Home » Posts tagged 'jurnalisme'

Tag Archives: jurnalisme

Apa Kelembagaan Gerakan #SejutaUmatGotongRoyong4Media ?

Bismillah …

Alhamdulillah, sudah semakin banyak yang mengisi formulir dukungan gerakan #SejutaUmatGotongRoyong4Media. Berdasarkan isi database formulir, dukungan juga datang dari para ulama dan tokoh publik. Update per 14 Juli 2016, sudah lebih dari 6 ribu dukungan yang masuk, sementara Tim Verifikasi baru memvalidasi 5952 dukungan.
Update 14 Juli 2016 (more…)

Gerakan Sejuta Umat Gotong Royong Untuk Media

Gerakan Sejuta Umat untuk Media

Bismillah …

Media mainstream di Indonesia saat ini, baik yang elektronik, cetak maupun online, pola dan perilaku pemberitaannya dinilai kian hari kian meresahkan umat Islam.

Umat Islam sering kali “didzalimi” lewat aneka bombardir pemberitaan negatif yang merugikan. Lewat framing culas, adu domba, berita tidak berimbang, tidak cover bothside, serta aneka trik kotor lainnya… yang ujung-ujungnya merugikan umat dan mengancam keutuhan kerukunan beragama.
(more…)

Framing : Cara Media Memanipulasi Informasi

Bismillah …

Dalam jurnal terdahulu, saya sajikan tentang Sepuluh Elemen Jurnalisme, dimana kita bisa belajar bagaimana suatu media massa seharusnya menerapkan Kode Etik dan Prinsip Jurnalistik. Meski media secara disiplin menerapkannya, bukan berarti berita yang disajikan bisa dipercayai begitu saja. Sebab ada strategi media untuk menggiring opini pembaca, pendengar, atau pemirsa. Salah satu strategi tersebut adalah framing berita.

(more…)

[HOAX Tes Keperawanan] Bagaimana Agar Ucapanmu Tidak Dipelintir Wartawan?

Bismillah …

Sepertinya daftar berita bohong yang sebelumnya menjadi isu nasional akan semakin bertambah. Silakan check daftar berita bohong sebelumnya di sini.

Sejak hari selasa lalu, 20 Agustus 2013, saya dikejutkan oleh sebuah berita: Siswi SMA di Prabumulih Diwajibkan Tes Keperawanan [baca Kompas, Kontan, dan beberapa media lainnya].

[Update info: Berita tentang Tes Keperawanan ini pertama kali muncul dalam media: sumsel.tribunnews.com, 18/08/2013]

Dalam berita tersebut disampaikan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, membuat rencana kebijakan mewajibkan semua siswi sekolah di Prabumulih untuk mengikuti tes keperawanan. Tes tersebut sebagai respons terhadap maraknya kasus siswi sekolah yang berbuat mesum, bahkan diduga melakoni praktik prostitusi. Kemudian dana tes itu diajukan untuk APBD 2014. Yang menjadi narasumber dalam berita tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih HM Rasyid, Senin (19/8).
(more…)

Selamat Datang di Republik Preman

Republik Preman

[Ilustrasi: Monitor Indonesia]


Bismillah …

Di sebuah negeri yang banyak dihuni para bedebah.
Ada sekelompok orang sedang menikmati acara hura-hura judi dan prostitusi yang tentu tidak ketinggalan di dalamnya ada minuman keras dan narkoba.
Kemudian datang seseorang yang tidak suka dengan kegiatan tersebut karena dianggap meresahkan masyarakat. Orang tersebut menasehati agar tidak melakukan perbuatan maksiat. Namun rupanya ajakan itu malah ditentang, sampai terjadi adu fisik, hingga melibatkan banyak orang di kedua belah pihak.
Kemudian datanglah polisi sebagai “Penegak Hukum” katanya.
Tapi benarkah hukum ditegakkan saat itu?
Polisi malah menangkap mereka yang yang tidak mau ada kemaksiatan. Alasan polisi: mereka menciptakan kerusuhan.
Dan media massa yang menghamba pada tuan kebebasan justru menari-nari atas peristiwa itu.

Wahai kawan,
Selamat datang di Republik Preman.

.
INSIDEN LAMONGAN – 12/8/2013

Terkait dengan insiden Lamongan, selain petugas Kepolisian, Aliansi Solidaritas Untuk Muslim (ASOUM) dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) telah melakukan investigasi latarbelakang insiden tersebut berikut kronologinya. Ditemukan fakta bahwa lagi-lagi media mainstream memutar balikkan fakta 180 derajat, seperti halnya melakukan pemelintiran berita-berita yang beberapa contoh kasus telah saya ulas di jurnal sebelumnya.
(more…)

Teliti Kebenarannya Dulu Dong …!

makan di toilet


Dua hari yang lalu, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang menyesakkan dada di tengah-tengah menikmati bulan Ramadhan ini, yaitu berita dari Detik News (23-07-2013):
Siswa Non Muslim Disuruh Makan di Toilet Karena Ramadhan

Berita ini menukil dari BBCIndonesia.com, yang mengabarkan bahwa para siswa sebuah sekolah dasar di Malaysia diminta untuk tidak makan di kantin selama istirahat siang, memerintahkan siswa non-Muslim makan siang di toilet mandi karena Ramadhan.

Banyak bersliweran di ranah social media yang meneruskan berita ini dengan menertawakan sinis dan tak sedikit yang mencaci maki. Ada juga blogger yang memuat berita tersebut, (untuk menjaga nama baiknya, saya rahasiakan link tulisannya) dan saya telah memberikan komentar di postingannya:

23 Juli 2013 pada 21.31
“Tapi tetap saja perlu diperiksa validitas berita tersebut. Beberapa kali saya menjalani ibadah puasa di Malaysia (Syah Alam, Selangor) tidak pernah menemukan hal yang demikian.”

(more…)