Home » Posts tagged 'depopulation program'

Tag Archives: depopulation program

Georgia Guidestone – Prasasti 10 Perintah Tata Dunia Baru

[Dari blog lamaku: fightforfreedom.multiply.com/reviews/item/18
Posted on Dec 27, ’10 2:56 AM]

Ini adalah video penjelas untuk Novel “CODEX; KONSPIRASI JAHAT DI ATAS MEJA MAKAN KITA”, baca review-nya di sini.

Kontrol Populasi Dunia melalui DEPOPULATION PROGRAM

Begitu banyak fakta konspirasi dan ketidakadilan menyangkut PBB. Ada satu konspirasi PBB yang luput dari perhatian masyarakat umum yakni tentang rencana Konspirasi untuk mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500 juta manusia. Ini merupakan sebuah program rahasia yang berangkat dari keyakinan pagan yang ingin memelihara keselarasan populasi manusia dengan Bumi. Juga diperkuat dengan pemikiran bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya, dengan seluruh ekosistemnya, rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak akan sanggup untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang—sekitar 6 miliar orang—dengan baik. Jika demikian, Depopulation Program adalah sebuah program global untuk memusnahkan lima miliar lima ratus juta jiwa manusia! (more…)

Benarkah Virus HIV sengaja diciptakan?

Bismillah…

Berawal dari review saya tentang novel CODEX: Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita. Di cover belakang tertulis:

DEPOPULATION PROGRAM ADALAH NYATA!
…….
Tahukah Anda jika HIV sengaja diciptakan untuk memusnahkan etnis asli Afrika?
……..

Kemudian mas Wikan memberikan pertanyaan yang bagus:

Wikan said:
kalau AIDS buat membasmi orang Afrika, kenapa orang Amerika dan orang di lain benua juga kena?

Karena terlalu panjang penjelasannya, maka saya buka thread baru, dengan jawaban sebagai berikut:

WHO tahun 2008 mencatat jika di benua Afrika sekurangnya ada 40 jutaan orang terjangkit HIV. Ini menurut data resmi, sedangkan semua orang tahu jika angka di lapangan bisa lebih banyak dua atau tiga kali dari data resmi. Di dunia ini, HIV memang dikenal sebagai pembunuh nomor satu orang-orang kulit hitam. Dalam perkembangan penelitian, banyak saintis dunia yang mengatakan bahwa HIV sengaja diciptakan untuk pemusnahan massal, siapa yang mengatakan:

[1] Doktor Mangari Waathai, Doktor Biologi peraih Nobel di tahun 2004, yang dengan tegas menyatakan jika HIV merupakan senjata biologi yang sengaja diciptakan untuk menghabisi satu etnis manusia. Sejarah HIV tidak berawal dari monyet-monyet yang hidup di Afrika lalu menulari manusia. Ini dusta besar orang-orang Barat. Sebagai orang Afrika, Mangari Waathai mengaku jika kaumnya telah berabad-abad silam hidup berdampingan dengan monyet-monyet di alam liar, namun dahulu tidak ada yang namanya HIV.
Referensi:

[2] Jacob Segal, Profesor Biologi di Humboldt University Jerman, yang berjudul “AIDS: USA Home-made Evil”. Dalam tulisannya, Segal meyakini jika Virus HIV berawal bukan dari Afrika, tapi dari Fort Detrick-Maryland, fasilitas penelitian senjata kimia dan biologi rahasia yang dimiliki Pentagon yang didanai Rockefeller, CIA, dan National Institute of Health; dengan cara menggabungkan genom viral dari VISNA dan HTLV-1, karena keduanya nyaris identik dengan genom HIV. Tulisannya bisa dibaca di Journal Science 1985 (227: 173-177) atau Conspiracy theories in American history: an encyclopedia, Volume 1, by Peter Knight, hal 43 dari 299.

[3] Profesor Willace L. Pannier yang meninggal baru-baru ini mengetahui semua itu dan dia juga meninggalkan catatannya tentang fakta di sekitar HIV. Berita kematiannya di sini. Kematiannya termasuk misterius seperti halnya para saintis lainnya yang juga masih misterius penyebab kematiannya. Baca: Highly Suspicious Deaths Of A Statistically Impossible Amount Of Top Scientists.

Tulisan di bawah ini meng-quote Novel “Codex: Konspirasi Jahat di atas Meja Makan Kita”, hal 381-384, diceritakan bahwa pemeran utama menyebarkan bocoran catatan-catatan rahasia ke dunia internet (semacam wikileaks), yang membuat CIA (Unit Disinformasi) bekerja keras membuat informasi tandingan.

———- start quote ———-

Inilah catatan-catatan yang dibuat Willace L. Pannier di sela-sela kesibukannya bergabung dengan tim khusus di Laboratorium Fort Detrick, AS.

“HIV merupakan istilah baru bagi virus lama bernama SV40. Ini adalah nama bagi salah satu dari sejumlah organisme viral andalan yang telah diisolasi oleh seksi virus di Fort Detrick. SV40 dapat dijadikan sebagai virus yang mampu menyerang dan menghancukan sistem kekebalan tubuh manusia. Semua ini digagas oleh orang-orang seperti Prescott Bush, Harriman, Rockefeler, dan sekutu The New World Order lainnya, yang sepakat menjalankan agenda Eugenics Movement sejak awal tahun 1900-an”.

Eugenics Movement merupakan gerakan rasialis untuk memperbanyak ras manusia superior (kulit putih, mata biru, dsb), dan menghancurkan ras manusia yang dianggap inferior (kulit berwarna, lemah fisik, cacat, dsbnya). Gerakan ini secara nyata telah dipraktekkan Adolf Hitler dengan NAZI-nya dalam PD II. Keluarga Harriman pada tahun 1910 mendanai Eugenics Record Office di Cold Spring Harbor, NY, dimana salah satu produknya adalah Human Genome Project.

Pannier memaparkan bahwa ada satu nama yang erat dengan sejarah HIV itu sendiri yakni Doktor Hilary Koprowski, seorang Yahudi Polandia. Koprowski lahir di Warsawa, 5 Desember 1916 yang kemudian dikenal dunia sebagai pakar imunologi dan juga pakar virus. Riwayat hidup Koprowski jelas-jelas membuktikan jika NAZI memang berkolaborasi dengan sejumlah elit Yahudi. Ketika NAZI menyerang Polandia di tahun 1939, NAZI mengizinkan Koprowski untuk meneruskan pendidikannya hingga meraih gelar dokter. Atas izin NAZI pula dia meninggalkan Polandia dan pindah ke Italia, negeri sekutu NAZI. Dari Italia, Koprowski pergi ke Brazil untuk meneliti penyakit kuning dan virus-virus neotropik dengan dana dari Rockefeller Foundation.

Di tahun 1957, Koprowski melakukan percobaan vaksin polio di Afrika. Koprowski menggunakan tisu ginjal monyet yang telah dipaparkan virus SV40 dan menginjeksi vaksin yang telah terkontaminasi tersebut kepada ribuan orang Negro Afrika. (Buku “The Dark River: A Journey to the Source of HIV and AIDS”; dan buku “Deadly Mist, Upaya Amerika Merusak Kesehatan”). Walau mengakui hal ini, namun Koprowski menolak jika dikatakan telah menciptakan virus HIV. (sumber: Hilary Koprowski: AIDS and the Polio Vaccine).

Walau demikain bukti-bukti di lapangan telah menunjukkan jika titik awal epidemi AIDS memang berasal dari Afrika Tengah, lokasi yang sama ketika Koprowski melakukan vaksinasi polio terhadap lebih dari 300 ribu orang negro Afrika di tahun 1957 hingga 1960.

Dalam catatan akhirnya tentang HIV-AIDS, Pannier menulis:

“Sudah menjadi strategi kelompok elit ini sejak dulu untuk bermain di dua kaki: Menciptakan penyakit, dan menciptakan obatnya. Namun tak jarang obat yang diciptakan ternyata malah memperkuat penyakit tersebut sehingga pasien akan memerlukan obat lain yang jauh lebih kuat dan menyebabkan dia ketergantungan obat-obatan medis. Mereka menciptakan banyak pelanggan dari usaha jahat ini.”

“HIV dan AIDS diciptakan oleh konspirasi jahat keluarga Harriman, Rockefeller, dan Bush. Ketiganya kuliah di Yale University dan bergabung dalam komunitas penyembah Lucifer Universitas Yale bernama “The Skull and Bones Brotherhood”. Dan faktanya, Universitas Yale adalah pemegang hak paten atas salah satu obat utama HIV yang dikenal dengan istilah d4t atau Zerit yang ditemukan awal 1990-an, dan menunjuk Bristol Myers untuk memproduksi dan memasarkannya. Dari obat ini saja, Yale menerima royalti sebesar US $328 juta. Padahal, Zerit tidak menghilangkan HIV namun hanya memperpanjang usia sehingga orang yang menderita HIV dapat menularkannya dan “merekrut” banyak calon pelanggan obat-obatan mereka.

———- end quote ———-

Sebagai rujukan tambahan, silakan lihat video dokumenter: IN LIES WE TRUST.
Film karya Sir Leonard George Horowitz tentang sejarah bioterorism, termasuk bagaimana AIDS dan vaksin-vaksin jahat itu sengaja diciptakan, juga peran CIA serta media propaganda Hollywood. Video In Lies We Trust ini berdurasi 2 jam 30 menit. Video ini semakin meyakinkan saya bahwa kejahatan bioterorism adalah NYATA.




Fight For Freedom!

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
28.12.2010

Suatu hari di ruang Disinformation Unit CIA

Bismillah …

Mengapa berbagai dokumen rahasia yang dibocorkan Wikileaks dikatakan banyak hal informasi yang tidak begitu penting bahkan terkesan konyol? Seperti tempat-tempat kesukaan presiden anu, acara-acara televisi favorit perdana menteri anu, serta contoh-contoh informasi konyol lainnya (warna kesukaan, gosip-gosip pejabat, dll).

Mengapa teori-teori konspirasi gerakan Freemasonry yang beredar belakangan ini banyak hal-hal yang berlebihan, hingga terkesan konyol dan dibuat-buat?

Silakan kunjungi youtube, ketik kata kunci “Disinformation” dan “CIA”, maka akan muncul banyak tautan film yang berisi pengakuan para bekas agen CIA, seperti John Stockwell. Yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

Atau bila Anda terbatas akses ke video, maka inilah jawabannya…

Penggalan cerita Novel “CODEX: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita”, setelah semua isi dokumen rahasia di dalam microchip itu diunggah dan disebarluaskan melalui media internet, hal 348-350.

********* start quote ************

Di salah satu ruangan di markas besar Langley, dengan pintu bertuliskan “Disinformation Unit”, agen khusus Victoria Burnout tampak begitu sibuk mengkoordinasi pasukan kecilnya yang terdiri dari sepuluh analis dibantu sepuluh asistennya. Mereka semua telah terlatih untuk mengacaukan persepsi dunia tentang segala hal. Unit ini bekerja secara rahasia dan memiliki jaringan yang kuat, namun tak pernah secara resmi diakui, ke berbagai kantor berita dan media besar dunia, baik media cetak maupun elektronik.

Prinsip kerja mereka sesungguhnya sederhana, membuat yang asli menjadi palsu, dan menjadikan yang palsu dianggap sebagai asli. Caranya bermacam-macam dan sangat fleksibel, tergantung pada masalah apa yang tengah dihadapi.

Greg Summersky benar ketika mengatakan jika bukan sekali ini saja CIA kecolongan pihak lain yang menyebarkan dokumen-dokumen yang seharusnya bersifat rahasia. Namun dengan kerja dan koordinasi yang rapi, mereka bisa menyelesaikan semua itu dengan sempurna.

Dalam kasus tersebarnya dokumen-dokumen rahasia yang berasal dari microchip Profesor William L.Pannier, Unit Disinformation melancarkan dua strategi besar.

Pertama, memborbardir berbagai situs, milis, dan jejaring sosial dengan dukungan yang amat kelewatan, menambah-nambahkan fakta atau dokumen atau cerita yang ada sehingga terlihat sangat konyol dan tak dapat masuk logika. Dukungan yang ditulis dengan gaya hiperbola, disertai dengan mengutip dokumen-dokumen sampah yang dikatakan asli ini sangat efektif untuk menghilangkan kepercayaan kaum inteletual terhadap dokumen-dokumen yang sebenarnya memang asli dan memang bersifat rahasia ini. Kaum intelektual akan menganggap dokumen itu sebagai gurauan semata sehingga melenyapkan kewaspadaan mereka akan hak yang sesungguhnya.

Kedua, memborbardir berbagai situs, milis, dan jejaring sosial dengan berbagai analisa yang kelihatannya ilmiah disertai kutipan sejumlah dokumen false-flag yang sengaja dibuat, yang menyerang penyebaran dokumen-dokumen asli dan menyatakan jika dokumen-dokumen itu sesungguhnya palsu. Artikel-artikel yang dibuat sangat rapi dan ilmiah sehingga banyak orang akan terpukau dan pada akhirnya akan menerima argumentasi mereka jika sebenarnya dokumen-dokumen asli itu palsu. Dan akhirnya, hilanglah pula kewaspadaan dunia.

Yang sangat membantu, lebih dari 97% kantor berita dunia dan media cetak serta elektronik yang ada sesungguhnya merupakan bagian dari jaringan Disinformation Unit CIA. Bagai seekor gurita raksasa, markas Langley merupakan kepalanya, dan ribuan tentakelnya menyebar ke seluruh wilayah dunia mengampanyekan berbagai informasi yang telah disesuaikan dengan kepentingan elit globalis.

******** end quote *********

Start – End quote from:
Novel “Codex, Konspirasi Jahat di atas Meja Makan Kita”, karya Rizki Ridyasmara, hal 348-350

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
26.12.2010

[Novel] Codex – Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita

Novel “Codex – Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita” adalah karya kedua Rizki Ridyasmara setelah “The Jacatra Secret”, buku yang mengungkap fakta sejarah dalam bentuk novel..

Di halaman depan terdapat Catatan Penulis:

Depopulation Program, Codex Alimentarius, Georgia Guidestones, Nama Bahan Kimia, Produk Transgenik, Skandal Korporasi Multinasional, dan… Ratusan Saintis Dunia yang Meninggal Misterius dalam Novel ini adalah NYATA!

Di cover belakang tertulis:

DEPOPULATION PROGRAM ADALAH NYATA!

Tahukah Anda jika Vaksin, Obat-obatan Medis, banyak Makanan dan Minuman, ternyata disusupi RACUN yang sengaja dibuat untuk membunuh kita?

Tahukah Anda, untuk menipu konsumen, MSG punya 20-an nama yang berbeda?

Tahukah Anda, jika pemanis buatan Aspartame adalah racun bagi tubuh?

Tahukah Anda, jika persetujuan FDA atas Aspartame disebabkan konspirasi Gedung Putih?

Tahukah Anda jika pencetus program KB, Dr. Margareth Sanger, seorang rasialis pendukung pembunuhan terhadap orang negro, orang cacat dan lemah?

Tahukah Anda jika HIV sengaja diciptakan untuk memusnahkan etnis asli Afrika?

Tahukah Anda jika berbagai jenis vaksin yang disuntikkan ke tubuh manusia terbuat dari bahan-bahan berbahaya dan menjijikkan?

Tahukah Anda jika ratusan saintis dunia tewas selama dua dekade terakhir ini?

Jika Anda masih tidak percaya dan menyodorkan banyak analisa yang menyangkal semua ini, maka Anda telah ditipu habis-habisan oleh Disinformation Unit CIA yang memang bekerja untuk menipu dunia. Novel ini akan mengubah pandangan hidup Anda agar lebih sehat dan waspada.

**************
Novel ini berangkat dari fakta-fakta ilmiah dan nyata, untuk itu telah dilengkapi ratusan catatan kaki dan rujukan yang bisa ditelusuri para pembaca jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang satu topik, baik berupa situs di internet, maupun literatur cetak. Di novel ini juga banyak disajikan data Daftar Kematian Saintis Dunia lengkap dengan kronologis kematian misteriusnya, tentu saja bagi penikmat teori konspirasi, novel ini sangat menarik untuk dibaca.

Bagi penulis, novel adalah cara baru untuk menyampaikan kebenaran. Buat para skeptis teori-teori konspirasi silakan Anda berpikir ulang setelah membaca novel ini, bisa saja Anda selama ini telah masuk perangkap Disinformation Unit CIA yang telah menguasai media. [Klik: Propaganda and Disinformation: How the CIA Manufactures History dan Video: CIA Influence on the Mass Media: How Disinformation Campaigns Work terdapat tiga seri video.

Tokoh utama di dalam novel ini ada tiga orang, yaitu:

  1. George Marshall, seorang pria mantan elit militer Australia (Australian SAS), snipper, yang menyesal bergabung bersama pasukan koalisi multi-nasional dalam penyerangan ke Afghanistan memburu Osama bin Laden pasca tragedi 9/11. Setelah mundur dari dunia militer, ia bekerja sebagai investigator untuk sebuah firma asuransi yang berpusat di London. Dan akhirnya menjadi novelist.
  2. Dr. Alda Adrina, Mantan kepala sebuah tim riset biomedis yang merupakan unit dari Lembaga Riset dan Teknologi yang berpusat di Indiana, AS. Kemudian menghabiskan seluruh waktu dan perhatiannya di laboratorium pribadinya (sebagai seorang scientist).
  3. Profesor Lombardo, scientist yang fokus pada penelitian senjata biologi.

Dengan berlatar kota-kota di negara Italia dan San Marino, novel ini bercerita petualangan George dan Alda ketika dalam kejaran CIA, yang ingin mendapatkan microchip yang berisi dokumen super rahasia mengenai Depopulation Program. (Pengurangan populasi penduduk dunia, dan mempertahankan populasi dunia pada angka 500 juta jiwa saja agar seimbang dengan sumber daya alam).

Di dalam novel ini juga diceritakan rencana elit globalis dalam mewujudkan The New World Order melalui Depopulation Program yang dijalankan dengan beberapa cara, antara lain:

1 |. Cara lambat adalah dengan memasukkan racun ke dalam obat dan makanan kita, dan racun tersebut dipropagandakan aman untuk dikonsumsi.
Contoh: MSG (yang secara kontroversial dinyatakan aman oleh FDA), Aspartame, Siklamat. Kemudian dengan menyebarkan wabah penyakit, seperti virus ebola di Afrika, sapi gila, flu burung dan wabah penyakit yang berskala besar.

2 |. Cara cepat adalah dengan cara rekayasa konflik atau bencana alam.
Contoh: Perang Irak, Perang di Afganistan, bahkan Joe Vialls berpendapat bahwa bencana alam tsunami di Aceh adalah bencana alam artificial. Dengan dua tulisannya berjudul “Did New York Orchestrate The Asian Tsunami?” (Joe Vialls, 5-6 Januari 2005) dan “Why the March 8.7 Quake Did Not Cause a Tsunami” (5 April 2005). Tidak lama setelah menulis artikel itu Vialls ditemukan tewas di Perth 17 Juli 2005. Dan semua issue tersebut bisa disangkal oleh Disinformation Unit CIA. Original site: http://www.joevialls.net/sumatra/earthquake.html dan http://www.vialls.com/subliminalsuggestion/tsunami.html telah ditutup setelaj Joe Vialls meninggal dunia.

Detail tentang rekayasa bencana alam, secara ilmiah dipaparkan mulai pada hal. 370 novel ini, diawali penjelasan tentang proyek HAARP (High-frequency Active Auroral Research Program) yang merupakan salah satu obsesi teknologi tertinggi kaum globalis untuk bisa menyaingi Tuhan dalam mengatur bumi ini. Situs resminya di www.haarp.alaska.edu. Proyek yang dimulai tahun 1993 ini diproyeksikan bisa beroperasi secara sempurna pada tahun 2012-2013. Proyek HAARP dibangun untuk menyediakan fasilitas eksperimen tentang fenomena ionosfer yang akan digunakan untuk menganalisa karakter cuaca bumi serta mengembangkan teknologi pemutakhirannya untuk tujuan komunikasi dan pengintaian iklim. Namun bagi banyak pengamat militer, mereka curiga jika fasilitas tersebut secara diam-diam dipakai oleh Amerika untuk mengembangkan senjata pemusnah massal yang memiliiki kemampuan mengendalikan dan menciptakan bencana alam artifisial seperti banjir, wabah kelaparan, perubahan ekstrem cuaca, gempa bumi, atau kekeringan, dengan cara memanipulasi penguapan air dan sebagainya. Rupanya teknologi ini yang mengilhami Sidney Sheldon menulis novel “Are You Affraid of the Dark?” yang bercerita tentang konspirasi pemanasan global.

Terutama pada adegan perburuan oleh agen-agen CIA terhadap ketiga tokoh utama di atas, seperti menyaksikan adu strategi ala film-film James Bond dan kecanggihan teknologi ala film Eagle Eye, sehingga novel ini cukup menarik, seru dan menegangkan untuk dibaca, dengan tagline: Agenda Tersembunyi Pemusnahan Manusia

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
25.12.2010

——————————
Artikel terkait dengan novel ini:

  1. Suatu hari di Ruang Disinformation Unit CIA.
  2. Benarkah Virus HIV sengaja diciptakan
  3. Georgia Guidestone – Prasasti 10 Perintah Tata Dunia Baru.