Home » Posts tagged 'amazing people'

Tag Archives: amazing people

Pernikahan Agung Sang Putri Difabel

Bismillah …

Sebelum pemadaman listrik di tempat saya tadi malam, Alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kesempatan pada saya untuk menyimak twit-twit laporan pandangan mata mas Saptuari Sugiharto tentang acara ijab kabul pernikahan agung yang banjir air mata di Balai Sinta, Jogjakarta.

Mengapa disebut pernikahan agung?

Karena yang menikah adalah …
(more…)

Melawan Belenggu Keterbatasan #3: Duniaku Tidak Lagi Sunyi

Bismillah …

Setiap anak terlahir dengan kelebihan dan keistimewaannya masing – masing. Percayalah, tidak ada yang sia – sia dalam penciptaan-Nya. Dalam edisi Melawan Belenggu Keterbatasan kali ini mengambil tema Goresan dalam Kesunyian.

Dengan Goresan Aku Ada; Melalui Goresan Aku Hidup;
Dengan Goresan Aku Membaca; Melalui Goresan Aku Dibaca;
Dengan Goresan Aku Mengetahui; Melalui Goresan Aku Diketahui;
Dengan Goresan Aku Menghargai; Melalui Goresan Aku Dihargai;
Dengan Goresan Aku Berubah; Melalui Goresan Aku Mengubah;
Dengan Goresan Aku Bersaudara;
Melalui Goresan Aku Menjadi Diriku Sendiri …
I am deaf (Tuna Rungu) since birth … Art is my life … I Had Hopes and Dreams for My Future. So Please Look and See Around. Dont forget to give any comments.

Kalimat itu ditulis Rafi di halaman depan blognya: rafiaridwan.multiply.com (more…)

Melawan Belenggu Keterbatasan #2: Menebar Cinta Dengan Nada

Sahabat bloggers,

Setiap anak terlahir dengan kelebihan dan keistimewaannya masing – masing. Percayalah, tidak ada yang sia – sia dalam penciptaan-Nya. Orangtua yang mengatakan bahwa anak mereka tidak memiliki keistimewaan, itu berarti belum mampu melihatnya. Sebab, keistimewaan anak bukan hanya dilihat dari sisi kemampuan akademiknya saja, bukan?!

Ada sebagian orangtua yang merasa patah hati ketika melihat anaknya terlahir dengan kekurangan, dirasanya jauh dari keistimewaan. Namun, ada sebagian orangtua yang justru mematahkan belenggu kecemasan, hingga semangatnya menular ke sang anak yang kemudian sang anak berhasil mematahkan belenggu keterbatasan, bahkan ada yang sampai mematahkan rekor.

Edisi Melawan Belenggu Keterbatasan kali ini mengambil tema: Menebar Cinta Dengan Nada.
(more…)

[Amazing!] Penderita Lumpuh Otak itu berhasil menjadi Top Salesman !

Bismillah …

Lumpuh otak (cerebral palsy, CP) adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan, kemampuan berpikir.

Penyebab lumpuh otak sampai saat ini belum dapat dipastikan, banyak orang beranggapan bahwa CP disebabkan oleh karena:
– Bayi lahir prematur sehingga bagian otak belum berkembang dengan sempurna.
– Bayi lahir tidak langsung menangis sehingga otak kekurangan oksigen saat dalam kandungan.
– Adanya cacat tulang belakang dan pendarahan di otak.

Lantas, bila seseorang menderita penyakit kelumpuhan otak sehingga mengakibatkan syaraf-syaraf lainnya terganggu, apakah juga kemudian masa depan perjalanan hidupnya bisa dikatakan suram?
Tidak juga.
(more…)

Muhammad Ade Irawan, Pianis Jazz Tunanetra

Dear Sahabat Bloggers,

Sungguh Allah Maha Adil… dan kehendak-Nya sulit untuk bisa dipahami dengan mudah, karena sampai sekarang saya sendiri masih belum bisa mengerti bagaimana Hee Ah Lee dari Korea Selatan, seorang anak yang hanya memiliki dua jari di tangan kanan dan dua jari di tangan kiri bisa memainkan Fantasie Impromptu-nya Chopin dengan begitu indah.

…atau Emily Bear, diusia 8 tahun telah disebut-sebut sebagai The Next Mozart, karena jeniusnya sebagai komposer cilik hingga mendapatkan penghargaan dari Rockford Area Music Industry Award (RAMI).

… atau Michael, bocah berperilaku autis berusia 6 tahun yang sulit diatur, tapi bisa memainkan sonata Mozart dengan sangat bagus.

… atau, Muhammad Ade “Wonder” Irawan yang buta kedua matanya, tetapi mampu bermain piano “sedahsyat” mereka yang normal penglihatannya. Sungguh, terlalu banyak “keanehan” yang tak masuk akal bagi yang bernyali kecil dan sempit hati. (more…)

[True Story] Pembantu Rumah Tangga yang Mengukir Sejarah

ENI KUSUMA, TKW Pembantu Rumah Tangga, Terbitkan Buku Motivasi, Tercetak 3.000 Eksemplar

Eni Kusuma, TKW asal Banyuwangi, membuat sejarah baru. Bukunya yang berjudul “Anda Luar Biasa” tercatat sebagai buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia.

Semua orang tampaknya perlu belajar dari Eni Kusuma. Betapa tidak, di tengah desakan tugas domestik, mulai dari menyapu, mengepel, mencuci baju, sampai merawat anak, TKW ini masih bisa menuangkan gagasan lewat tulisan. Padahal, banyak dari kita yang punya segudang fasilitas dan waktu, tapi tak pernah bisa menulis.

Masa Kecil hingga Remaja

Eni Kusumawati, lahir 27 Agustus 1977 silam. Dia tumbuh dan besar dalam asuhan keluarga kurang mampu di rumah sederhana di Jl. Belitung no. 76, Kampung Arab, Banyuwangi, Jawa Timur. Kedua orangtuanya mengandalkan hasil jualan kerupuk keliling di pasar yang tidak jauh dari rumahnya. Penghasilan itu dirasa sangat kurang untuk menghidupi dia dan ketiga kakak perempuannya.

Sejak kecil, Eni punya kekurangan, yakni gagap ketika bicara. Karena telaten berlatih bicara, gagapnya sudah banyak berkurang saat dia mulai masuk SMPN 3 Singotrunan, Banyuwangi. Ketika duduk di bangku SMP, Eni pernah dihukum sekolah karena tidak mampu beli sepatu yang diwajibkan oleh sekolah. ‘’Kaus kaki pun punya hanya sepasang, apalagi seragam sekolah. Jika hujan datang, baju saya tidak dicuci,’’ kenangnya.

Setamat SMP, Eni melanjutkan sekolah di SMAN 1 Banyuwangi (kini SMAN 1 Glagah). Setamat SMA, dia sempat bekerja di sebuah perusahaan kecil sebagai tenaga administrasi. Tidak beberapa lama, tempat kerjanya bangkrut. Eni tidak betah menjadi pengangguran. Tekadnya pun bulat untuk berangkat bekerja ke luar negeri sebagai pembantu rumah tangga.

Masa di Perantauan

Tepat pada tahun 2001, anak pasangan M Yasin dan Asfia ini berangkat kerja ke Hong Kong sebagai pembantu rumah tangga. Di sana, Eni mengurusi segala kebutuhan keluarga Chan. Mulai merawat anak, mengepel, setrika hingga membersihkan rumah. ‘’Tiga bulan pertama bekerja, saya tidak mendapatkan gaji dan diwajibkan menguasai bahasa Kantonis,’’ katanya.

Sebagai pembantu rumah tangga, Eni merasa setiap waktu adalah berharga. Terutama dirinya yang sangat hobi membaca, ada waktu luang selalu menyempatkan diri membaca. Seiring perjalanan waktu, anak juragannya mulai beranjak usia sekolah. Waktu itu, Eni yang mengantar anak juragannya sekolah setiap hari. ‘’Saat anak juragan saya sekolah, saya menyempatkan diri ke internet dan perpustakaan. Enaknya perpustakaan di sana, menggunakan fasilitas internet dan membaca buku gratis,’’ kata wanita berjilbab ini.

Eni mengakui jika sering sekali mendapat omelan dari majikannya. “Nyapu kurang bersih sedikit saja, kita langsung diomelin. Begini kurang sempurna, langsung dimarah-marahi. Pokoknya, harus benar-benar kuat hidup sebagai TKI yang jadi PRT,” tuturnya. Bahkan, sambung Eni, dirinya pernah diusir dari rumah oleh majikannya gara-gara miskomunikasi dengan majikannya saat akan menjemput putra majikan dari sekolah.

Di sela-sela pekerjaannya sebagai babu, ia selalu menyempatkan diri untuk menulis. Biasanya, gagasan-gagasannya dituangkan di buku harian menjelang ia berangkat mengarungi mimpi di malam hari. “Sehabis seharian bekerja, saya menulis pengalaman dan pikiran-pikiran saya. Jadi, meskipun seharian capek ngepel seluruh rumah majikan, saya tetap menulis,” ujarnya.

Di akhir pekan, begitu terkumpul tulisannya di buku harian, ia selalu meluncur ke perpustakaan kota di Hongkong untuk bergumul dengan buku dan internet. Tak lupa, ia memindahkan buku hariannya ke komputer yang disediakan perpustakaan, kemudian mengirimkannya ke milis penulisan untuk dimintakan komentar kawan-kawannya. Begitu terus: ajeg dan nyaris tanpa alpa.

Di internet, dirinya banyak belajar hingga akhirnya bergabung di milis kepenulisan di Hong Kong Koosta. Di sana tempat TKW yang doyan menulis bergabung menjadi satu untuk mengekspresikan diri. Eni pun menemukan situs http://www.pembelajar.com yang jadi jalan pembuka untuk mengubah jalan hidupnya. Situs tersebut merupakan kurikulumnya, sedangkan milis adalah tempat praktiknya. Kurang lebih enam bulan hasil belajarnya di bawah bimbingan Edy Zaques ada di http://www.pembelajar.com.

Hingga akhirnya, puluhan puisi dan novelnya dibaca oleh kumpulan penulis dan novelis Indonesia maupun Hong Kong. Eni mengatakan, puisinya yang berjudul “Ajari Aku Kaya Om” dijadikan buku bersama 100 penyair Indonesia dalam buku “Jogja 5,9 Skala Richter”. ‘’Saat itu, saya bangga sekali,’’ ujarnya.

Selain itu, karya Eni juga ada di kumpulan cerpen Majalah Peduli milik Bonari Naboenar serta Majalah Ekspresi di Hong Kong. Hingga pernah mengomentari tulisan Jennie S. Bev, penulis dan pengusaha sukses di San Fransisco asal Indonesia. ‘’Di sini saya ingin diakui secara intelektual bahwa TKW itu intelektualnya tidak rendah, dan di sini saya membuktikan saya bisa,’’ kata wanita yang baru menikah itu.

Usaha Eni, PRT tangguh itu, ternyata tak sia-sia. Dia pun bisa menelurkan buku motivasi yang tak sembarang orang bisa menuliskannya. Yang lebih hebat lagi, buku “Anda Luar Biasa!!!” yang baru dirilis bulan Februati 2007, langsung terjual 3 ribu eksemplar dalam sebulan. Dan kini, buku itu dicetak ulang sebanyak 5 ribu eksemplar.

Yang mengharukan, royalti bukunya tersebut, 100 persen didedikasikan Eni untuk yayasan pendidikan yang akan dirintisnya. “Saya bermimpi bisa merintis yayasan yang membantu proses pendidikan anak-anak miskin. Saya tidak ingin anak-anak miskin nantinya menjadi PRT seperti saya. Mereka harus berkembang, harus bisa kuliah. Jangan seperti saya,” ujarnya.

Pasca Merantau

Pada bulan Februari 2007, Eni memutuskan kembali ke Tanah Air. Setibanya di Indonesia, Eni langsung mendapat undangan untuk menjadi pembicara di Tebet Sofyan Hotel Jakarta di acara Smart Write Smart Guinness bersama Johanes Arifin Wijaya.

Impian Eni terwujud yaitu menjadi public speaker yang selalu eksis dalam bidang motivator untuk semua kalangan. Saat ini, dirinya banyak belajar menulis skenario. ‘’Profil diri saya ditulis oleh Edy Zaques. Rencananya, profil itu akan dimunculkan di revisi buku berjudul Kalau Mau Kaya, Ngapain Sekolah,’’ katanya. Eni mengajarkan bahwa untuk bisa menulis, tak perlu bergelar sarjana-doktor-profesor. Kacamata seorang pembantu ternyata melebihi kacamata profesor-doktor yang sibuk bergelut dengan limpahan buku dan fasilitas, tapi karyanya tak pernah bisa membumi.

Eni, PRT lulusan SMA di Banyuwangi, dan banyak TKI yang lainnya benar-benar hebat. Bagi orang kebanyakan yang selalu jumawa mengaku sebagai kaum berpendidikan, ternyata tak ada apa-apanya dibanding mereka yang dianggap sebagai babu.

Eni dapat dihubungi di HP: 081389641733 atau email: ek_virgeus@yahoo.co.id.

Eni, you have fight for your burning desire or …for your freedom.

[saya rangkum dari berbagai sumber berita di harian Jawa Pos, Kaltim Pos, dan Antara]

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto