Home » Motivation (Page 3)

Category Archives: Motivation

Masih pantaskah aku bersikap sombong?

hello… ini aku….
orang yang paling penting di dunia ini.. lihat warnaku beda sendiri.
hey ???
hah… ternyata betapa kecilnya aku ini….
bagai setitik debu yang hampir tak terlihat…


























masih pantaskah aku merasa sombong ?
padahal di atas langit masih ada langit

Salam hangat dan tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

PS:
thx to mbak Astrid Nur Islamiyah yg share pics ini. selamat mempersiapkan diri menanti proses kelahiran putra/putri-nya, semoga lancar, dan kelak anaknya sholeh, cerdas dan sehat. amiin…

[ QUIZ #3 ] Creative Problem Solving


[ QUIZ ke-3 ] Creative Problem Solving

Alkisah, ada seorang petani yang terlilit hutang yang sangat besar kepada seorang saudagar kaya. Sehingga keadaan ini dimanfaatkan sang saudagar kaya tersebut untuk berbuat licik dan jahat, yaitu dengan menyelesaikan hutang sang petani tersebut dengan cara undian. Undiannya sebagai berikut: sang saudagar akan memasukkan sebuah batu putih dan sebuah batu hitam ke dalam kantung uang. Salah satu batu tersebut harus diambil oleh anak perempuan sang petani. Bila anak perempuan tersebut berhasil mengambil batu putih, hutang dianggap lunas. Namun bila yang ditarik keluar adalah batu hitam, sang anak gadis yang berparas cantik tersebut harus menikahi sang saudagar. Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya sang petani menyetujui proses undian tersebut.


Sebenarnya ini hanya trik bagi saudagar kaya tersebut untuk berlaku curang. Ia memasukkan dua batu hitam ke dalam kantung. Untunglah sang anak gadis mengetahui hal itu. Dengan bijak, ia tidak melakukan protes akan kecurangan yang dilakukan sang saudagar, sebab hal ini jelas tidak akan membantu menyelesaikan hutang ayahnya. Anak gadis tersebut berpikir dan berniat untuk tetap melanjuatkan proses undian tersebut dengan cara smart. Menurutnya, ini kesempatan emas untuk membebaskan seluruh hutang ayahnya.


Pertanyaan quiz:
Menurut Anda, apa yang akan dilakukan anak gadis itu?

Berani terima tantangan untuk berpikir kreatif ? yess…

Bagi siapa saja yang bisa menjawab dengat tepat (acceptable dengan alasan/logika yang menarik), saya akan berikan akses download ceramah motivasi dari Andrie Wongso (mp3 format) yang telah tersimpan secara khusus dalam blog fightforfreedom ini (halaman khusus untuk pemenang challenge). Untuk quiz ke-3 ini hadiahnya adalah dua judul dari CD Compilation Motivation Series dari beliau yang bertema ”Wisdom & Success”. Silakan, Anda bebas memilih judulnya.

Ada hikmah yang terkandung di dalam jawaban quiz ini.
Okey, my friends, just relax…let’s think smart…’n never give up.
Let’s fight for freedom… freedom from rigidity !!!

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto

[ QUIZ #2 ] Creative Problem Solving

Masih semangat hari ini ? Yess…

Kisah dalam kuis ini saya modifikasi (agar mudah dipahami pesannya) dari buku “Tales of China’s Timeless Wisdom for Leaders”, karya Michael C. Tang.

Konon, ada seorang raja yang buta mata kirinya, dan pincang kaki kirinya. Untuk mengabadikan kebesarannya, Sang Raja berniat untuk memajang lukisan dirinya sendiri yang akan diletakkan di dinding ruang lobby istana. Maka diadakan sayembara untuk mendapatkan lukisan yang terbaik. Bila berhasil mendapatkan, maka Sang Raja akan memberikan hadiah besar kepada sang pelukis, namun jika mendapatkan karya yang tidak baik, justru hukuman yang akan ditimpakan kepada pelukis.

Satu persatu pelukis yang mengikuti sayembara dipanggil ke istana. Pelukis pertama sadar bahwa nasibnya amat tergantung pada suka-tidaknya Sang Raja pada lukisannya, pelukis itu berusaha menutupi cacat pada obyek lukisannya. Dilukiskannya Sang Raja itu dalam kebesarannya sebagai penakluk yang gagah perkasa. Matanya indah, menatap dengan tajam. Otot-ototnya kekar, kedua kaki kukuh menapak, semuanya mengesankan aura keperkasaan dan keagungan.

“Apaan ini?!” hardik Sang Raja. “Kamu tak lebih dari seniman cari muka! Emangnya aku seperti ini, hah ?!… Pengawal jebloskan dia ke penjara, aku ngga ingin pemikirannya meracuni warga kita !!!”

Dengan gemetaran, pelukis itu digelandang dan dijebloskan ke dalam penjara.

Mendengar berita itu, pelukis kedua tahu bahwa Sang Raja ingin gambar senyatanya. Sambil memuji Sang Raja yang bersikap objektif dan cinta kebenaran, ia mengambil langkah lain: dilukisnya penguasa itu sebagai pribadi agung… dengan sebelah mata dan kaki cacat.

Bagaimana hasil penilaiannya?

“Huhh! Seni apaan ini!!” kata Sang Raja. “Aku ngga ingin punya warga yang mudah menghasut orang lain. Pengawal, jebloskan dia juga ke penjara!!!”

Atas perintah penguasa itu, pelukis kedua ini pun digelandang memasuki bui.

Pertanyaan kuis ?

Bila ternyata Anda adalah pelukis yang ketiga yang tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan pelukis sebelumnya, maka lukisan seperti apa yang akan Anda presentasikan dihadapan Sang Raja?

Anda telah belajar dari dua kegagalan pelukis sebelumnya, tentunya Anda harus mulai dengan cara yang berbeda untuk bisa merubah nasib Anda.

Buat pejuang kebenaran, pesan moral dibalik kuis ini sangat jelas, yang akan terungkap setelah pertanyaan kuis ini dijawab dengan tepat.

Okey, my friends, just relax…let’s think smart…’n never give up.

Iwan Yuliyanto
29.11.2007

[ QUIZ #1 ] Creative Problem Solving

[cerita dimodifikasi dari buku “Setengah Isi Setengah Kosong”, karya Parlindungan Marpaung, penerbit MQS Publishing. Review tentang buku ini di sini sahabat muslim atau rumah buku islam]

Masyarakat Pulau Tuna sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan pulau tersebut dalam beberapa tahun ini. Sehingga para nelayan harus berlayar jauh dari pulau untuk menangkap ikan.

Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, tentu ikan tersebut tidak segar lagi. Masyarakat Pulau Tuna tidak menyukai rasanya.

Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan milik Pak Wira memasang freezer di semua armada kapalnya. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun kenyataannya, masyarakat Pulau Tuna dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah, karena kurang laku.

Akhirnya, Pak Wira menetapkan strategi usaha yang lain yaitu memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak, karena kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup.

Namun, masyarakat Pulau Tuna masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Masyarakat Pulau Tuna menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas.

Bagaimanakah perusahaan perikanan milik Pak Wira mengatasi masalah ini?
Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Pulau Tuna?

Jika Anda menjadi konsultan bagi industri perikanan milik Pak Wira, apakah yang Anda rekomendasikan?

Selamat berpikir ya… ‘n keep fighting spirit.

Iwan Yuliyanto
25.11.2007

Jangan Terjebak Pada Jalan Yang Tidak Ada Rintangan.


Bisa jadi karena sedang dalam masa transformasi, akhir-akhir ini, saya sering mendengarkan lagu “I Will Survive”. Apalagi kalo didengerin berulang-ulang. FYI, lagu ini telah di-remake oleh lebih dari 50 artis / band, dan hampir mewakili semua genre. Saking demen-nya dengan lagu ini, saya kumpulkan lagu tersebut yang terdapat dalam berbagai versi, yang sebagian-nya di-upload di folder music MP ini.

Kata kebanyakan pendekar dunia motivasi, kalo kita pengin sukses, maka kudu berani berproses dan punya daya tahan yang kuat selama proses transformasi tersebut. Proses tersebut kebanyakan ngga enak & menyakitkan, yang justru dengan menahan rasa sakit tersebut yang bisa membuat kepribadian kita bertumbuh menjadi kuat. Jangan harap, kalo Anda mencari jalan pintas untuk menghindari proses transformasi tersebut, bakal mendapatkan apa yang ingin Anda capai.

Kalo ngga percaya & yakin, mari kita simak sebuah kisah proses transformasi yang saya kutip dari bukunya Oom Billie Lim “Dare to Fail”

Kisah Laron Maharaja

Laron Maharaja adalah spesies paling hebat dan unggul dari segala spesies laron. Ia mempunyai sayap lebar yang mengepak dengan hebat tatkala terbang. Sebelum dewasa ia dilahirkan sebagai larva (ulat) dan menjadi kepompong yang tinggal di dalam selaput. Hal sangat menarik mengenai selaput Laron Maharaja adalah “leher”nya yang begitu sempit sekali.

Untuk menjadi laron, kepompong Laron Maharaja terpaksa harus keluar dari leher selaput yang sempit. Ketika melihat kepompong “malang” yang sedang meronta keluar dari selaput, seorang ahli sains yang baik hati memberi bantuan dengan menggunting & melebarkan leher pembendung supaya “memudahkan” kepompong keluar. Tepat seperti yang diperkirakan, kepompong itu keluar dengan mudah tanpa banyak meronta – TETAPI ia tidak berdaya untuk terbang, bahkan sebaliknya ia jatuh, dan hanya merayap-rayap di tanah saja!!!. Setelah beberapa hari, akhirnya ia mati di atas tanah dan tidak dapat hidup beterbangan di udara dengan sayap yang hebat itu.

-.-.- akhir kutipan -.-.-

Mengapa bisa demikian?

Ternyata, untuk membuat ia terbang, ia hanya perlu menjalani proses meronta & meloloskan diri keluar dari leher kepompong. Karena melalui proses “meronta & lolos” inilah benda cair dipompa masuk ke dalam urat-urat sayap yang memungkinkan terbang apabila ia keluar!

Alam telah memberi kita pelajaran tentang hakekat perjuangan menuju kesuksesan. Kesuksesan tak mudah diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras. Jangan terlalu berharap pada kemujuran, sebab kita semua tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya kemujuran. Sadarilah bahwa segala sesuatu perlu berjalan alamiah. Pertumbuhan diri adalah proses mendaki tangga. Kita harus melalui anak tangga satu per satu. Dengan demikian, tak perlu repot mencari-cari jalan pintas (short cut), karena pada KENYATAANNYA, jalan pintas itu tidak akan membawa Anda kemana-mana. Tetap fokus pada goals… dan hargai saja setiap langkah kecil yang membawa Anda maju.

Sekali lagi TIDAK ADA jalan pintas. Semuanya butuh proses. Dan menjalani proses itu adalah kesuksesan itu sendiri.

Iwan Yuliyanto