara masalah drone sebagai salah satu alat pertahanan, padahal di sisi lain drone tersebut harus dikendalikan oleh satelit, faktanya penjualan satelit (Indosat) sebagai salah satu alat pertahanan di angkasa justru dilakukan di era Megawati yang notabene adalah ketua umum partai pengusung Jokowi.

Pada tanggal 30 Maret 2014, Megawati pernah menjelaskan melalui akun twitter @MegawatiSSP tentang keputusannya penjualan aset Indosat, sebagai berikut:

“Indosat diswastakan untuk menutupi kekurangan APBN, agar investor terpancing kembali ke Indonesia. Krisis sudah terlalu lama, sejak ’98 membebani ekonomi setiap keluarga. Tekad kabinet agar hutang LN tidak bertambah lagi. …
Keputusan yang sulit disaat yang sulit, tapi pemimpin harus berani ambil keputusan. Meski menuai kecaman dan hujatan dari dalam negeri. Ibarat seorang ibu yang merelakan perhiasan kesayangannya demi membeli beras untuk keluarga karena suami sudah lama menganggur. Ibarat seorang ibu, jual perhiasannya demi bayar uang sekolah atau menebus ijazah anaknya. …
Para ahli ekonomi tidak punya solusi yang lebih baik atau hanya bisa teriak dijalanan tanpa solusi. Semua hanya bisa bicara pesimis. Indosat, dll.. saat itu adalah solusi yang bagi negara yang sedang sakit parah. Karena saya yakin dalam 10 tahun harusnya kita dapat membeli kembali.”

(more…)

Film “Di Balik Frekuensi”: Manipulasi Media di Indonesia

"di balik frekuensi"

Setelah membahas “Indonesia Menuju Budaya Berbohong”, kali ini blog FightForFreedom masih membahas seputar media televisi, dengan me-review sebuah film dokumenter tentang media televisi di Indonesia yang telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi pemilik media. Sehingga media televisi di Indonesia saat ini sudah menjadi “Tell Lie Vision”.

Tanah, air dan udara, –merupakan sumber daya yang terbatas dan memiliki nilai yang sangat berharga– harus dikuasai negara dan sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat. Namun sayangnya di Indonesia, frekuensi publik sebagai kekayaan udara dieksploitasi sedemikian rupa oleh para pemilik media (khususnya televisi), dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka sendiri tanpa memikirkan kepentingan publik. Benar-benar negara ini sudah terbeli! (more…)