Home » Posts tagged 'illuminati'

Tag Archives: illuminati

“The Money Masters” dan Proyek Pendirian Israel Raya

Bismillah …

Film “THE MONEY MASTERS” merupakan film dokumenter non-fiksi sejarah berdurasi 3,5 jam, diproduksi pada Januari 1996 oleh pengacara Patrick S. J. Carmack, dan disutradarai merangkap pengisi narasi oleh William T. Still. Film ini membahas sejarah dan konsep uang, utang dan pajak, dan menjelaskan perkembangannya semenjak era Biblical. Ini juga mencakup sejarah fractional-reserve banking, bank sentral, kebijakan moneter, pasar obligasi, dan Federal Reserve System di Amerika Serikat.

Kekuatan kapitalisme keuangan telah memiliki rencana panjang, mereka menciptakan sebuah sistem kendali keuangan dunia di tangan swasta yang mampu mendominasi sistem politik masing-masing negara dan perekonomian dunia secara keseluruhan. Film “The Money Masters” menelusuri asal-usul struktur kekuasaan politik yang menguasai bangsa dan dunia saat ini. Struktur kekuasaan politik modern berakar pada manipulasi tersembunyi dan akumulasi emas dan bentuk lain dari uang. Perkembangan praktek fractional reserve banking pada abad ke-17 dibawa dengan kecanggihan yang licik dimana awalnya teknik rahasianya digunakan oleh tukang emas yang curang dalam mengumpulkan kekayaan.
(more…)

[Dibalik ACTA] Program Tata Dunia Baru, apakah ilusi?

Perhatian…!
Yang tidak suka dengan teori konspirasi, silakan skip halaman ini daripada nanti terkena “personality disorder” and being constantly paranoid about “them” 🙂

********************

Bismillah …

Pembahasan ini masih terkait dengan program pemberlakuan UU SOPA, PIPA, dan ACTA, serta mencoba menyingkap siapa dibalik agenda besar itu. Bila ternyata Anda belum memahami program tersebut, silakan simak beberapa jurnal sebelumnya yang telah saya tulis terkait dengan hal tersebut. Dan bila Anda sudah nyambung dengan topik tersebut, mari kita lanjutkan pembahasannya.

Saat ini, silakan Anda coba klik situs Departemen Kehakiman Yunani: http://www.ministryofjustice.gr/
Yang nampak sekarang adalah: This site is under construction*

*bila ternyata bukan tertulis demikian, berarti situs tersebut telah sembuh.

Mengapa bisa demikian?

Ya, karena sejak tanggal 22 Februari 2012, Kelompok Hacktivis Anonymous telah memulai Serangan DDoS pada situs Departemen Kehakiman Yunani tersebut, sebagai bentuk pembalasan atas penangkapan 3 remaja yang dituduh telah meng-hacking situs pemerintahan tersebut bulan ini. Seperti yang telah saya kupas infonya dalam jurnal di sini.

Nahh… ada yang menarik dalam tampilan situs tersebut sebelum berhasil di hack, yaitu sebuah logo ILLUMINATI dibagian header tulisan pesan panjang mereka + Music background ANTI ILLUMINATI. Pesan panjang tersebut muncul secara terus menerus beberapa jam sebelum situs tersebut benar-benar lumpuh. Inilah tampilan situs tersebut sebelum lumpuh:

Untuk lebih jelas apa pesan yang mereka sampaikan, baiklah saya copas pesan panjang tersebut dari: http://www.knowledgeoftoday.org/2012/02/anonymous-hacks-ministry-of-justice.html

Citizens of Greece

We are Anonymous.
We watch every day your government abolishes the constitution and institutions of the country.
We see them leading you closer and closer to poverty.
We see them pass laws that deprive you of any right to dignity.
We see them and deliver the country to the IMF and the bankers.
We know about the soup kitchens in schools,
for people who are left jobless and now wait in queues for a plate of food.
We know that your country voted ACTA in your effort to silence and other Greeks.
We know everything …
The Republic in Greece has died.
He died while a government that has not been elected by the people.
And for this reason that the time for discussion came and went.
Not negotiating anything with any of those who murdered him.
Can you hunt as you like, you can even capture some of us,
When you attempt to silence us …
But for every one that will capture 3 others will spring up. There are 5 or 10 or 100.
Now the Greeks are all Anonymous.
We are millions against you and the 300 in this war tear gas will not help you.

Occupying Government of Greece
These days are going to vote for a bill that will be the last nail in the coffin of the Greek.
A bill to return the country to a totalitarian rule.
To bring the country and its people in absolute poverty.
We will not allow another misery to the Greek people.
We demand your resignation immediately, and elections.
We demand not paid a cent to moneylenders ‘friends’ you.
We demand the immediate withdrawal of the IMF from Greece.
The Justice Department was only a small sample of what we’re capable of doing
Even you have not seen the full wrath of Anonymous.
For each article of a bill that would shame the vote,
we will shut the system and deleting an Inland Revenue debts of Greek citizens
Debts which requires them to fascist pay.
Can the demonstrations of the Greeks to their encounter with incredible violence,
anexelekta hitting, but the internet is our field. And I love this war.
We are many and we will be brief.
Citizens of Greece, Anonymous is now fighting on your side …

Government of Greece, let us wait …
E X P E C T U S !

J U S T I C E I S C O M I N G !

.
Sejak diabaikannya peringatan pertamakali Kelompok Hacktivist Anonymous terhadap Kelompok Illuminati agar menghentikan praktek-praktek jahatnya, pada tanggal 17 Desember 2011 mereka merilis sebuah music clip baru, sebagai bentuk deklarasi perang terhadap Illuminati di tahun 2012 dan mereka mengancam untuk terus membongkar “13 bloodlines of the Illuminati”. Dan untuk memparodikannya, mereka memasang logo illuminati pada setiap situs yang di-hack, bahwa mereka telah mengetahui rencana jahat kelompok tersebut.

Music clip yang mereka bikin diawali dengan intro:

ILLUMINATI…!!!
YOU’VE COME TO TAKE CONTROL
YOU CAN TAKE MY HEART BEAT
BUT YOU CAN’T BREAK MY SOUL
WE ALL SHALL BE FREE!

ILLUMINATI…!!!
YOU’VE COME TO TAKE CONTROL
YOUR NEW WORLD ORDER
WILL LEAD TO NOT AT ALL
WE ALL SHALL BE FREE!

Dalam sebuah video yg mereka rilis, mereka menjelaskan maksud intro ini, bahwa: “Illuminati telah memanipulasi berbagai sumberdaya yang berhubungan dengan misi mereka. Sekarang, ini adalah gerakan kita. Apakah Anda pikir sedang dalam kendalinya? Kami akan menunjukkan pada Anda apa kekuatan yang sebenarnya, yaitu “true power of people and freedom”. Illuminati telah mengendalikan berbagai sumberdaya, tetapi mereka tidak bisa mengendalikan kita”.

Inilah video peringatan Anonymous terhadap Illuminati:


This is a message from Anonymous.

Hello man and woman of the control system.
Your time and power is coming to an end.
I know you can hear us.

We are Anonymous.

Expect us.

You control the world
You have for centuries
You have built an empire
You control the money
You control the corporations
You control the leaders
You control the police
You control the military
You control religion
You manipulate the pop culture
You create the terror
You manufacture the wars
You control the media
You feel safe and secure
You think we are under control

YOU…

ARE…

WRONG !

Things have changed
We are AWARE
We are WATCHING
We are MOTIVATED
We are CLEVER
We are ORGANISED
We are ADAPTABLE
We are INFORMED
We are MAN
Y
We are CONNECTED
We are READY
We are NOT GOING AWAY

Kelompok Hacktivis Anonymous telah menyampaikan adanya bahaya rencana kelompok Illuminati dalam membentuk Tata Dunia Baru (NWO), yang kini rencana tersebut sedang berproses.

Bila Anda menganggap bahwa organisasi Illuminati adalah tidak nyata atau hanya sebuah ilusi. Silakan, boleh saja berpandangan demikian.
Namun tetaplah waspada, apapun namanya, Illuminati atau bukan, atau Illuminati hanya sebatas sebagai simbol… faktanya adalah realisasi program Tata Dunia Baru (New World Order) sedang berproses, dan Anonymous telah mulai serangan menghadapinya, di saat sebagian yang lain di antara kita masih bersilang pendapat tentang teori konspirasi ini.

Bersambung…. jurnal ini hanya sebagai pengantar.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
27.02.2012

Benarkah Virus HIV sengaja diciptakan?

Bismillah…

Berawal dari review saya tentang novel CODEX: Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita. Di cover belakang tertulis:

DEPOPULATION PROGRAM ADALAH NYATA!
…….
Tahukah Anda jika HIV sengaja diciptakan untuk memusnahkan etnis asli Afrika?
……..

Kemudian mas Wikan memberikan pertanyaan yang bagus:

Wikan said:
kalau AIDS buat membasmi orang Afrika, kenapa orang Amerika dan orang di lain benua juga kena?

Karena terlalu panjang penjelasannya, maka saya buka thread baru, dengan jawaban sebagai berikut:

WHO tahun 2008 mencatat jika di benua Afrika sekurangnya ada 40 jutaan orang terjangkit HIV. Ini menurut data resmi, sedangkan semua orang tahu jika angka di lapangan bisa lebih banyak dua atau tiga kali dari data resmi. Di dunia ini, HIV memang dikenal sebagai pembunuh nomor satu orang-orang kulit hitam. Dalam perkembangan penelitian, banyak saintis dunia yang mengatakan bahwa HIV sengaja diciptakan untuk pemusnahan massal, siapa yang mengatakan:

[1] Doktor Mangari Waathai, Doktor Biologi peraih Nobel di tahun 2004, yang dengan tegas menyatakan jika HIV merupakan senjata biologi yang sengaja diciptakan untuk menghabisi satu etnis manusia. Sejarah HIV tidak berawal dari monyet-monyet yang hidup di Afrika lalu menulari manusia. Ini dusta besar orang-orang Barat. Sebagai orang Afrika, Mangari Waathai mengaku jika kaumnya telah berabad-abad silam hidup berdampingan dengan monyet-monyet di alam liar, namun dahulu tidak ada yang namanya HIV.
Referensi:

[2] Jacob Segal, Profesor Biologi di Humboldt University Jerman, yang berjudul “AIDS: USA Home-made Evil”. Dalam tulisannya, Segal meyakini jika Virus HIV berawal bukan dari Afrika, tapi dari Fort Detrick-Maryland, fasilitas penelitian senjata kimia dan biologi rahasia yang dimiliki Pentagon yang didanai Rockefeller, CIA, dan National Institute of Health; dengan cara menggabungkan genom viral dari VISNA dan HTLV-1, karena keduanya nyaris identik dengan genom HIV. Tulisannya bisa dibaca di Journal Science 1985 (227: 173-177) atau Conspiracy theories in American history: an encyclopedia, Volume 1, by Peter Knight, hal 43 dari 299.

[3] Profesor Willace L. Pannier yang meninggal baru-baru ini mengetahui semua itu dan dia juga meninggalkan catatannya tentang fakta di sekitar HIV. Berita kematiannya di sini. Kematiannya termasuk misterius seperti halnya para saintis lainnya yang juga masih misterius penyebab kematiannya. Baca: Highly Suspicious Deaths Of A Statistically Impossible Amount Of Top Scientists.

Tulisan di bawah ini meng-quote Novel “Codex: Konspirasi Jahat di atas Meja Makan Kita”, hal 381-384, diceritakan bahwa pemeran utama menyebarkan bocoran catatan-catatan rahasia ke dunia internet (semacam wikileaks), yang membuat CIA (Unit Disinformasi) bekerja keras membuat informasi tandingan.

———- start quote ———-

Inilah catatan-catatan yang dibuat Willace L. Pannier di sela-sela kesibukannya bergabung dengan tim khusus di Laboratorium Fort Detrick, AS.

“HIV merupakan istilah baru bagi virus lama bernama SV40. Ini adalah nama bagi salah satu dari sejumlah organisme viral andalan yang telah diisolasi oleh seksi virus di Fort Detrick. SV40 dapat dijadikan sebagai virus yang mampu menyerang dan menghancukan sistem kekebalan tubuh manusia. Semua ini digagas oleh orang-orang seperti Prescott Bush, Harriman, Rockefeler, dan sekutu The New World Order lainnya, yang sepakat menjalankan agenda Eugenics Movement sejak awal tahun 1900-an”.

Eugenics Movement merupakan gerakan rasialis untuk memperbanyak ras manusia superior (kulit putih, mata biru, dsb), dan menghancurkan ras manusia yang dianggap inferior (kulit berwarna, lemah fisik, cacat, dsbnya). Gerakan ini secara nyata telah dipraktekkan Adolf Hitler dengan NAZI-nya dalam PD II. Keluarga Harriman pada tahun 1910 mendanai Eugenics Record Office di Cold Spring Harbor, NY, dimana salah satu produknya adalah Human Genome Project.

Pannier memaparkan bahwa ada satu nama yang erat dengan sejarah HIV itu sendiri yakni Doktor Hilary Koprowski, seorang Yahudi Polandia. Koprowski lahir di Warsawa, 5 Desember 1916 yang kemudian dikenal dunia sebagai pakar imunologi dan juga pakar virus. Riwayat hidup Koprowski jelas-jelas membuktikan jika NAZI memang berkolaborasi dengan sejumlah elit Yahudi. Ketika NAZI menyerang Polandia di tahun 1939, NAZI mengizinkan Koprowski untuk meneruskan pendidikannya hingga meraih gelar dokter. Atas izin NAZI pula dia meninggalkan Polandia dan pindah ke Italia, negeri sekutu NAZI. Dari Italia, Koprowski pergi ke Brazil untuk meneliti penyakit kuning dan virus-virus neotropik dengan dana dari Rockefeller Foundation.

Di tahun 1957, Koprowski melakukan percobaan vaksin polio di Afrika. Koprowski menggunakan tisu ginjal monyet yang telah dipaparkan virus SV40 dan menginjeksi vaksin yang telah terkontaminasi tersebut kepada ribuan orang Negro Afrika. (Buku “The Dark River: A Journey to the Source of HIV and AIDS”; dan buku “Deadly Mist, Upaya Amerika Merusak Kesehatan”). Walau mengakui hal ini, namun Koprowski menolak jika dikatakan telah menciptakan virus HIV. (sumber: Hilary Koprowski: AIDS and the Polio Vaccine).

Walau demikain bukti-bukti di lapangan telah menunjukkan jika titik awal epidemi AIDS memang berasal dari Afrika Tengah, lokasi yang sama ketika Koprowski melakukan vaksinasi polio terhadap lebih dari 300 ribu orang negro Afrika di tahun 1957 hingga 1960.

Dalam catatan akhirnya tentang HIV-AIDS, Pannier menulis:

“Sudah menjadi strategi kelompok elit ini sejak dulu untuk bermain di dua kaki: Menciptakan penyakit, dan menciptakan obatnya. Namun tak jarang obat yang diciptakan ternyata malah memperkuat penyakit tersebut sehingga pasien akan memerlukan obat lain yang jauh lebih kuat dan menyebabkan dia ketergantungan obat-obatan medis. Mereka menciptakan banyak pelanggan dari usaha jahat ini.”

“HIV dan AIDS diciptakan oleh konspirasi jahat keluarga Harriman, Rockefeller, dan Bush. Ketiganya kuliah di Yale University dan bergabung dalam komunitas penyembah Lucifer Universitas Yale bernama “The Skull and Bones Brotherhood”. Dan faktanya, Universitas Yale adalah pemegang hak paten atas salah satu obat utama HIV yang dikenal dengan istilah d4t atau Zerit yang ditemukan awal 1990-an, dan menunjuk Bristol Myers untuk memproduksi dan memasarkannya. Dari obat ini saja, Yale menerima royalti sebesar US $328 juta. Padahal, Zerit tidak menghilangkan HIV namun hanya memperpanjang usia sehingga orang yang menderita HIV dapat menularkannya dan “merekrut” banyak calon pelanggan obat-obatan mereka.

———- end quote ———-

Sebagai rujukan tambahan, silakan lihat video dokumenter: IN LIES WE TRUST.
Film karya Sir Leonard George Horowitz tentang sejarah bioterorism, termasuk bagaimana AIDS dan vaksin-vaksin jahat itu sengaja diciptakan, juga peran CIA serta media propaganda Hollywood. Video In Lies We Trust ini berdurasi 2 jam 30 menit. Video ini semakin meyakinkan saya bahwa kejahatan bioterorism adalah NYATA.




Fight For Freedom!

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
28.12.2010

Suatu hari di ruang Disinformation Unit CIA

Bismillah …

Mengapa berbagai dokumen rahasia yang dibocorkan Wikileaks dikatakan banyak hal informasi yang tidak begitu penting bahkan terkesan konyol? Seperti tempat-tempat kesukaan presiden anu, acara-acara televisi favorit perdana menteri anu, serta contoh-contoh informasi konyol lainnya (warna kesukaan, gosip-gosip pejabat, dll).

Mengapa teori-teori konspirasi gerakan Freemasonry yang beredar belakangan ini banyak hal-hal yang berlebihan, hingga terkesan konyol dan dibuat-buat?

Silakan kunjungi youtube, ketik kata kunci “Disinformation” dan “CIA”, maka akan muncul banyak tautan film yang berisi pengakuan para bekas agen CIA, seperti John Stockwell. Yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Atau bila Anda terbatas akses ke video, maka inilah jawabannya…

Penggalan cerita Novel “CODEX: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita”, setelah semua isi dokumen rahasia di dalam microchip itu diunggah dan disebarluaskan melalui media internet, hal 348-350.

********* start quote ************

Di salah satu ruangan di markas besar Langley, dengan pintu bertuliskan “Disinformation Unit”, agen khusus Victoria Burnout tampak begitu sibuk mengkoordinasi pasukan kecilnya yang terdiri dari sepuluh analis dibantu sepuluh asistennya. Mereka semua telah terlatih untuk mengacaukan persepsi dunia tentang segala hal. Unit ini bekerja secara rahasia dan memiliki jaringan yang kuat, namun tak pernah secara resmi diakui, ke berbagai kantor berita dan media besar dunia, baik media cetak maupun elektronik.

Prinsip kerja mereka sesungguhnya sederhana, membuat yang asli menjadi palsu, dan menjadikan yang palsu dianggap sebagai asli. Caranya bermacam-macam dan sangat fleksibel, tergantung pada masalah apa yang tengah dihadapi.

Greg Summersky benar ketika mengatakan jika bukan sekali ini saja CIA kecolongan pihak lain yang menyebarkan dokumen-dokumen yang seharusnya bersifat rahasia. Namun dengan kerja dan koordinasi yang rapi, mereka bisa menyelesaikan semua itu dengan sempurna.

Dalam kasus tersebarnya dokumen-dokumen rahasia yang berasal dari microchip Profesor William L.Pannier, Unit Disinformation melancarkan dua strategi besar.

Pertama, memborbardir berbagai situs, milis, dan jejaring sosial dengan dukungan yang amat kelewatan, menambah-nambahkan fakta atau dokumen atau cerita yang ada sehingga terlihat sangat konyol dan tak dapat masuk logika. Dukungan yang ditulis dengan gaya hiperbola, disertai dengan mengutip dokumen-dokumen sampah yang dikatakan asli ini sangat efektif untuk menghilangkan kepercayaan kaum inteletual terhadap dokumen-dokumen yang sebenarnya memang asli dan memang bersifat rahasia ini. Kaum intelektual akan menganggap dokumen itu sebagai gurauan semata sehingga melenyapkan kewaspadaan mereka akan hak yang sesungguhnya.

Kedua, memborbardir berbagai situs, milis, dan jejaring sosial dengan berbagai analisa yang kelihatannya ilmiah disertai kutipan sejumlah dokumen false-flag yang sengaja dibuat, yang menyerang penyebaran dokumen-dokumen asli dan menyatakan jika dokumen-dokumen itu sesungguhnya palsu. Artikel-artikel yang dibuat sangat rapi dan ilmiah sehingga banyak orang akan terpukau dan pada akhirnya akan menerima argumentasi mereka jika sebenarnya dokumen-dokumen asli itu palsu. Dan akhirnya, hilanglah pula kewaspadaan dunia.

Yang sangat membantu, lebih dari 97% kantor berita dunia dan media cetak serta elektronik yang ada sesungguhnya merupakan bagian dari jaringan Disinformation Unit CIA. Bagai seekor gurita raksasa, markas Langley merupakan kepalanya, dan ribuan tentakelnya menyebar ke seluruh wilayah dunia mengampanyekan berbagai informasi yang telah disesuaikan dengan kepentingan elit globalis.

******** end quote *********

Start – End quote from:
Novel “Codex, Konspirasi Jahat di atas Meja Makan Kita”, karya Rizki Ridyasmara, hal 348-350

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
26.12.2010

[Novel] Codex – Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita

Novel “Codex – Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita” adalah karya kedua Rizki Ridyasmara setelah “The Jacatra Secret”, buku yang mengungkap fakta sejarah dalam bentuk novel..

Di halaman depan terdapat Catatan Penulis:

Depopulation Program, Codex Alimentarius, Georgia Guidestones, Nama Bahan Kimia, Produk Transgenik, Skandal Korporasi Multinasional, dan… Ratusan Saintis Dunia yang Meninggal Misterius dalam Novel ini adalah NYATA!

Di cover belakang tertulis:

DEPOPULATION PROGRAM ADALAH NYATA!

Tahukah Anda jika Vaksin, Obat-obatan Medis, banyak Makanan dan Minuman, ternyata disusupi RACUN yang sengaja dibuat untuk membunuh kita?

Tahukah Anda, untuk menipu konsumen, MSG punya 20-an nama yang berbeda?

Tahukah Anda, jika pemanis buatan Aspartame adalah racun bagi tubuh?

Tahukah Anda, jika persetujuan FDA atas Aspartame disebabkan konspirasi Gedung Putih?

Tahukah Anda jika pencetus program KB, Dr. Margareth Sanger, seorang rasialis pendukung pembunuhan terhadap orang negro, orang cacat dan lemah?

Tahukah Anda jika HIV sengaja diciptakan untuk memusnahkan etnis asli Afrika?

Tahukah Anda jika berbagai jenis vaksin yang disuntikkan ke tubuh manusia terbuat dari bahan-bahan berbahaya dan menjijikkan?

Tahukah Anda jika ratusan saintis dunia tewas selama dua dekade terakhir ini?

Jika Anda masih tidak percaya dan menyodorkan banyak analisa yang menyangkal semua ini, maka Anda telah ditipu habis-habisan oleh Disinformation Unit CIA yang memang bekerja untuk menipu dunia. Novel ini akan mengubah pandangan hidup Anda agar lebih sehat dan waspada.

**************
Novel ini berangkat dari fakta-fakta ilmiah dan nyata, untuk itu telah dilengkapi ratusan catatan kaki dan rujukan yang bisa ditelusuri para pembaca jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang satu topik, baik berupa situs di internet, maupun literatur cetak. Di novel ini juga banyak disajikan data Daftar Kematian Saintis Dunia lengkap dengan kronologis kematian misteriusnya, tentu saja bagi penikmat teori konspirasi, novel ini sangat menarik untuk dibaca.

Bagi penulis, novel adalah cara baru untuk menyampaikan kebenaran. Buat para skeptis teori-teori konspirasi silakan Anda berpikir ulang setelah membaca novel ini, bisa saja Anda selama ini telah masuk perangkap Disinformation Unit CIA yang telah menguasai media. [Klik: Propaganda and Disinformation: How the CIA Manufactures History dan Video: CIA Influence on the Mass Media: How Disinformation Campaigns Work terdapat tiga seri video.

Tokoh utama di dalam novel ini ada tiga orang, yaitu:

  1. George Marshall, seorang pria mantan elit militer Australia (Australian SAS), snipper, yang menyesal bergabung bersama pasukan koalisi multi-nasional dalam penyerangan ke Afghanistan memburu Osama bin Laden pasca tragedi 9/11. Setelah mundur dari dunia militer, ia bekerja sebagai investigator untuk sebuah firma asuransi yang berpusat di London. Dan akhirnya menjadi novelist.
  2. Dr. Alda Adrina, Mantan kepala sebuah tim riset biomedis yang merupakan unit dari Lembaga Riset dan Teknologi yang berpusat di Indiana, AS. Kemudian menghabiskan seluruh waktu dan perhatiannya di laboratorium pribadinya (sebagai seorang scientist).
  3. Profesor Lombardo, scientist yang fokus pada penelitian senjata biologi.

Dengan berlatar kota-kota di negara Italia dan San Marino, novel ini bercerita petualangan George dan Alda ketika dalam kejaran CIA, yang ingin mendapatkan microchip yang berisi dokumen super rahasia mengenai Depopulation Program. (Pengurangan populasi penduduk dunia, dan mempertahankan populasi dunia pada angka 500 juta jiwa saja agar seimbang dengan sumber daya alam).

Di dalam novel ini juga diceritakan rencana elit globalis dalam mewujudkan The New World Order melalui Depopulation Program yang dijalankan dengan beberapa cara, antara lain:

1 |. Cara lambat adalah dengan memasukkan racun ke dalam obat dan makanan kita, dan racun tersebut dipropagandakan aman untuk dikonsumsi.
Contoh: MSG (yang secara kontroversial dinyatakan aman oleh FDA), Aspartame, Siklamat. Kemudian dengan menyebarkan wabah penyakit, seperti virus ebola di Afrika, sapi gila, flu burung dan wabah penyakit yang berskala besar.

2 |. Cara cepat adalah dengan cara rekayasa konflik atau bencana alam.
Contoh: Perang Irak, Perang di Afganistan, bahkan Joe Vialls berpendapat bahwa bencana alam tsunami di Aceh adalah bencana alam artificial. Dengan dua tulisannya berjudul “Did New York Orchestrate The Asian Tsunami?” (Joe Vialls, 5-6 Januari 2005) dan “Why the March 8.7 Quake Did Not Cause a Tsunami” (5 April 2005). Tidak lama setelah menulis artikel itu Vialls ditemukan tewas di Perth 17 Juli 2005. Dan semua issue tersebut bisa disangkal oleh Disinformation Unit CIA. Original site: http://www.joevialls.net/sumatra/earthquake.html dan http://www.vialls.com/subliminalsuggestion/tsunami.html telah ditutup setelaj Joe Vialls meninggal dunia.

Detail tentang rekayasa bencana alam, secara ilmiah dipaparkan mulai pada hal. 370 novel ini, diawali penjelasan tentang proyek HAARP (High-frequency Active Auroral Research Program) yang merupakan salah satu obsesi teknologi tertinggi kaum globalis untuk bisa menyaingi Tuhan dalam mengatur bumi ini. Situs resminya di www.haarp.alaska.edu. Proyek yang dimulai tahun 1993 ini diproyeksikan bisa beroperasi secara sempurna pada tahun 2012-2013. Proyek HAARP dibangun untuk menyediakan fasilitas eksperimen tentang fenomena ionosfer yang akan digunakan untuk menganalisa karakter cuaca bumi serta mengembangkan teknologi pemutakhirannya untuk tujuan komunikasi dan pengintaian iklim. Namun bagi banyak pengamat militer, mereka curiga jika fasilitas tersebut secara diam-diam dipakai oleh Amerika untuk mengembangkan senjata pemusnah massal yang memiliiki kemampuan mengendalikan dan menciptakan bencana alam artifisial seperti banjir, wabah kelaparan, perubahan ekstrem cuaca, gempa bumi, atau kekeringan, dengan cara memanipulasi penguapan air dan sebagainya. Rupanya teknologi ini yang mengilhami Sidney Sheldon menulis novel “Are You Affraid of the Dark?” yang bercerita tentang konspirasi pemanasan global.

Terutama pada adegan perburuan oleh agen-agen CIA terhadap ketiga tokoh utama di atas, seperti menyaksikan adu strategi ala film-film James Bond dan kecanggihan teknologi ala film Eagle Eye, sehingga novel ini cukup menarik, seru dan menegangkan untuk dibaca, dengan tagline: Agenda Tersembunyi Pemusnahan Manusia

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
25.12.2010

——————————
Artikel terkait dengan novel ini:

  1. Suatu hari di Ruang Disinformation Unit CIA.
  2. Benarkah Virus HIV sengaja diciptakan
  3. Georgia Guidestone – Prasasti 10 Perintah Tata Dunia Baru.

Demi kelancaran bisnis, Maskapai itu terpaksa takluk pada sebuah mitos.

Hai Sahabat MPers,

Dalam perjalanan dari Batam ke Jakarta kemaren, di dalam pesawat terbang yang saya tumpangi, saya melanjutkan membaca Novel The Jacatra Secret. Karena padatnya agenda, sedikit sekali waktuku untuk berinteraksi dengan novel ini, jadi gak kelar-kelar bacanya 🙂

Tiba pada bagian halaman 127, di situ tertulis:

Selain hotel, kursi pesawat terbang pun tidak ada yang mencantumkan angka 13. Di Amerika Serikat, keyakinan ini telah menelan biaya satu miliar dollar per tahunnya, disebabkan banyak orang membatalkan kepergian dengan kereta api atau pesawat terbang, membatalkan transaksi perdagangan, pada tanggal 13 tiap bulannya.

Saat itu saya duduk dikursi 31C, tulisan di atas membuat saya penasaran, apakah pesawat yang saya tumpangi ini juga melakukan hal tersebut. Setelah pesawat landing, saya sempatkan untuk memastikan ketiadaan nomor tempat duduk tersebut sembari keluar dari pesawat. Dan hasilnya ternyata benar, no 13 itu TIDAK ADA, sedangkan no 14 ada pada deretan seberang.

13

Di seberang ada no No.14, tetapi No. 13 tidak ada?


Sejak lama angka 13 dipercaya sebagai angka yang membawa kesialan, sehingga angka ini tidak digunakan sebagai nomor kamar di hotel-hotel besar, nomor tempat duduk di pesawat, nomor lantai di gedung-gedung pencakar langit dan lainnya. Orang-orang yang memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap angka 13 disebut sebagai Triskaidekaphobia, dan akibat adanya fobia ini berakibat besar seperti yang tertulis pada text box di atas. Dalam sebuah artikel ilmiah di Smithsonian Magazine, Februari 1987, berjudul Triskaidekaphobia (ketakutan terhadap angka 13), psiko-sosiolog Paul Hoffman melaporkan hasil risetnya bahwa akibat phobia tersebut, setiap tahun Amerika Serikat dirugikan minimal satu miliar dollar Amerika akibat absenteisme, pembatalan perjalanan darat, udara, dan laut, sambil memerosotkan kinerja ekonomi, industri, dan bisnis pada setiap tanggal 13 setiap bulan, apalagi bila kebetulan jatuh pada hari Friday!

Aneh tapi nyata, ternyata kekuatan sebuah mitos mampu membuat modernisasi terlihat seperti sesuatu yang tidak modern 🙂

Lantas, apakah benar 13 adalah Angka sial?
Mengapa maskapai penerbangan yang pesawatnya saya tumpangi ini juga percaya dengan mitos ini?

Anggapan itu harus diluruskan!

Karena mitos angka 13 adalah sebuah alat propaganda yang punya tujuan besar di balik penyesatan seperti itu.

Angka 13 awalnya tidak berkonotasi negatif. Kelompok-kelompok gnosis malah menganggapnya sebagai angka tertinggi dan suci. Anggapan jika angka tigabelas itu sial berasal dari Eropa, yang bermula pada satu kejadian penting di Perancis, pada hari Jum’at, 13 Oktober 1307.

Tanggal kejadian tersebut kemudian diabadikan pada sebuah film Hollywood yang berjudul: “Friday Thirteen”.

Paus Clement III dan Raja Philip IV mengetahui jika Templar sangat memuja angka 13. Sebab itu, mereka sengaja membuat satu kejutan pada momentum tanggal tersebut untuk menghajar Templar. Pembasmian ini ternyata tidak berhasil melenyapkan Templar sepenuhnya. Para Prajurit legendaris Perang Salib ini menyelamatkan diri dengan menyebar ke berbagai wilayah Eropa. Mereka yang lari ke Bavaria mengganti jubahnya dengan mendirikan kelompok baru bernama Knight of Teutonik. Yang kabur ke Malta menjadi Knight of Malta atau Knight of Rodhes. Di Italia, Portugal, dan Spanyol menjadi Knight of Christ. Christopher Colombus dan Vasco da Gama adalah anggota ordo ini dan kemudian mengekspornya ke Amerika. Mereka ini adalah orang-orang terlatih, baik secara fisik maupun kemahiran berperang, dan berhasil menyusup ke berbagai jantung kekuasaan.

Kerajaan Skotlandia kala itu merupakan satu-satunya wilayah di Eropa yang sedang diekskomunikasikan oleh Gereja. Sebab itu para pelarian Templar diterima dengan tangan terbuka oleh rajanya, Robert The Bruce aka Bruce The Mighty, dan dititipkan di loji-loji tukang batu setempat. Para tukang batu di Skotlandia disebut dengan istilah Mason. Setelah para Templar ini menguasai serikat tukang batu tersebut, maka mereka mengubah watak asli serikat ini dan memberi nama baru: Freemasonry. Dan serikat tukang batu yang hanya pandai membangun gedung, mereka kemudian berubah menjadi perencana, pembangun, arsitek dunia, perancang banyak peristiwa, sehingga dunia meyakini jika mereka berada di belakang semua konspirasi besar dunia. Dan memang begitulah adanya. Mereka menguasai jaringan media massa dan hiburan dunia, termasuk Hollywood, sehingga mereka ingin mengenang hari sial mereka, yakni Jumat tanggal 13 ke seluruh dunia, dengan membuat propaganda salah, false-flag, ke seluruh dunia. Padahal, mereka sendiri tidak menganggapnya demikian.

Komunikasi Yahudi menggunakan bahasa simbolis.

Freemason menggunakan bahasa simbolis untuk komunikasi sesama mereka dan untuk menyampaikan pesan-pesan mereka kesuluruh dunia. angka 13 menegaskan kekuasaan mereka, angka 13 melekat pada berbagai organisasi, institusi, perusahaan internasional, industri film, dll.

Pernahkah Anda menonton film “13 Ghosts”? Film in bercerita tentang 12 hantu yang membutuhkan 1 hantu lagi sehingga lengkap jadi 13 untuk membangkitkan manusia paling berkuasa dimuka bumi. Dalam adegan film itu seseorang bernama Ben Mosses berdialog dengan hantu ke 13, dan manusia paling berkuasa itu memiliki simbol satu mata “all-seeing eye” aka illuminati eye aka The Great Architect aka Dajjal bermata satu.
Pernahkah Anda menonoton film “Blade” si vampir ke 13 yang setengah manusia?
Ternyata ada ratusan film-film yang memuat propaganda angka 13, yang sebenarnya sedang membawa sebuah pesan. Bahkan tokoh fiksi Zombie dan Vampyre adalah alat propaganda dan pembawa pesan juga (ntar ada waktunya saya bahas juga).

Hollywood memang sebuah penyampai pesan baik yang digunakan kelompok Luciferian kepada seluruh umat manusia. Jauh sebelum menara kembar WTC hancur pada 11 September 2001, puluhan bahkan ratusan film Hollywood dari Bart Simpson, Face-Off, Astronaut’s Wife, hingga Pelican Brief telah menyampaikan pesan bakal terjadinya tragedi besar itu. Modus penabrakan pesawat, menara kembar, nomor pesawat, tanggal dan waktu kejadian, jumlah korban, dan sebagainya disisipkan secara cerdik di dalam film-film Hollywood tersebut.

Selain propaganda melalui film-film, angka 13 ini terdapat juga di berbagai benda di sekeliling kita, mulai dari rumus Barcode yang tertera di setiap produk keluaran pabrik, lambang negara Amerika Serikat, jumlah kartu remi dan tarot, rumus suci geometri yang biasanya terpahat dan disembunyikan dalam berbagai arsitektur bangunan seperti halnya Monumen Washington DC dan Patung Liberty, simbolisasi logo Microsoft, simbolisasi logo McDonalds dan berbagai perusahaan multinasional AS, lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta di AS, hingga bilangan batu permata yang ada di Cruix Gemmata, salib yang bertaburkan 13 batu mulia.

Bangsa barat memang telah lama didoktrin secara halus oleh mereka untuk takut kepada suku Yahudi ke-13. siapa yang hendak melawan konspirasi mereka untuk menggenggam dunia akan berakibat sial, karena mereka sudah terlampau kuat, setahap lagi menggenggam dunia. Dan angka 13 adalah propaganda teror mental yang sebenarnya.

“Konspirasi” sangat doyan menggunakan angka 13 di dalam simbol-simbol mereka

Annemarie Schimmel di dalam The Mystery of Numbers (1993) mengutip simbolog Ernst Boklen yang melakukan penelitian mendalam terhadap kepercayaan angka 13. Buku Boklen ini diterbitkan pada tahun 1913! Menurut Boklen, kelompok-kelompok gnostik dibentuk dengan format 12+1 (13). Schimmel sendiri berkeyakinan jika kepercayaan ini berasal dari kepercayaan mistis di zaman Babilonia, bahkan lebih tua dari era tersebut. Jadi, angka 13 sekarang ini adalah lambang penyembahan terhadap Lucifer. Dalam kepercayaan Kabbalah, angka 13 menempati posisi suci, sebab itu banyak digunakan dalam berbagai simbol dan arsitektural.

Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa:

  1. Tidak ada angka sial, dan tak satupun kesialan di dunia ini disebabkan oleh angka. Kesialan di dunia ini lebih condong kepada human error. Angka hanya sebagai kambing hitam saja.
  2. Ada pihak menggunakan mitos angka sial sebagai sarana mengembangkan rezim terornya. Angka 13 diyakini sebagai sosok yang paling kuat, paling hebat, dan paling ditakuti oleh semua manusia. Bagi yang mempercayainya akan semakin takut dan takut sehingga ketakutannya seakan-akan nyata. Diperparah dengan kondisi iman yang lemah dan sangat cinta duniawi.
  3. Tiga belas hanyalah angka. Tentu kita tidak boleh meyakini angka-angka karena hal tersebut bisa menjurus kepada kemusyrikan. Secara rasio, tak mungkin suatu angka membawa kesialan atau kemujuran. Takdir ada pada Allah. Tetapi orang-orang yang tak percaya dan para komprador memang susah untuk menerimanya. “Mereka tuli, bisu dan buta, sebab itu mereka tidak bisa kembali (kepada kebenaran).” (QS. Al Baqarah 2:18).

Kembali ke soal pesawat terbang yang saya tumpangi, pastinya akan selalu terjadi pro dan kontra mengenai mitos angka 13, nah airline itu khan tidak tahu siapa-siapa saja yang naik pesawat mereka, apakah mereka percaya mitos atau tidak. Jadi, daripada membuat penumpang yang (kebetulan percaya mitos itu) naik airline tersebut merasa cemas, dan tidak menyalahkan airline misal sewaktu-waktu ada insiden karena adanya kursi no.13, maka…. airline tentu gak mau ambil pusing, jadinya kursi no. 13 ditiadakan aja deh, hal yang sama juga berlaku pada lantai hotel, karena pihak hotel tidak ingin rugi dari segi bisnis.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

**********
Referensi:
1. Novel “The Jacatra Secret” karya Rizki Ridyasmara.
2. Buku “Night Templar, The Knight Christ” karya Rizki Ridyasmara.

Bedah Novel: The Jacatra Secret

Novel: The Jacatra Secret
Tagline: “Cara terbaik menyembunyikan rahasia adalah dengan meletakkannya di tempat umum…”(George Washington, Mason 33°)
Karya: Rizki Ridyasmara

Kata Pengantar (hal 8):

FAKTA

Jakarta dulu bernama Batavia. Kota ini dibangun VOC menurut cetak biru Freemasonry Hindia Belanda. Kelompok Luciferian ini menyisipkan aneka simbol Masoniknya di berbagai tata ruang kota, arsitektur gedung dan monumen, prasasti makam, dan lainnya, yang masih bisa disaksikan hingga sekarang.

Vatikan pada tahun 1738 dan 1751 menyatakan Freemasonry tidak bertuhan. Tahun 1962 Presiden Soekarno membubarkannya. Namun pada tahun 2000, Gus Dur menerbitkan Keppres No.69/2000 yang melegalkan kembali Freemasonry di Indonesia. Menurut catatan Dr. Th. Steven dalam “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962”, sejumlah tokoh Indonesia menjadi anggota persaudaraan ini. Mereka antara lain Pelukis Raden Saleh, ketua Boedhi Oetomo Raden Adipati Tirto Koesoemo, dan juga Kapolri pertama, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Sekarang, persaudaraan ini masih eksis sebagai motor utama kaum Imperialis-Globalis. Di awal Orde Baru, Mafia Berkeley merupakan salah satu pelayan mereka, dan kini mereka dikenal dengan nama kelompok Libertarian.

Semua deskripsi tentang tata ruang kota, arsitektur museum, monumen, dan prasasti makam dalam novel ini adalah OTENTIK.

Tertulis di cover belakang:

VOC membangun Batavia sebagai loji terbesar Freemasonry, kelompok persaudaraan rahasia Luciferian di Nusantara. Sebab itu, banyak simbol Satan disusupkan ke dalam arsitektur kota Jakarta yang masih bisa disaksikan hingga hari ini.

Ikuti penelusuran Doktor John Grant dan Angelina Dimitreia dalam menyibak rahasia-rahasia Jakarta: dari Simbol Bunga Pagan dan Peraudaraan Ular di Museum Fatahillah, Simbol Baphomet di Menteng, The Sacred Sextum di Obelisk Monas, Ra Goddes Eye’s di Bundaran Hotel Indonesia, Simbol Mahaguru Freemason di Kebon Jahe Kober, gedung-gedung Luciferian dan 13 -The Satanic Mumber- di sekitar kita.

Semua deskripsi dan foto tentang arsitektur museum, tata ruang kota, prasasti makam, dan monumen dalam novel ini adalah OTENTIK!.

Selama membaca beberapa halaman ada hal yang mengganjal dan bikin penasaran, antara lain:

1. Bingung nyari CATATAN KAKI /FOOTNOTE, aku ubek-ubek seluruh halaman kok ngga ada ya, padahal ada beberapa yang aku ngga ngerti maksud dari sebuah kata / kalimat yg ditandai footnote di situ, jadi terpaksa bacanya sambil googling, trus nambahin sendiri catatan kakinya di halaman itu. 🙂

2. Nah, ini dia… ngga ada data DAFTAR PUSTAKA sebagai refferensi yang menunjukkan bahwa semua data yang ada di novel ini adalah valid, apalagi pengarang mengklaim semua informasi di situ bersifat OTENTIK.

*Catatan:
Bila Anda tertarik untuk membeli novelnya, silakan hubungi saya di: iwan_pipeline@yahoo.com

Lanjut ke hal. 2: Menelusuri Jejak Freemason, Illuminati, Kaballah & Zionism di Jakarta