Home » Posts tagged 'komisi nasional perlindungan anak'

Tag Archives: komisi nasional perlindungan anak

Berbagai Kejanggalan Dalam Kasus Pembunuhan Engeline

… dan Analisa Mengungkap Aktor Sesungguhnya |

RIP Angeline

Bismillah …

Usai sudah drama pencarian bocah perempuan asal Bali, Engeline, 8 tahun, yang dilaporkan hilang sejak 16 Mei 2015 (namanya bukan Angeline yang disebut banyak media selama ini). Kepolisian Daerah Bali akhirnya menemukan bocah tersebut pada 10 Juni 2015 dalam keadaan tak bernyawa, dikubur di pekarangan belakang rumah ibu angkatnya, MCM, 55 tahun.

MCM dan suaminya (seorang ekspatriat yang sudah meninggal 3 tahun lalu) mengadopsi Engeline sejak bocah itu berumur 3 hari dari pasangan MR dan H [Okezone, 12/6/2015]. MCM memiliki dua anak kandung, namun beda ayah, yaitu YC dan CK. Kedua anaknya itu tidak tinggal serumah dengan MCM.

Sampai saat ini penyidik kepolisian baru menetapkan tersangka tunggal yaitu ATH. Memang sangat disayangkan, selain lambannya proses penanganan kasus ini sejak Engeline dilaporkan hilang padahal banyak kunci untuk mengungkap segera motifnya, juga ada begitu banyak kejanggalan yang ditemukan selama proses pencarian Engeline hingga proses penyidikan tersangka.

Berikut ini saya coba susun kronologi kasus yang mengusik hati nurani bangsa kita, yang disertai dengan berbagai kejanggalannya.
(more…)

Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak

pelecehan seksual

Berita ke-1:

KENA SIFILIS, 8 Bocah Korban Cabul Ibu RT Terbongkar
JPNN.com | 17 April 2013

BENGKULU – Dugaan pencabulan yang dilakukan Ibu RT 16 Kelurahan Bentiring, Bengkulu, EM akhirnya terbongkar. Aksi wanita berusia 40 tahun terungkap setelah satu dari delapan bocah yang menjadi korban pencabulan terkena sifilis. Bocah yang terkena sifilis itu adalah DM. Anak laki-laki berusia 13 tahun ini didampingi orang tuanya melaporkan EM ke Polres Bengkulu, Selasa (16/4).

Orang tua DM mengatakan awalnya tak percaya dengan pengakuan polos anaknya, meskipun ia yakin bahwa penyakit yang diperoleh itu hasil dari berhubungan. Kepada ibunya, DM mengaku bahwa dirinya sering berkencan dengan Ibu RT di rumahnya. “Anakku sudah dibuat rusak seperti ini,” kata Ibu DM saat ditemuai di Mapolres Kota Bengkulu seperti dilansir Rakyat Bengkulu, Rabu (17/4).

Delapan korban pencabulan Ibu RT kini sudah menjalani pemeriksaan. Remaja yang diajak berkencan ini merupakan anak-anak di bawah umur yang masih bertetangga di Kelurahan Bentiring. Sejauh ini, memang baru delapan yang mengaku diajak berhubungan badan. … Selengkapnya silakan simak di sini.

Berita ke-2:

KEPSEK CABUL, Korban Pelecehan Jadi 20 Murid
posmetrobatam.com | 17 April 2013

BATAM — Korban pencabulan yang diduga dilakukan H, Kepala Sekolah SMPN 28 Batam terhadap murid – muridnya bertambah menjadi 20 orang setelah sebelumnya yang mengaku sebanyak 15 orang.

Aksi pelecehan yang dilakukan H ini menggunakan modus intimidasi terhadap para murid bahwa mereka tidak perawan dan sering keluyuran malam. Pelaku mengancam akan mengeluarkan para korban dari sekolah jika tidak mau menuruti kemauan sang Kepsek dan menceritakannya kepada orang lain.

Tindakan yang dilakukan H beragam mulai dari meraba, membuka celana dalam korban, dan tindakan cabul. Ada yang dilakukan di ruang kerjanya dan ada juga di dalam mobil. Menurut keterangan salah satu saksi korban, bahkan ada korban yang telah mengalami aksi bejat H sebanyak lima kali.

Selengkapnya silakan simak di sini dan pengakuan korban di sini.

(more…)

Indonesia Menuju Budaya Berbohong

Serem amat judulnya.

Ya, tanpa kita sadari bahwa ternyata sikap tak acuh dan tenggelam dalam kesibukan sendiri di rumah itu berpotensi membangun pondasi “budaya bohong dalam keluarga”. Wah, mengerikan sekali kedengarannya, kok bisa sih?

Coba perhatikan materi iklan pariwara di bawah ini yang kini gencar tayang di tengah-tengah acara di beberapa stasiun teve. (more…)