Home » Media & Journalism (Page 3)

Category Archives: Media & Journalism

Iklan Yang Menginspirasi Tindakan Merusak [#2]

Bismillah …

Iklan produk rokok LA Light dalam banner di atas yang mengajak kita untuk think forward digambarkan mengubah rambu lalu lintas dari dilarang masuk menjadi arah ke kanan, dengan menggunakan cat semprot. Dalam situsnya iklan tersebut baru diupload 4 hari yang lalu, artinya tema think forward itulah yang akan menghiasi banner atau billboard produk rokok tersebut yang tersebar di seluruh penjuru kota/desa negeri ini.

Apakah menurut Anda konsep iklan ini mendidik?
->

Distorsi Istilah Dalam Pemberitaan Kasus Benny Handoko

–: Bedah Kasus Pencemaran Nama Baik: Kasus @benhan :–

Bismillah…

Masih tentang jurnalisme dan media. Jurnal kali ini membahas kasus pidana pencemaran nama baik dan penghinaan / penistaan oleh Benny Handoko [@benhan] terhadap Mukhamad Misbakhun [@misbakhun] yang kini proses hukumnya sedang berjalan. Kita sebut saja dalam jurnal ini dengan “Kasus @benhan”.

Saya merasakan ada distorsi atau pengaburan informasi dalam beberapa pemberitaan di media tentang kasus tersebut, baik itu disebabkan karena ucapan tokoh penegak hukum, pengamat politik, aktivis sosial media / seleb-twit, atau datang dari jurnalis itu sendiri. Kekeliruan pemakaian istilah-istilah dalam pemberitaan kasus ini berpotensi keliru juga dalam pengambilan sikap dan keputusan. Istilah-istilah tersebut adalah: perang twit (twitwar), kebebasan berpendapat, dan kriminalisasi.

Untuk itu melalui jurnal ini saya ingin mencoba mengupas substansi permasalahannya agar efektif dalam upaya pencegahannya, yaitu tidak berulangnya kasus tersebut atas pelanggaran pasal 27 ayat 3 UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Saya menyajikannya menjadi 3 bagian: [1] Kronologi dan Perkembangan Kasusnya; [2] Bedah kasus dan Pelajaran yang bisa diambil; [3] Daftar kasus pencemaran nama baik.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendukung salah satu pihak, namun diniatkan untuk edukasi dan semangat untuk membangun jurnalisme yang baik di Indonesia. Semoga Kasus @benhan ini menjadi pelajaran penting bagi kita.

(more…)

[HOAX Tes Keperawanan] Bagaimana Agar Ucapanmu Tidak Dipelintir Wartawan?

Bismillah …

Sepertinya daftar berita bohong yang sebelumnya menjadi isu nasional akan semakin bertambah. Silakan check daftar berita bohong sebelumnya di sini.

Sejak hari selasa lalu, 20 Agustus 2013, saya dikejutkan oleh sebuah berita: Siswi SMA di Prabumulih Diwajibkan Tes Keperawanan [baca Kompas, Kontan, dan beberapa media lainnya].

[Update info: Berita tentang Tes Keperawanan ini pertama kali muncul dalam media: sumsel.tribunnews.com, 18/08/2013]

Dalam berita tersebut disampaikan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, membuat rencana kebijakan mewajibkan semua siswi sekolah di Prabumulih untuk mengikuti tes keperawanan. Tes tersebut sebagai respons terhadap maraknya kasus siswi sekolah yang berbuat mesum, bahkan diduga melakoni praktik prostitusi. Kemudian dana tes itu diajukan untuk APBD 2014. Yang menjadi narasumber dalam berita tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih HM Rasyid, Senin (19/8).
(more…)

Kejamnya “Disinformation Operations” di Mesir

[Pro-Kudeta Memanipulasi Berita dan Membunuh Para Jurnalis di Mesir]

.

Bismillah…

Sampai saat ini saya masih concern pada bahasan tentang pemutar-balikan fakta oleh media dalam mendukung kelompok tertentu. Seputar kejahatan media bisa Anda telusuri dalam blog ini pada kategori: media-journalism. Anda bisa menganalisanya, atas berulangnya kebohongan-kebohongan, fitnahan-fitnahan oleh media secara intens, sesungguhnya ada agenda apa dibalik semua itu. Silakan membuka mata, hati dan pikiran.

Sekedar intermezzo sebelum ke pembahasan utama tentang Kudeta dan Pembantaian Manusia di Mesir. Saya sajikan sekilas info terlebih dahulu tentang berita di dalam negeri.

Beberapa hari yang lalu, Wakil Forum Rektor se Indonesia Tufan Maulamin, melaporkan Metro TV ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan alasan Metro TV melakukan kebohongan dalam pemberitaan soal Mesir. [Fimadani, 17 Agustus 2013].

Di hari berikutnya, Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) tidak terima dengan fitnah yang dilakukan stasiun televisi Metro TV terkait penangkapan salah satu anggotanya oleh Densus 88 di Tasikmalaya yang diduga pelaku penembakan polisi. Tuduhan itu dirasa ngawur, maka FPI berencana melaporkan stasiun Metro TV itu ke Dewan Pers.[Suara Islam, 19.08.2013]. Faktanya pihak kepolisian mengaku khilaf dan kemudian mengajak FPI bersama-sama mencari pelaku penembakan polisi [Sindo News, 20.08.2013]. Tapi lihatlah, karena sebelumnya Metro TV gencar mem-blow up drama penangkapan itu dari jam ke jam, sehingga banyak yang menghujat FPI di berbagai sosial media saat itu, bahkan hingga hari ini masih saja ramai orang menghujat, silakan googling 24 jam terakhir dengan keyword: FPI densus. Padahal kepolisian sudah mengklarifikasinya dan memulangkan orang yang dituduh itu [VOA Islam, 20.08.2013].
(more…)

Selamat Datang di Republik Preman

Republik Preman

[Ilustrasi: Monitor Indonesia]


Bismillah …

Di sebuah negeri yang banyak dihuni para bedebah.
Ada sekelompok orang sedang menikmati acara hura-hura judi dan prostitusi yang tentu tidak ketinggalan di dalamnya ada minuman keras dan narkoba.
Kemudian datang seseorang yang tidak suka dengan kegiatan tersebut karena dianggap meresahkan masyarakat. Orang tersebut menasehati agar tidak melakukan perbuatan maksiat. Namun rupanya ajakan itu malah ditentang, sampai terjadi adu fisik, hingga melibatkan banyak orang di kedua belah pihak.
Kemudian datanglah polisi sebagai “Penegak Hukum” katanya.
Tapi benarkah hukum ditegakkan saat itu?
Polisi malah menangkap mereka yang yang tidak mau ada kemaksiatan. Alasan polisi: mereka menciptakan kerusuhan.
Dan media massa yang menghamba pada tuan kebebasan justru menari-nari atas peristiwa itu.

Wahai kawan,
Selamat datang di Republik Preman.

.
INSIDEN LAMONGAN – 12/8/2013

Terkait dengan insiden Lamongan, selain petugas Kepolisian, Aliansi Solidaritas Untuk Muslim (ASOUM) dan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) telah melakukan investigasi latarbelakang insiden tersebut berikut kronologinya. Ditemukan fakta bahwa lagi-lagi media mainstream memutar balikkan fakta 180 derajat, seperti halnya melakukan pemelintiran berita-berita yang beberapa contoh kasus telah saya ulas di jurnal sebelumnya.
(more…)

Teliti Kebenarannya Dulu Dong …!

makan di toilet


Dua hari yang lalu, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang menyesakkan dada di tengah-tengah menikmati bulan Ramadhan ini, yaitu berita dari Detik News (23-07-2013):
Siswa Non Muslim Disuruh Makan di Toilet Karena Ramadhan

Berita ini menukil dari BBCIndonesia.com, yang mengabarkan bahwa para siswa sebuah sekolah dasar di Malaysia diminta untuk tidak makan di kantin selama istirahat siang, memerintahkan siswa non-Muslim makan siang di toilet mandi karena Ramadhan.

Banyak bersliweran di ranah social media yang meneruskan berita ini dengan menertawakan sinis dan tak sedikit yang mencaci maki. Ada juga blogger yang memuat berita tersebut, (untuk menjaga nama baiknya, saya rahasiakan link tulisannya) dan saya telah memberikan komentar di postingannya:

23 Juli 2013 pada 21.31
“Tapi tetap saja perlu diperiksa validitas berita tersebut. Beberapa kali saya menjalani ibadah puasa di Malaysia (Syah Alam, Selangor) tidak pernah menemukan hal yang demikian.”

(more…)

Ketika Media Menginspirasi Perbuatan Kriminal

Tadi malam saya baca koran online, betapa melongonya saya membaca rangkaian berita untuk sebuah kasus pembobolan bank di bawah ini:

Tempo
(more…)