Home » Posts tagged 'ghazwul fikri'

Tag Archives: ghazwul fikri

Kalimat Motivasi Beracun dan Jerat Pertemanan

Bismillah …

Kita pasti sudah familiar dengan kalimat motivasi: “be yourself” (jadilah dirimu sendiri). Tahukah Anda, bahwa kalimat itu justru menginspirasi lahirnya lagu berjudul “Born This Way” yang dipopulerkan si boneka illuminati, Lady Gaga? Lagu yang ditujukan untuk kaum homoseksual agar bangga dengan orientasi seksualnya. Kebanggaan yang harus ditanamkan dalam diri, untuk kemudian dijaganya sampai mati. Na’udzubillahi mindzalik.

Masih senafas dengan motif / tujuan dari pesan kalimat motivasi tersebut, ada seorang pelacur yang menulis pesan / status di bawah ini lewat akun media sosialnya, 2 minggu sebelum ajal menjemputnya lewat pembunuhan (kemungkinan besar ia belum sempat bertobat). Statusnya tersebut dilampiri gambar berupa ‘kalimat motivasi’.
(more…)

[Dialog] Menjawab Tuduhan: Islam Kejam, Menganjurkan Perbudakan

perbudakan, slavery

Bismillah …

Dunia saat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertamanya adalah dunia yang masih dalam titik nadir peradabaan. Seluruh dunia tenggelam dalam perbudakan sampai Islam datang melakukan revolusi. Satu per satu dunia kemudian bangkit menuju kemuliaannya. Perbudakan hilang perlahan tapi pasti. Seluruh pintu perbudakan ditutup rapat, kecuali pintu oleh sebab tawanan dalam perang muslim melawan kaum kafir; sedangkan budak yang masih ada didorong untuk dibebaskan. Agama Islam mempunyai solusi paling canggih yang termuat dalam kitab suci terkait perbudakan.

……….

Di Sabtu siang, di dalam saung di samping rumah Nadia, selesai menyantap makan siang, terjadilah dialog antara Nadia dengan teman sekolahnya, Jenny, yang berpandangan liberal.

“Nadia, di dalam Qur’an, Allah menghalalkan berhubungan seks dengan budak-budak wanita, seperti ayat yang berbunyi:

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” [QS. Al-Mu’minun (23) :5-6]

“Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.” [QS. Al-Ahzab (33) :50]

Wah wah wah … laki-laki muslim enak juga ya punya budak, bisa menyetubuhi tanpa dinikahi. Berarti Islam itu gak adil dong, di satu sisi bilang mau membebaskan perbudakan, tapi dalam ayat Quran kok Tuhan malah memperbolehkan umat Islam menyetubuhi budak. Katanya Islam melarang perzinahan… Aneh …”

(more…)

Toleransi Palsu, Buah Dari Racun Pluralisme

Bismillah …

Toleransi antar umat beragama merupakan slogan yang indah karena memuat pesan-pesan berharga yang diinginkan umat manusia yaitu saling memahami, saling menghargai dan menghormati, serta tidak memaksakan kehendak.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang toleran. Karena itu, Islam tidak memaksakan urusan memilih agama kepada umat manusia, sesuai dengan firman-Nya: “Tiada paksaan untuk masuk ke dalam agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat.” [QS. Al-Baqarah: 256]

Anehnya, ada kelompok yang mengaku muslim moderat dan terpelajar mempropagandakan konsep toleransi yang jauh dari nilai-nilai Islam. Mereka kemas konsep tersebut dalam satu paket proyek pluralisme di Indonesia.

Prinsip toleransi yang ditawarkan Islam dan yang ditawarkan pengasong pluralisme sungguh sangat jauh berbeda. Mari cermati perbedaannya di bawah ini.
(more…)

[Dialog] Cinta Tapi Beda

nikah beda agama[ilustrasi: thisisgender.com]

Bismillah …

Dari dulu, UU Perkawinan selalu menjadi ajang tarik menarik antara umat Islam (yang menginginkan berlindung di bawah teduhnya aturan agama) versus pendukung sekularisme. Meski telah difatwa haram, pernikahan beda agama memiliki sejumlah pendukung yang terus bersuara, bahkan mereka menempatkannya dalam koridor demokrasi dan HAM. Di tahun ini kembali riuh, dimana ada sekelompok warga yang menggugat Pasal 2 ayat 1 UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, yang berbunyi: “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu” [1].

Menyikapi hal tersebut, Kyai Maksum (tokoh yang tidak asing lagi di blog ini) mengajak berdialog dengan Baran Yajida, mahasiswi, aktivis Cinta Tapi Beda (Cipida) yang mendukung legalisasi nikah beda agama (NBA).
(more…)

Anak Bisa Menjadi Pembatal Orangtua Masuk Surga

Bismillah …

Ada seorang anak, yang dimasa kecilnya begitu lucu, menggemaskan, rajin, pintar, dan cerdas, serta hal-hal baik lainnya melekat ada pada diri anak tersebut. Pendidikan parenting yang diperolehnya di masa kecil begitu baik. Di sekolah prestasinya juga menonjol. … Namun sayangnya, saat ia beranjak remaja kondisi tersebut pelan-pelan berubah, sifat buruknya lebih dominan dari sifat baiknya. Sang anak menjadi pribadi yang berani menentang hukum-hukum Allah. Ia mengusung nilai-nilai liberalisme yang menghendaki kebebasan individu dalam segala bidang, sehingga kehidupannya pun jauh dari nilai-nilai agama. Demikian berlanjut terus ke perjalanan hidupnya di masa tuanya.

Mengapa kondisinya bisa berakhir seperti itu?
Apakah resikonya kelak di akhirat hanya ditanggung sendiri oleh anak?
Mari kita bahas.
(more…)

Runtuhnya Teori ‘Gen Gay’

Gay

Bismillah…

Jurnal ini tambahan penjelasan tentang runtuhnya teori ‘Gen Gay’ pada jurnal sebelumnya: Kasus Sodomi Anak dan Perilaku Homoseksual Anak.

Kaum homoseksual yang didukung aktivis liberal di negeri ini sudah mulai berani unjuk diri di berbagai media guna memperjuangkan cita-citanya, yaitu pernikahan sesama jenis diakui secara hukum. Dengan dalih HAM dan alasan genetis bahwa orientasi homoseksual adalah karena faktor keturunan berdasarkan penelitian yang melahirkan teori ‘gen gay’ atau ‘born gay’ (sifat bawaan yang ada pada kalangan yang kemudian menjadi pembentuk karakter gay pada seseorang). Dari sini lahir propaganda yang sering kita dengar misalnya: “Adalah keputusan Tuhan untuk menjadikan kami gay” atau “Gay adalah akibat kelainan genetika, kami tidak akan bisa mengubah itu”.

Sebenarnya, validkah teori ‘gen gay’ tersebut?
(more…)

Fenomena Anak Hobi Menyodomi Anak-Anak. Bagaimana Masa Depan Bangsa?

Bismillah …

Jurnal ini mengupas jawaban atas pertanyaan quiz: Mahalnya Kelalaian, yang dikemas dalam sebuah flash fiction. Terimakasih kepada para sahabat blogger yang telah mencoba menjawab quiz: “Apa saja kekuatiran bu Desi terhadap putranya?”. Bagi yang belum pernah membacanya, silakan buka jurnal tersebut agar bisa connect dengan pembahasan di bawah ini.

Flash fiction tersebut terinspirasi dari berbagai kisah nyata tragedi pelecehan seksual anak yang pelakunya juga masih anak-anak, dengan modus yang hampir sama. Silakan menyimak sebagian kasusnya di bawah ini: (more…)