Home » Selamatkan Anak Bangsa (Page 2)

Category Archives: Selamatkan Anak Bangsa

Laporkan Minimarket dan Pengecer Pelanggar Permendag No.06/2015

Bismillah …

Alhamdulillah, mulai hari ini, 16 April 2015, minimarket dan toko pengecer sudah tidak boleh lagi menjual segala jenis minuman beralkohol (minol) dan minuman keras (miras). Ini sesuai dengan Permendag No.6 Tahun 2015 tentang Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol. Di Permendag ini, minimarket dan toko pengecer lainnya dihapus dari kelompok tempat yang boleh menjual minol eceran. Tentu saja, ini adalah kabar baik bagi kita yang peduli bahaya peredaran minol dan miras.

Pada hari ini, batas tolerensi sudah usai!
Semua minimarket dan toko pengecer harus bersih dari segala jenis minol dan miras. Dan mulai hari ini, semua relawan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) akan turun ke lapangan memantau minimarket apakah masih ada yang bandel menjualnya.
(more…)

Anak Nonton Film Porno

… Bagaimana orangtua sebaiknya bersikap?


[ilustrasi: Shutterstock]

Bismillah …

Setiap orangtua tentu menginginkan buah hatinya tumbuh sebagaimana usianya, dengan akal dan pikiran sehat tanpa terkontaminasi virus pornografi. Segala upaya pun dilakukan orangtua demi menjaga agar anak-anak mereka terhindar dari tayangan yang bisa merusak moral. Upaya tersebut bukanlah hal yang mudah. Sebab setiap hari di sekeliling anak kita bertebaran perangkap yang dapat menghancurkan masa depannya. Perangkap itu bisa dalam bentuk teman, buku bacaan, dan teknologi.

Melalui ruang komentar pada jurnal saya terdahulu: Dialog Ortu-Anak: Video Mesum Anak SMP, seorang pengunjung blog (ibu Shinta Dewi) meminta nasehat atas kejadian yang dialami anaknya yang terpapar pornografi. Saya share pertanyaannya di sini, sebagai bahan brainstorming untuk para pembaca blog ini. Semoga bermanfaat.
(more…)

Gotong Royong Dalam Pencabulan

Bismillah …

A Picture Tells A Thousand Words.

smp cabul
Wartawan Cirebon yang memotret peristiwa dalam foto di atas layak mendapat Pulitzer Prize, seandainya pernghargaan tersebut diberikan juga kepada jurnalis di luar Amerika Serikat. Juga layak mendapat penghargaan Mochtar Lubis Award. Mengapa?

  • Karena sang wartawan tidak hanya memotret, tapi juga bertanggungjawab sebagai warga negara yang peduli (bersama jurnalis lainnya) dalam upaya menggagalkan aksi liar anak-anak ingusan, 4 siswa SMP, yang sedang berusaha mencabuli seorang siswi SMP yang berjilbab.
  • Karena sang wartawan membuat berita yang mampu menyadarkan masyarakat melalui sebuah foto kejadian asli, bukan ilustrasi.

[Klik foto tersebut untuk membaca beritanya]
(more…)

[Dialog] Legalisasi Aborsi Akibat Korban Perkosaan

aborsi[Ilustrasi: bigstockphoto.com]

Bismillah …

Penerapan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi memicu protes dari berbagai kelompok masyarakat yang tidak setuju dengan legalisasi praktik aborsi. Kendati begitu, tidak sedikit pula yang mendukung PP tersebut. Sebenarnya sudah sejak lama UU Legalisasi Aborsi diperjuangkan, terutama oleh kaum feminis yang disebut sebagai pro-choice. RUU-nya sudah diperbarui sejak tahun 2002. Argumentasi kaum feminis saat itu jauh lebih longgar daripada yang sekarang diloloskan dalam bentuk PP. Waktu itu, argumentasi dasar mereka adalah hak seorang wanita atas tubuhnya. Tubuh seorang wanita mempunyai hak untuk mau mengandung atau tidak, terutama untuk kehamilan yang tidak diinginkan. Akhirnya, argumentasi tersebut lolos yang dikenal sebagai PP Kesehatan Reproduksi.

…..
Menyikapi hal tersebut, Nadia mengajak teman kuliahnya, Santi, untuk bincang-bincang santai membedah PP tentang Kesehatan Reproduksi, mengevaluasi apakah PP tersebut masih lemah yang berpotensi menjadi pintu bagi legalisasi perbuatan asusila. Dilanjut brainstorming usulan solusi setelah PP tersebut disahkan dan siap diimplementasikan?
Mari simak dialog mereka dalam jurnal ini.
(more…)

Menjawab Surat Terbuka Komunitas CONQ #LGBT

Bismillah …

Di bulan Agustus ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan adanya 2 komik edukasi anak berjudul “Why? – Puberty” dan “My Wondering Body” terbitan Elex Media Komputindo, yang dinilai bisa merusak keyakinan beragama dan budaya bangsa kita, karena secara provokatif dan terang-terangan menyebarkan propaganda LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Visualisasinya secara vulgar menyampaikan pesan: [1] mengajarkan bahwa sesama jenis juga bisa saling mencintai; [2] ajakan untuk menjadi homoseksual; [3] visual lesbian berciuman; [4] visual ajakan melakukan maksiat (disertai ekspresi tubuh). *klik link tersebut untuk melihat visualisasinya*
(more…)

Menyikapi Pemblokiran Situs Video “Vimeo”

Bismillah …

Pengguna internet di Indonesia dalam minggu ini dikejutkan dengan terblokirnya situs video Vimeo. Banyak netter mempertanyakan kebijakan tersebut. Pasalnya, Vimeo selama ini dikenal bukan sebagai situs porno, melainkan sekadar situs berbagi video seperti Youtube, yang bersifat UGC (user generated content) atau konten yang dikirim dan dilihat pengguna.

Pemblokiran dilakukan oleh Telkom atas perintah Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo). Menurut Indra Utoyo, Director IT Solutions & Strategic Portfolio Telkom, hal ini sebagai tindak lanjut dari surat admin Trust+ Kominfo kepada seluruh ISP (Internet Service Privider) tanggal 9 Mei 2014 [Twit 1]. Beliau memperlihatkan sebagian daftar situs terlarang yang diminta Trust+ Kominfo untuk diblokir, dimana dalam daftar itu terdapat situs Vimeo. [Twit 2].
(more…)

Kasus TK JIS dan Kesaksian Melepas Jerat Homoseksual

Bismillah …

Seorang sahabat memberitahu saya tentang acara Show Imah di TransTV kemaren sore, Kamis, 1 Mei 2014, yang mengangkat kasus pelecehan seksual di TK JIS. Sayangnya saya telat membaca pesannya, sehingga acara tersebut terlewatkan. Alhamdulillah, ada yang baik hati meng-upload rekaman acara tersebut di Youtube tadi malam.

Ada hal yang menarik menyaksikan rekaman acara tersebut. Sesi pertama menghadirkan nara sumber antara lain: ibu Cinta dan ibu Yurinda (Kuasa Hukum korban), ibu Erlinda (Sekjen Komis Perlindungan Anak Indonesia / KPAI), dan melalui sambungan telepon kepada ibu korban MAK. Kemudian di sesi kedua menghadirkan artis Jupiter Fortissimo, yang pernah mendapatkan pelecehan seksual di masa kecil dan kini berjuang keras agar lepas dari jeratan “virus menular”. Ia didampingi ibu Lucy Udiawati (Psikolog Anak).
(more…)