Home » Posts tagged 'sex in islam'

Tag Archives: sex in islam

[Dialog] Tuduhan di Seputar Poligami Rasulullah [#2]

poligami rasulullah

Bismillah …

Jurnal ini adalah lanjutan dari dialog sebelumnya di sini.

–: MENJAWAB TUDUHAN KE-4 : RASULULLAH SEORANG SEKS MANIAK

“Nadia, kamu tahu gak kalo Nabi Muhammad pernah melakukan praktek seks orgy, bayangin aja dalam satu hari satu malam menggilir semua istrinya yang berjumlah sebelas orang. Ditambah lagi ada keterangan kalau sang Nabi mempunyai kekuatan perkasa yang setara dengan 30 laki-laki. Dahsyat banget, khan? Mereka bisa cerita gini karena mengambil sumber dari hadits, bukan mengarang-ngarang cerita. Makanya gak salah kalo aku dan banyak orang menjulukinya sebagai seks maniak,” kata Jenny sambil menunjukkan sebuah komik “Sex in Islam – According to Prophet Muhammad” yang dipublikasikan oleh faithfreedom[dot]org. Jenny berkata dengan kalimat vulgar seperti itu bisa jadi karena terpengaruh bacaan – bacaan orientalis yang islamophobic.

Dalam lembaran komik tersebut divisualisasikan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang telanjang, tersenyum bahagia dikelilingi istri-istrinya yang semuanya juga telanjang, kemudian di bawah gambar tersebut terdapat kutipan sebuah hadits:

Shahih Bukhari 260: Anas bin Malik radiallahu ‘anhu said, “The Prophet used to visit all his wives in a round, during the day and night and they were eleven in number“. I asked Anas, “Had the Prophet the strength for it?” Anas replied, “We used to say that the Prophet was given the strength of thirty (men).”

(more…)

[Dialog] Tuduhan di Seputar Poligami Rasulullah [#1]

poligami rasulullah

Bismillah …

Setelah diskusi yang mematahkan tuduhan bahwa Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang pedofil [Part 1, Part 2], di hari-hari berikutnya di kala senggang, Nadia mendapat pencerahan dari ibunya untuk bahasan tema-tema lainnya, berita miring diseputar kehidupan poligami Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebulan berlalu …

Di suatu hari Minggu siang selepas Dhuhur, Nadia kedatangan Jenny, teman sekampusnya, yang memang sudah direncanakan sebelumnya. Nadia lalu memperkenalkan Jenny kepada ayah dan ibunya, setelah mengobrol sebentar dengan mereka, kemudian Jenny diajak ke gazebo (saung) yang terletak di pojok halaman depan rumahnya. Angin semilir menjadikan suasana siang itu menjadi teduh bagi mereka.

Sambil menyantap makanan siang olahan Nadia, mereka ngobrol hal-hal yang ringan. Sekitar 20 menit kemudian, setelah santap siang usai dan menyingkirkan piring-piring makanan besar, mereka mulai tenggelam dalam diskusi yang serius.
(more…)