Home » Posts tagged 'surabaya'

Tag Archives: surabaya

#SaveRisma Dari Rongrongan Syahwat Kekuasaan

#SaveRisma

Bismillah …

Bumi Surabaya memanas. Pasangan Risma – Bambang Dwi Hartono diusung PDIP dan menang pilkada. Tapi kemudian wakilnya mengundurkan diri karena ikut pemilihan gubernur Jawa Timur (belakangan malah tersandung kasus korupsi). Namun anehnya, sang walikota yang terbukti bersih dan punya integritas tinggi justru mau diturunkan oleh fraksi partai pendukungnya sendiri. Parahnya lagi, saat ini telah dipasangkan dengan wakil walikota baru yang sebelumnya telah ikut andil memakzulkan (melengserkan) sang ibu walikota. Semua itu karena kader-kader partai pendukung syahwat kekuasaan.

.
Sekilas tentang ibu Risma, Sang Walikota Surabaya

Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau biasa dipanggil ibu Risma adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010 untuk periode 2010 – 2015. Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya. Dan tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi walikota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa. Beliau adalah seorang PNS tulen, sehingga tidak masuk dalam kepengurusan partai politik. Jadi, beliau bukan politisi dari partai manapun, bukan kader PDIP walau saat maju sebagai Walikota Surabaya tersebut diusung oleh PDIP.

Beliau mempunyai prestasi dan kinerja yang sangat baik, dicintai rakyatnya dan dinilai berhasil tanpa harus memalsukan kinerja dan citra diri. Beliau tulus, jujur, berintegritas, cerdas, rajin, loyal, bersahaja yang semuanya itu alami, bukan karena rekayasa sebuah tim besar berskala internasional dengan biaya triliunan.
(more…)

Bung Tomo – The Real Motivator (ternyata belum diakui sebagai Pahlawan Nasional)


Di dalam sebuah stasiun radio di kota Surabaya, Bung Tomo (anak muda bertubuh ramping mungil) menulis sebuah memoar:

“Pidatoku mulai kubaca. Aku lupa bahwa aku sedang berada sendirian di dalam studio. Seolah-olah di mukaku ada beribu-ribu, bahkan puluhan ribu orang yang mendengarkan pidatoku. Seakan-akan pendengarku itu seorang demi seorang kudekati dan kupegang bahunya, kuajak waspada, bersiap, menghadapi bahaya yang mendatang…. Tak dapat kulukiskan betapa gembiraku, ketika selesai aku membaca. Hampir tak kubersihkan peluh yang membasahi mukaku…. Aku mendengar beberapa orang di antara mereka itu berkata: “Tidak berbeda dengan Bung Karno’.”

Saat itu terjadi pada tanggal 14 Oktober 1945, pk 19.30. Itulah saat untuk pertama kali Bung Tomo berbicara di corong Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia (RPRI). Dan itulah kali pertama Radio tersebut mengudara. (more…)