Home » Posts tagged 'motivation'

Tag Archives: motivation

[Amazing!] Penderita Lumpuh Otak itu berhasil menjadi Top Salesman !

Bismillah …

Lumpuh otak (cerebral palsy, CP) adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir.

Penyebab lumpuh otak sampai saat ini belum dapat dipastikan, banyak orang beranggapan bahwa CP disebabkan oleh karena:
– Bayi lahir prematur sehingga bagian otak belum berkembang dengan sempurna.
– Bayi lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen saat dalam kandungan.
– Adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak.

Lantas, bila seseorang menderita penyakit kelumpuhan otak sehingga mengakibatkan syaraf-syaraf lainnya terganggu, apakah juga kemudian masa depan perjalanan hidupnya bisa dikatakan suram?
Tidak juga.
(more…)

Jadilah Kreatif… Jadilah Inovatif

Seorang anak laki-laki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: “Saya buta, tolong saya.” Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis.

Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, “Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?”

Pria itu berkata, “Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda”

Apa yang ia telah tulis adalah:
“Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.”

Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?

Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?

Moral dari cerita ini:
Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.

Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum.

Hadapi masa lalumu tanpa sesal.

Tangani saat sekarang dengan percaya diri.

Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.

Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.

Orang bijak berkata, “Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan… Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya.”

Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum… Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya !!!

forward dari: Sawitri EU angkatan ke-17

Obat Keresahan

Pengantar:
Uraian di bawah ini pernah disampaikan penulis (Mas J) pada saat penutupan kelas EU17 Batam (Entrepreneur University angkatan 17) pada 22 Februari 2009 lalu. Ngga nyangka juga kalau pertemuanku dengan keluarga Mas J pada 3 Februari lalu di Waroeng Pincoek Batam Center adalah yang terakhir sebelum pindah ke Bandung mendirikan Young Entrepreneur Academy (di daerah Dago). Thanks for your valuable advice, ya mas. Betul, semuanya butuh proses dan akan menjadi indah bila waktunya tiba.

OBAT KERESAHAN

Pada dasarnya manusia memiliki dua potensi kehidupan. Pertama adalah kebutuhan hidup. Sesuatu yang stimulusnya dari dalam, menuntut untuk dipenuhi, jika tidak dipenuhi, maka akan mati. Contohnya makan, minum, buang air, dll. Kedua adalah naluri. Sesuatu yang stimulusnya dari luar, menuntut untuk dipenuhi, jika tidak dipenuhi tidak menyebabkan kematian, namun menyebabkan ‘keresahan’. Contohnya naluri seksual, naluri eksistensi diri, naluri menuhankan sesuatu. Naluri seksual timbul karena rangsangan dari luar saat kita melihat lawan jenis kita. Jika tidak kita penuhi, tidak akan menyebabkan kematian, tapi diri kita akan resah gelisah, tak nyenyak tidurnya bahkan timbul rasa emosional. Adanya pernikahan adalah solusi dari kebutuhan naluri seksual. Naluri eksistensi diri contohnya jika kita diejek, dihina, diremehkan. Sebenarnya saat kita tidak membalas atau bereaksipun tidak mengakibatkan kematian, hanya saja kita akan resah, jengkel, dongkol bahkan sampai dendam, hal itu diakibatkan dari naluri eksistensi diri kita.

Kebutuhan akan Tuhan

Naluri yang ketiga timbul seringkali karena semua logika kita tidak dapat mencerna apa yang kita lihat, alami dan rasakan. Contohnya pada saat kita mendapatkan musibah, kematian orang dekat kita, yang kita tidak pernah sangka waktunya. Nah, saat itu kita akan berkata pada diri sendiri, ”Ada sesuatu yang menguasaiku”. Sama halnya pada saat panen gagal, para petani akan bertanya, ”Siapa sih yang membuat dan mengatur hujan”. Bisa juga saat kita memandang pegunungan atau lautan, “Siapa sih yang menciptakannya?”. Meskipun hasil dari pencarian naluri menuhankan berbeda-beda, intinya mereka mengakui bahwa ada suatu kekuatan yang ‘menguasai’ dirinya. Ada yang menyebutnya dewa, dewi sri, pohon besar, ataupun Allah. Bukan membandingkan, tapi itu hak masing-masing untuk meyakini. Ada juga yang pergi ke dukun atau ‘orang pinter’, karena sudah ‘putus asa’ dengan logikanya.

Lepas dari siapa yang akan kita Tuhankan, logika kita memiliki keterbatasan. Ada ‘faktor x’ yang akan membuat kita resah dan gelisah jika kita terlalu mengagungkan akal kita. Obat dari keresahan itu adalah Tuhan. Dengan memasrahkan diri sepenuhnya pada kekuatan yang Maha Kuasa, hati kita akan terasa tenang dan bisa jadi dari situlah kemudahan datang. Manusia memiliki keterbatasan untuk menilai mana yang benar, mana yang salah. Mana yang seharusnya, mana yang tidak seharusnya. Stress timbul karena manusia tidak memasrahkan kepada yang Maha Mengatur. Stress timbul karena manusia mengagungkan logika dan norma. Bukan masalah yang menjadi masalah, tapi respon kita dalam menghadapi masalah, seringkali menimbulkan masalah yang baru. Tidak ada yang sia-sia terjadi di dunia ini. Jika kita meyakini bahwa Ia Maha Pengasih dan Maha Penyayang, maka semuanya untuk kebaikan kita. Hanya saja, seringkali manusia tidak sabar akan prosesnya.

Kuminta mawar yang indah, Engkau berikan tangkai berduri.

Kuminta kupu-kupu yang cantik, Engkau berikan ulat berbulu.

Kuminta kekayaan, Engkau berikan kebangkrutan

Kuminta kekuatan, Engkau berikan banyak ujian

Kuminta keimanan, Engkau berikan kebingungan.

Hingga pada suatu saat, tangkai berduri itu menumbuhkan mawar yang cantik, ulat menjelma menjadi kupu-kupu, kebangkrutan melahirkan kekayaan, ujian menghasilkan kekuatan, kebingungan menemukan keimanan. Aku tersadar, bahwa semuanya membutuhkan kesabaran. Semuanya butuh proses dan akan menjadi indah bila waktunya tiba.

FIGHT!

Jaya Setiabudi
Direktur Young Entrepreneur Academy
(Penulis buku “The Power of Kepepet”)

Berharap ADA BERKAH DI BALIK UJIAN

Sebuah catatan setelah CommunicAsia 2008

Pameran Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) CommunicAsia 2008 telah berakhir hari Jumat lalu yang diselenggarakan di gedung Singapore Expo (di daerah Changi International Airport), dan ini merupakan pameran terbesar di Asia, yang diikuti oleh lebih dari 2300 perusahaan dari 61 negara.

CommunicAsia dan BroadcastAsia diselenggarakan di lokasi yang sama, sejak tanggal 17 Juni 2008. Panitia menyediakan 8 hall di area seluas 69 ribu meter persegi di area industri Changi yang biasa menjadi ajang even-even dan pameran internasional, jadi ngga cukup sehari kalau mau menjelajah semuanya.

Tanpa kita sadari, saat ini teknologi informasi, komunikasi, dan media berubah luar biasa cepat. Setiap tahun selalu ada produk, jasa, atau perangkat baru yang sulit dibayangkan ada beberapa tahun lalu. Berbagai perusahaan yang hadir dalam even ini memamerkan teknologi-teknologi terbaru mereka di bidang 3G/HSDPA, WiMAX/LTE, Broadband, Fixed Mobile Confergence, Fiber to the Home, Next Generation Network, Teknologi IP, Internet Protocol Television, Mobile Entertaintment, dan Satellite and Security.

Selain berupaya mendapatkan informasi lebih banyak, saya tak lupa dokumentasikan hal-hal menarik & inspiring selama expo tersebut dengan kamera digital Olympus kesayangan. Kabar buruknya (boleh juga dibilang sial), kamera kesayangan tersebut jatuh selama dalam perjalanan kembali menuju Batam. Dan itu baru dirasakan setelah pemeriksaan imigrasi di Batam. Yang menyedihkan adalah gambar-gambar penting dalam kamera tersebut belum semua di transfer ke harddisk.

Kabar baiknya adalah saya banyak mendapatkan solusi (atas permasalahan selama ini) mengenai dunia teknologi informasi dan mendapatkan relasi baru yang tentu saja bermanfaat sekali bagi pengembangan organisasi di perusahaan. Intinya ada semangat baru.

Kejadian kehilangan ini mengingatkanku pada tahun 2005 lalu, ketika akan mengikuti World Quality Convention di Jepang. Pada saat itu, laptop (yang berisi data buat bahan presentasi) ketinggalan di kereta dalam perjalanan dari Wakayama ke Osaka. Ini disadari setelah tiba di lantai 2 stasiun kereta, padahal kereta yang saya tumpangi ada di lantai 4. Ketika naik kembali ke lantai 4, ternyata kereta tersebut sudah berangkat menuju stasiun berikutnya. Bisa dibayangkan, dunia serasa berputar tak karuan. Alhamdulillah saya segera sadar, bahwa saya saat kejadian tersebut bukan sedang berada di negara korup. Langsung saja, saya bersama advisorku lapor ke bagian keamanan di stasiun tersebut. Karena pengelolaannya sudah profesional, selama tanya jawab, seakan-akan mereka sudah siap dengan checklist pertanyaan. Langsung orang tersebut melakukan koordinasi pencarian, dan menyilakan kami untuk menunggu. Tidak lebih dari 15 menit (setelah melapor) kami dapat kabar bahwa laptop telah ditemukan, dan 20 menit kemudian mereka menyerahkan laptop tanpa ada satupun yang hilang di dalam tas tersebut. Hampir ngga bisa dipercaya, sebab saat itu kereta yang saya tumpangi begitu padatnya. Dan satu hal lagi, polisi tersebut menolak menerima uang tips yang saya berikan. Waah… jadi malu nih sebagai orang Indonesia. Pengelolaan yang profesional dan jujur inilah yang perlu ditiru oleh pemerintah kita… mana nih hasil (yang katanya) study bandingnya?

Pffuihhh… kabar baiknya, sehari setelah kejadian tersebut timku berhasil mendapatkan Silver Award dalam Konvensi Mutu seluruh dunia. Ya sebuah pengalaman yang menegangkan, hampir saja ngga bisa presentasi dan mengharumkan nama bangsa.

kembali ke soal kamera …

Dengan hilangnya kamera beserta informasi berharga di dalamnya, bisa jadi ini berupa teguran, bisa jadi berupa ujian. Only GOD knows, right?! Yang jelas saya percaya, bahwa tidak ada kejadian menurut rencana-Nya itu sia-sia. Yess, masih timbul semangat baru nih… semangat ini yang kudu dikelola dengan baiksebab, mungkin saja Tuhan mengajak bercanda.

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto

Kisah Sejuta Kodok

Ada cerita kecil yang bermakna sebagai berikut:

KISAH SEJUTA KODOK

Suatu sore, seorang petani pergi ke kota dan masuk ke restoran dan menemui pemiliknya untuk menawarkan pasokan ribuan paha kaki kodok setiap hari. Pemilik restoran itu kaget setengah tak percaya dan bertanya balik, dari mana ia bisa mendapatkan paha kodok segitu banyaknya?! Petani itu menjawab, ”Disamping rumahku ada sebuah kolam yang didalamnya berjubel penuh kodok, wuihhh, pasti ada jutaan. Semalaman mereka itu mengorek, suaranya ribut bukan main, pokoknya suaranya benar-benar membuatku hampir gila.”

Kemudian mereka pun sepakat dan membuat perjanjian di mana dinyatakan sang petani itu akan memasok paha kodok ke restoran itu, setiap kali kiriman sebanyak seribu ekor yang akan dipasok dalam beberapa minggu mendatang. Esok paginya, petani itu kembali datang ke restoran dengan wajah agak lesu, ia membawa dua ekor kodok agak kecil.

Pemilik restoran bertanya, ”Lho, mana seribu kodok itu?,” Si petani menjawab, ”Ternyata saya salah. yang ada cuma dua ekor ini. Tapi mereka kok benar-benar membuat keributan luar biasa ya..!”

Nah, lain kali bila mendengar ada orang yang mencela atau menjelek-jelekkan Anda, ingat!, itu barangkali hanya ributnya dua ekor kodok saja.

Seringkali suatu permasalahan selalu nampak lebih besar di kegelapan. Pernahkah suatu malam hari Anda terbaring diranjang sedang mengkhawatirkan sebuah masalah yang membuat stres dan nampak seperti bunyi ributnya sejuta kodok? Nah, saat fajar menyingsing dan Anda renungkan kembali masalah itu, bisa jadi Anda tertawa lega, kok semut kamu sebut gajah.

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto

Temukan Kebahagiaan dengan…

A Touching Donation

Sekilas tentang kedermawanan.
Jika anak ini bisa membantu,
mengapa “kita yang lebih baik” tidak?
.

Ia berjalan di depan meja ‘donation’. Kami berpikir: ‘dia akan lewat…’

“Saya ingin menyumbang!”
Ia menuang koin dari mangkuknya.
Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu,
tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.

Kami semua tak bisa berkata-kata,
ia memberikan semua yang diperolehnya
kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.

“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.

Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar dan … menyumbang!

Orang Bijak Mengatakan, ” Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan,
Kita BUKAN hanya sedang membantu orang lain,
Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia.
Temukan kebahagiaan dengan memberi

Salam hangat dan tetap semangat,
Iwan Yuliyanto


* thanks to mbak Nofie for sharing these touching pics, keep fighting spirit ya…

FREEDOM berawal dari SIKAP [true story]

This is What Attitude Really Means…!!!
Where there is a Will, there are a lot of Ways

Silent Inspiration: Punctured Tire Repair

.
















He said, “Thanks GOD… now I understand the meaning of FREEDOM !”
never believe what the lines of your hand predict about your future
because people who don’t have hands also have a future…
believe in yourself
Never complaint for your weakness.

.
Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto