PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan klik "Follow" untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 6,408 other followers

Dusta Kantor Berita Iran pada Musibah Mina …

… Menambah Panjang Daftar Dusta Yang Dibuatnya.

malcolm x

Bismillah …

September 2015, umat Islam kembali berduka atas musibah di tengah pelaksanaan ibadah haji di kota Mekkah. Namun, ditengah musibah tersebut, ada saja pihak yang ingin mengambil kesempatan dan keuntungan. Media Al Jazeera memberitakan bahwa tepat beberapa jam setelah kejadian, Iran yang dipimpin pemimpin spiritualnya, Ayatollah Ali Khamenei, langsung menimpakan seluruh kesalahan kepada Arab Saudi tanpa memberikan kesempatan kepada otoritas KSA melakukan investigasi menyeluruh. Kemudian media-media pro Syiah Iran serempak membuat berita yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan.

Ada berita dari media Lebanon dan Iran yang mengabarkan bahwa Pangeran Muhammad Salman adalah penyebab terjadinya musibah di Mina yang menelan korban 717 meninggal dan lebih dari 800 orang cedera. Kedatangan Pangeran Salman yang berziarah dengan rombongan konvoi besar mengakibatkan jalur jemaah terpaksa dibelokkan. Setelah timbul kericuhan dan jatuh korban, rombongan buru-buru pergi dari tempat tersebut. Pihak kerajaan berusaha menutupi kejadian tersebut, yang kemudian ada 28 orang petugas dijadikan kambing hitam dan dihukum pancung.

Benarkah kabar tentang Pangeran Salman yang menjadi penyebab utama musibah?
Benarkah sehari setelah musibah ada eksekusi hukuman pancung kepada petugas yang dianggap lalai?
Bisa dipastikan itu hoax. Berita tersebut bersumberkan dari media – media yang selama ini punya track record buruk karena seringnya memproduksi / membuat berita palsu.

Berikut ulasan singkat berita palsu terkait musibah Mina, dan pemaparan daftar berita palsu yang dibangun media-media pro Syiah Iran.
(more…)

Ritual Kaum Liberal ‘Merayakan’ Idul Adha

Bismillah …

Setiap menjelang atau pas Hari Raya Idul Adha, selalu saja bermunculan para pembela HAB (hak asasi binatang). Mereka mengumbar kebencian di media sosial, seolah-olah bicara soal hati nurani, dengan menganggap Idul Adha adalah hari raya pembantaian. Namun ada juga yang menyampaikannya dengan halus mengusulkan memodifikasi bentuk qurban / mengubah syariat-Nya.

Itu semua sudah diprediksi sejak awal syiar Islam. Di antara lafaz takbiran berbunyi: “walau karihal kafiruun, walau karihal munafiquun, walau karihal musyriquun” (walau orang-orang kafir enggan, meski orang-orang munafiq sakit hati, kendati orang-orang musyrik keberatan). Jadi, ya tenang saja lah, .. lanjutkan berqurban, meski kaum liberal sibuk melakukan ritual makan sate sambil berkicau (tweet) menyerang syariat Islam.

Berikut ini sebagian contoh kicauan mereka yang hendak memadamkan cahaya Islam.
(more…)

Surat Terbuka Ketua Umum GeNAM Fahira Idris Kepada Presiden Jokowi

fahira idrisBismillahirrahmanirrahim.

Pelonggaran penjualan miras dengan merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen Dagri) No. 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A, sepertinya akan akan memberikan keleluasaan kepada kepala daerah untuk menentukan lokasi mana saja yang diperbolehkan menjual miras.

Tim GeNAM (Gerakan Nasional Anti Miras) sudah membuat analisis dan kami meyakini kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan bagi perekonomian Indonesia. (Oleh karena itu) saya minta Presiden Jokowi mencabut aturan pelonggaran miras dari paket kebijakan ekonomi yang sudah diumumkan pemerintah pekan lalu. Selain tidak akan berdampak signifikan bagi perbaikan ekonomi, daya saing industri, dan daya beli masyarakat, aturan penjualan miras yang ada saat ini (Permendag No.06/2015) sudah cukup longgar! … karena miras masih boleh dijual di supermarket, hypermarket, bar, restoran, hotel dan di lokasi wisata (yang punya surat izin).
(more…)

Menolak Kebijakan Jokowi Yang Kembali ‘Bebaskan’ Peredaran Miras

Bismillah …

Belum sebulan kita memperingati hari yang bertepatan dengan 2 tahunnya ikrar relawan GeNAM (Gerakan Nasional Anti Miras) dalam tekadnya memerangi minuman keras (miras), pemerintah pusat akan mengeluarkan kebijakan untuk memperluas kewenangan daerah menentukan daerah-daerah mana miras bisa dijual. Ini sama dengan melonggarkan peredaran miras dengan membuka pintu kembali dibolehkannya minimarket menjual miras. Baca:

(more…)

[TwitMob] Dua Tahun Gerakan Nasional Anti Miras

Bismillah …

1 September adalah hari yang bertepatan dengan 2 tahunnya ikrar relawan GeNAM (Gerakan Nasional Anti Miras) dalam tekadnya memerangi minuman keras (miras). Malam ini pukul 19.00 telah digelar twitmob oleh para relawan Anti Miras yang dikomandoi oleh senator Fahira Idris selaku Ketua GeNAM. Dan tagar #2ThnGeNAM pun berhasil menjadi trending topic malam ini. Isi twitmob adalah sebagai berikut:
(more…)

Politik Balas Budi Yang Membahayakan Negara

Bismillah …

Membaca kolom opini di koran Jawa Pos edisi 19/8/2015, tentang sejumlah relawan yang bakal menjadi duta besar (dubes) RI sungguh bikin saya (dan mungkin juga Anda) mengelus dada.

Imbalan jasa dan hutang budi memang sesuatu yang lumrah dalam politik. Tapi, apa yang dilakukan di masa pemerintahan Jokowi-JK ini sudah sangat berlebihan (bisa dibilang overdosis) dalam menempatkan para relawannya di segala bidang jabatan. Ini menjadi rentan berbahaya dalam konteks kenegaraan, khususnya dalam hubungan internasional. Juga dalam konteks tradisi dalam mengisi jabatan publik menjadi sangat membahayakan.
(more…)

Menjawab Opini Tokoh JIL Tentang Cara Menyikapi Fatwa MUI

indonesia tanpa jil

Bismillah …

Masih terkait dengan pembahasan jurnal sebelumnya: Menyikapi BPJS Yang Belum Sesuai Prinsip Syariah, kali ini saya sajikan pandangan menarik dari pegiat gerakan #IndonesiaTanpaJIL yang menjawab pandangan tokoh Islam Liberal dan Jaringan Islam Nusantara yang menguji bagaimana kedudukan fatwa ulama dalam negara kita.

Diawali dengan kultwit Akhmad Sahal, yang lebih dikenal sebagai tokoh Islam Liberal dan Jaringan Islam Nusantara, ia memaparkan argumentasi bahwa fatwa ulama itu opini hukum yang tidak mengikat, sehingga umat bebas memilih apakah mau mengikuti / mentaati atau tidak.
(more…)

Let me share my passion

My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!

Blog Owner:

Iwan Yuliyanto | aktif sebagai Balanced Scorecard Consultant, Quality Management System Consultant, Praktisi e-Government, yang Memimpikan Indonesia yang Berdaulat, yang Bergotong Royong untuk Mandiri dan Bermartabat.

Saat ini Anda pengunjung ke-

  • 2,277,235

Kantor Berita Umat

RSS Seruji | Kantor Berita Umat

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.