Home » Novel Review

Category Archives: Novel Review

HANUM Melawan Praktek Kanibalisme Pasar

–: Sebuah Novel Perlawanan :–


Bismillah …

Peristiwa pembongkaran paksa pasar tradisional dan penggusuran komplek perumahan warga menjadi latar belakang sebuah novel perlawanan yang berjudul HANUM, Sayap – Sayap Perlawanan karya Mustofa W. Hasyim.

Novel ini menggambarkan bagaimana penjajahan ekonomi yang terjadi di negeri ini demikian nyata dengan akibat yang nyata pula. Dan novel ini mengisahkan perjuangan anak-anak muda bersama masyarakat pinggiran yang ingin mandiri secara ekonomi dengan berusaha mengobarkan perlawanan secara terus – menerus terhadap proses penjajahan ekonomi. Perjuangan dimulai ketika mereka menyadari telah menjamurnya mall yang menggerus satu per satu pasar tradisional. Kondisi ini tak hanya terjadi di kota besar, tapi juga ke pedesaan.
(more…)

[Novel] Codex – Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita

Novel “Codex – Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita” adalah karya kedua Rizki Ridyasmara setelah “The Jacatra Secret”, buku yang mengungkap fakta sejarah dalam bentuk novel..

Di halaman depan terdapat Catatan Penulis:

Depopulation Program, Codex Alimentarius, Georgia Guidestones, Nama Bahan Kimia, Produk Transgenik, Skandal Korporasi Multinasional, dan… Ratusan Saintis Dunia yang Meninggal Misterius dalam Novel ini adalah NYATA!

Di cover belakang tertulis:

DEPOPULATION PROGRAM ADALAH NYATA!

Tahukah Anda jika Vaksin, Obat-obatan Medis, banyak Makanan dan Minuman, ternyata disusupi RACUN yang sengaja dibuat untuk membunuh kita?

Tahukah Anda, untuk menipu konsumen, MSG punya 20-an nama yang berbeda?

Tahukah Anda, jika pemanis buatan Aspartame adalah racun bagi tubuh?

Tahukah Anda, jika persetujuan FDA atas Aspartame disebabkan konspirasi Gedung Putih?

Tahukah Anda jika pencetus program KB, Dr. Margareth Sanger, seorang rasialis pendukung pembunuhan terhadap orang negro, orang cacat dan lemah?

Tahukah Anda jika HIV sengaja diciptakan untuk memusnahkan etnis asli Afrika?

Tahukah Anda jika berbagai jenis vaksin yang disuntikkan ke tubuh manusia terbuat dari bahan-bahan berbahaya dan menjijikkan?

Tahukah Anda jika ratusan saintis dunia tewas selama dua dekade terakhir ini?

Jika Anda masih tidak percaya dan menyodorkan banyak analisa yang menyangkal semua ini, maka Anda telah ditipu habis-habisan oleh Disinformation Unit CIA yang memang bekerja untuk menipu dunia. Novel ini akan mengubah pandangan hidup Anda agar lebih sehat dan waspada.

**************
Novel ini berangkat dari fakta-fakta ilmiah dan nyata, untuk itu telah dilengkapi ratusan catatan kaki dan rujukan yang bisa ditelusuri para pembaca jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang satu topik, baik berupa situs di internet, maupun literatur cetak. Di novel ini juga banyak disajikan data Daftar Kematian Saintis Dunia lengkap dengan kronologis kematian misteriusnya, tentu saja bagi penikmat teori konspirasi, novel ini sangat menarik untuk dibaca.

Bagi penulis, novel adalah cara baru untuk menyampaikan kebenaran. Buat para skeptis teori-teori konspirasi silakan Anda berpikir ulang setelah membaca novel ini, bisa saja Anda selama ini telah masuk perangkap Disinformation Unit CIA yang telah menguasai media. [Klik: Propaganda and Disinformation: How the CIA Manufactures History dan Video: CIA Influence on the Mass Media: How Disinformation Campaigns Work terdapat tiga seri video.

Tokoh utama di dalam novel ini ada tiga orang, yaitu:

  1. George Marshall, seorang pria mantan elit militer Australia (Australian SAS), snipper, yang menyesal bergabung bersama pasukan koalisi multi-nasional dalam penyerangan ke Afghanistan memburu Osama bin Laden pasca tragedi 9/11. Setelah mundur dari dunia militer, ia bekerja sebagai investigator untuk sebuah firma asuransi yang berpusat di London. Dan akhirnya menjadi novelist.
  2. Dr. Alda Adrina, Mantan kepala sebuah tim riset biomedis yang merupakan unit dari Lembaga Riset dan Teknologi yang berpusat di Indiana, AS. Kemudian menghabiskan seluruh waktu dan perhatiannya di laboratorium pribadinya (sebagai seorang scientist).
  3. Profesor Lombardo, scientist yang fokus pada penelitian senjata biologi.

Dengan berlatar kota-kota di negara Italia dan San Marino, novel ini bercerita petualangan George dan Alda ketika dalam kejaran CIA, yang ingin mendapatkan microchip yang berisi dokumen super rahasia mengenai Depopulation Program. (Pengurangan populasi penduduk dunia, dan mempertahankan populasi dunia pada angka 500 juta jiwa saja agar seimbang dengan sumber daya alam).

Di dalam novel ini juga diceritakan rencana elit globalis dalam mewujudkan The New World Order melalui Depopulation Program yang dijalankan dengan beberapa cara, antara lain:

1 |. Cara lambat adalah dengan memasukkan racun ke dalam obat dan makanan kita, dan racun tersebut dipropagandakan aman untuk dikonsumsi.
Contoh: MSG (yang secara kontroversial dinyatakan aman oleh FDA), Aspartame, Siklamat. Kemudian dengan menyebarkan wabah penyakit, seperti virus ebola di Afrika, sapi gila, flu burung dan wabah penyakit yang berskala besar.

2 |. Cara cepat adalah dengan cara rekayasa konflik atau bencana alam.
Contoh: Perang Irak, Perang di Afganistan, bahkan Joe Vialls berpendapat bahwa bencana alam tsunami di Aceh adalah bencana alam artificial. Dengan dua tulisannya berjudul “Did New York Orchestrate The Asian Tsunami?” (Joe Vialls, 5-6 Januari 2005) dan “Why the March 8.7 Quake Did Not Cause a Tsunami” (5 April 2005). Tidak lama setelah menulis artikel itu Vialls ditemukan tewas di Perth 17 Juli 2005. Dan semua issue tersebut bisa disangkal oleh Disinformation Unit CIA. Original site: http://www.joevialls.net/sumatra/earthquake.html dan http://www.vialls.com/subliminalsuggestion/tsunami.html telah ditutup setelaj Joe Vialls meninggal dunia.

Detail tentang rekayasa bencana alam, secara ilmiah dipaparkan mulai pada hal. 370 novel ini, diawali penjelasan tentang proyek HAARP (High-frequency Active Auroral Research Program) yang merupakan salah satu obsesi teknologi tertinggi kaum globalis untuk bisa menyaingi Tuhan dalam mengatur bumi ini. Situs resminya di www.haarp.alaska.edu. Proyek yang dimulai tahun 1993 ini diproyeksikan bisa beroperasi secara sempurna pada tahun 2012-2013. Proyek HAARP dibangun untuk menyediakan fasilitas eksperimen tentang fenomena ionosfer yang akan digunakan untuk menganalisa karakter cuaca bumi serta mengembangkan teknologi pemutakhirannya untuk tujuan komunikasi dan pengintaian iklim. Namun bagi banyak pengamat militer, mereka curiga jika fasilitas tersebut secara diam-diam dipakai oleh Amerika untuk mengembangkan senjata pemusnah massal yang memiliiki kemampuan mengendalikan dan menciptakan bencana alam artifisial seperti banjir, wabah kelaparan, perubahan ekstrem cuaca, gempa bumi, atau kekeringan, dengan cara memanipulasi penguapan air dan sebagainya. Rupanya teknologi ini yang mengilhami Sidney Sheldon menulis novel “Are You Affraid of the Dark?” yang bercerita tentang konspirasi pemanasan global.

Terutama pada adegan perburuan oleh agen-agen CIA terhadap ketiga tokoh utama di atas, seperti menyaksikan adu strategi ala film-film James Bond dan kecanggihan teknologi ala film Eagle Eye, sehingga novel ini cukup menarik, seru dan menegangkan untuk dibaca, dengan tagline: Agenda Tersembunyi Pemusnahan Manusia

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
25.12.2010

——————————
Artikel terkait dengan novel ini:

  1. Suatu hari di Ruang Disinformation Unit CIA.
  2. Benarkah Virus HIV sengaja diciptakan
  3. Georgia Guidestone – Prasasti 10 Perintah Tata Dunia Baru.

Bedah Novel: The Jacatra Secret

Novel: The Jacatra Secret
Tagline: “Cara terbaik menyembunyikan rahasia adalah dengan meletakkannya di tempat umum…”(George Washington, Mason 33°)
Karya: Rizki Ridyasmara

Kata Pengantar (hal 8):

FAKTA

Jakarta dulu bernama Batavia. Kota ini dibangun VOC menurut cetak biru Freemasonry Hindia Belanda. Kelompok Luciferian ini menyisipkan aneka simbol Masoniknya di berbagai tata ruang kota, arsitektur gedung dan monumen, prasasti makam, dan lainnya, yang masih bisa disaksikan hingga sekarang.

Vatikan pada tahun 1738 dan 1751 menyatakan Freemasonry tidak bertuhan. Tahun 1962 Presiden Soekarno membubarkannya. Namun pada tahun 2000, Gus Dur menerbitkan Keppres No.69/2000 yang melegalkan kembali Freemasonry di Indonesia. Menurut catatan Dr. Th. Steven dalam “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962”, sejumlah tokoh Indonesia menjadi anggota persaudaraan ini. Mereka antara lain Pelukis Raden Saleh, ketua Boedhi Oetomo Raden Adipati Tirto Koesoemo, dan juga Kapolri pertama, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Sekarang, persaudaraan ini masih eksis sebagai motor utama kaum Imperialis-Globalis. Di awal Orde Baru, Mafia Berkeley merupakan salah satu pelayan mereka, dan kini mereka dikenal dengan nama kelompok Libertarian.

Semua deskripsi tentang tata ruang kota, arsitektur museum, monumen, dan prasasti makam dalam novel ini adalah OTENTIK.

Tertulis di cover belakang:

VOC membangun Batavia sebagai loji terbesar Freemasonry, kelompok persaudaraan rahasia Luciferian di Nusantara. Sebab itu, banyak simbol Satan disusupkan ke dalam arsitektur kota Jakarta yang masih bisa disaksikan hingga hari ini.

Ikuti penelusuran Doktor John Grant dan Angelina Dimitreia dalam menyibak rahasia-rahasia Jakarta: dari Simbol Bunga Pagan dan Peraudaraan Ular di Museum Fatahillah, Simbol Baphomet di Menteng, The Sacred Sextum di Obelisk Monas, Ra Goddes Eye’s di Bundaran Hotel Indonesia, Simbol Mahaguru Freemason di Kebon Jahe Kober, gedung-gedung Luciferian dan 13 -The Satanic Mumber- di sekitar kita.

Semua deskripsi dan foto tentang arsitektur museum, tata ruang kota, prasasti makam, dan monumen dalam novel ini adalah OTENTIK!.

Selama membaca beberapa halaman ada hal yang mengganjal dan bikin penasaran, antara lain:

1. Bingung nyari CATATAN KAKI /FOOTNOTE, aku ubek-ubek seluruh halaman kok ngga ada ya, padahal ada beberapa yang aku ngga ngerti maksud dari sebuah kata / kalimat yg ditandai footnote di situ, jadi terpaksa bacanya sambil googling, trus nambahin sendiri catatan kakinya di halaman itu. 🙂

2. Nah, ini dia… ngga ada data DAFTAR PUSTAKA sebagai refferensi yang menunjukkan bahwa semua data yang ada di novel ini adalah valid, apalagi pengarang mengklaim semua informasi di situ bersifat OTENTIK.

*Catatan:
Bila Anda tertarik untuk membeli novelnya, silakan hubungi saya di: iwan_pipeline@yahoo.com

Lanjut ke hal. 2: Menelusuri Jejak Freemason, Illuminati, Kaballah & Zionism di Jakarta