Home » Posts tagged 'pianist'

Tag Archives: pianist

Pola Pengasuhan Anak Difabel Yang Berprestasi Mendunia [1]

–: Edisi Parenting:
–: Kisah Sukses Pola Pengasuhan Muhammad Ade Irawan

Mari menyimak kembali bukti keadilan Allah dan dahsyatnya kekuatan fokus dan komitmen. Jurnal ini adalah lanjutan tentang pianis tunanetra, Muhammad Ade Irawan, yang cerita perjalanannya telah saya sharing sebelumnya di sini:

Setelah berkomunikasi via email dengan ibu Endang Irawan, orangtua Ade Irawan, Alhamdulillah saya mendapatkan tambahan penjelasan yang sangat detail tentang perjalanan bagaimana beliau, –yang ditengah-tengah kesibukannya yang padat sebagai pegawai negeri sipil di salah satu kementerian RI yang bertahun-tahun ditugaskan di Amerika Serikat hingga kini–, bersama keluarganya membentuk kepribadian Ade Irawan yang unggul sehingga mampu meraih berbagai prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional.

Saya minta ijin kepada ibu Endang, agar saya bisa men-share informasi yang saya dapat tersebut kepada Anda semua. Alhamdulillah, beliau menyetujuinya dan hal ini sekaligus juga meluruskan informasi kronologi yang kurang benar tentang Ade Irawan di beberapa media, website dan berbagai blog (hanya karena tidak meng-konfirmasi terlebih dahulu kepada beliau). Namun demikian, beliau menyampaikan perasaan senang dan bersyukur kepada Allah bahwa kiprah Ade sebagai pianis tunanetra dapat menjadikan ‘motivasi tersendiri’ bagi kalangan difabel dan masyarakat awas (normal).
(more…)

Muhammad Ade Irawan, Pianis Jazz Tunanetra

Dear Sahabat Bloggers,

Sungguh Allah Maha Adil… dan kehendak-Nya sulit untuk bisa dipahami dengan mudah, karena sampai sekarang saya sendiri masih belum bisa mengerti bagaimana Hee Ah Lee dari Korea Selatan, seorang anak yang hanya memiliki dua jari di tangan kanan dan dua jari di tangan kiri bisa memainkan Fantasie Impromptu-nya Chopin dengan begitu indah.

…atau Emily Bear, diusia 8 tahun telah disebut-sebut sebagai The Next Mozart, karena jeniusnya sebagai komposer cilik hingga mendapatkan penghargaan dari Rockford Area Music Industry Award (RAMI).

… atau Michael, bocah berperilaku autis berusia 6 tahun yang sulit diatur, tapi bisa memainkan sonata Mozart dengan sangat bagus.

… atau, Muhammad Ade “Wonder” Irawan yang buta kedua matanya, tetapi mampu bermain piano “sedahsyat” mereka yang normal penglihatannya. Sungguh, terlalu banyak “keanehan” yang tak masuk akal bagi yang bernyali kecil dan sempit hati. (more…)

Emily Bear (8yo) – The Next Mozart

Emily Bear gadis cilik berbakat berusia 8 tahun, lahir di kota Ilinois Amerika pada tahun 2001. Bukan hanya berbakat, tapi dia seorang jenius musik. Pada waktu usianya masih 1 tahun Emily sudah bisa menyanyikan lagu Lullabies dengan nada yang indah. Pada usianya yang kedua tahun ibunya mulai melihat akan talenta yang dimiliki Emily, dia suka dan bisa bermain piano. Emily kemudian mulai diberikan les piano oleh Emilio del Rosario, dia adalah seorang pianis dan guru les yang terkenal di Music Institute of Chicago. Dalam kurun waktu 4 tahun Emily mengikuti pelajaran musik klasik di kampus Winnetka. Selain talenta Emily yang luar biasa dalam memainkan piano, pada usianya yang ke-3 tahun Emily sudah bisa mengaransement lagunya sendiri. Bahkan sampai saat ini Emily sudah membuat kurang lebih 120 karya hasil aransementnya sendiri. Untuk karyanya Northern Lights, Emily mendapat penghargaan ASCAP sebuah penghargaan yang diberikan kepada komponis-komponis muda yang berusia di bawah 18 tahun. Emily juga mendapatkan penghargaan dari Rockford Area Music Industry Award (RAMI). (more…)

[Amazing!] Pianist Tunanetra Balita Menggegerkan Dunia

Ratusan penonton berlinang air mata saat seorang bocah perempuan tampil memainkan piano. Saat itu jemari mungilnya memainkan Fur Elise, komposisi karya Beethoven. Yang membuat penonton terharu bukan karena lirik lagu itu, melainkan karena penampilan pianisnya, Yoo Ye-eun. Warga Korea Selatan yang baru berumur lima tahun itu ternyata buta sejak lahir.

Yoo memang bocah ajaib. Dalam usia balita dia telah menggegerkan dunia musik. Yoo bisa memainkan karya-karya komponis besar seperti Mozart, Chopin, dan Beethoven, ditambah lagu-lagu pop masa kini. Yang lebih mengagumkan, Yoo tak perlu lama mempelajari lagu-lagu klasik yang terbilang sulit. Sekali dengar, dia bisa membawakan lagu itu dengan sempurna. (more…)