Home » Posts tagged 'oligopoli'

Tag Archives: oligopoli

Apakah akan menjadi “Di Balik Frekuensi Jilid II” ?

Edisi: Melawan Penyesatan Opini Media [Part #4]

Setelah dua pemilik media yang juga ketua umum partai politik ditelanjangi habis dalam film “Di Balik Frekuensi”, skandal manipulasi media di Indonesia masih akan terus berlanjut.

Apakah betul RCTI TV dan Indovision TV mulai dirancang untuk menyiarkan secara eksklusif kampanye Partai Hanura?

Silakan simak video “Media & Politik (part 1)” yang menampilkan suara disertai teks tentang arahan dari seorang pria yang diduga kader Hanura. Kader Hanura itu memberikan arahan tentang konten media RCTI dan Indovision, –keduanya milik bos MNC Grup Hary Tanoedoedibjo yang juga merupakan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Hanura–, agar RCTI TV & Indovision TV bisa digunakan sebagai media kampanye Partai Hanura.
(more…)

Melawan Penyesatan Opini Media [Part #1]

Masih melanjutkan pembahasan tentang media di Indonesia dari jurnal sebelumnya: Film “Di Balik Frekuensi” – Manipulasi Media di Indonesia. Pembahasan kali ini lebih menitik beratkan pada contoh kasus penyesatan opini oleh media dan bagaimana publik meresponnya untuk mendapatkan haknya berupa informasi yang valid.

Bagi umat Muslim sudah jelas petunjuknya, QS. Al-Hujuraat ayat 6 menjadi salah satu referensi penting dalam menghadapi ‘badai informasi’. Ayat tersebut menetapkan bahwa kita jangan menelan bulat-bulat informasi / berita yang masuk begitu saja, melainkan harus diperiksa terlebih dahulu. Tentu saja, prinsip ini didahului dengan asumsi bahwa berita tersebut dianggap cukup penting. Bukan berita ghibah (gosip) yang justru menjebak Anda dalam kebangkrutan di akherat, atau berita ramalan yang hanya Allah Yang Maha Mengetahuinya.
(more…)

Film “Di Balik Frekuensi”: Manipulasi Media di Indonesia

"di balik frekuensi"

Setelah membahas “Indonesia Menuju Budaya Berbohong”, kali ini blog FightForFreedom masih membahas seputar media televisi, dengan me-review sebuah film dokumenter tentang media televisi di Indonesia yang telah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi pemilik media. Sehingga media televisi di Indonesia saat ini sudah menjadi “Tell Lie Vision”.

Tanah, air dan udara, –merupakan sumber daya yang terbatas dan memiliki nilai yang sangat berharga– harus dikuasai negara dan sebesar-besarnya digunakan untuk kepentingan rakyat. Namun sayangnya di Indonesia, frekuensi publik sebagai kekayaan udara dieksploitasi sedemikian rupa oleh para pemilik media (khususnya televisi), dan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka sendiri tanpa memikirkan kepentingan publik. Benar-benar negara ini sudah terbeli! (more…)