Home » Indonesia Crisis (Page 3)

Category Archives: Indonesia Crisis

Kado HUT DKI Jakarta Yang Menampar Kesadaran

Bismillah …

Pada debat perdana capres-cawapres, 9 Juni 2014 lalu, calon presiden nomor urut 2 Pak Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, “Manajemen pengawasan harus kita jalankan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam dan detik demi detik harus kita awasi. Negara kita paling lemah manajemen pengawasannya.” [Detik News].

Saya setuju dengan Pak Jokowi. Sudah seharusnya sebagai pejabat negara, terlebih seorang pemimpin, harus mampu secara disiplin menerapkan manajemen pengawasan pembangunan sebagai kunci pemberantasan korupsi. Namun apakah Pak Jokowi sendiri sudah memberikan contoh yang baik bagaimana real-nya manajemen pengawasan saat ini selaku kepala daerah?

Di sini, mari kita mengambil sebuah pelajaran besar betapa pentingnya membangun integritas melalui aksi nyata.

APBD DKI Jokowi
(more…)

Keblingernya Pembenaran Dalam Budaya Anti Kritik

Bismillah …

Awalnya tidak ada keinginan menulis di blog untuk merespon ucapan Pak Jokowi tentang “panggil programmer, 2 minggu selesai” dalam debat perdana capres-cawapres. Karena saya yang cukup lama bergelut di dunia pembangunan aplikasi e-Government, meng-apresiasi program Pak Jokowi tentang sistem informasi untuk pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah. Namun, alangkah sedih rasanya ketika membaca sebuah berita online tentang Kelompok Pendukung Jokowi yang berusaha melakukan pembenaran atas ucapan capres-nya tersebut. Karyanya cukup positif, namun cara penyampaian tujuan karyanya ke publik saya rasa menyesatkan. Disadari atau tidak, ini sama dengan membangun budaya anti kritik. Oleh karena itu, saya tergelitik untuk meluruskannya dalam blog ini.

Sila simak baik-baik berita di bawah ini:

Buktikan Janji Jokowi Bidang IT, Aplikasi Smartphone Diluncurkan. [Liputan6, 12/6/2014]
Sebagian kutipan dalam berita tersebut:

Pada debat perdana capres dan cawapres Senin 9 Juni lalu, capres Joko Widodo menyatakan, proyek IT untuk program pemerintah dapat diselesaikan dalam waktu 2 minggu oleh programmer. Hal ini berusaha dibuktikan oleh relawan Jokowi-JK yang tergabung dalam Rumah Koalisi Indonesia Hebat, dengan membuat sebuah aplikasi dalam waktu 24 jam. Hasilnya, sebuah aplikasi mobile bernama ‘Joko Widodo RI-1’ kini tersedia di Apple AppStore.

Aplikasi itu disediakan untuk warga yang ingin mengenal figur Jokowi. Aplikasi itu berisi referensi multimedia, fitur aspirasi, dan quiz. Salah satu fitur yang menarik adalah fitur ‘Your Voice’, untuk menyampaikan aspirasi harapan warga apabila Jokowi terpilih sebagai presiden dalam pilpres 9 Juli nanti.

(more…)

Menjamurnya Analis Jangkrik Pemilu 2014

Bismillah …

Dari sebelum Pemilu 2014 sampai hari ini kita banyak disuguhkan lelucon para pengamat politik. Mulai dari komentar mereka atas survey elektabilitas partai, perolehan kursi, sampai hal tentang koalisi dan oposisi. Juga banyak pengamat yang asbun soal capres-cawapres, bicara tentang ketum-ketum parpol yang bakal dilengserkan, bahkan sampai ada pengamat yang mempertaruhkan lehernya dipenggal kalau prediksinya meleset. Ada-ada saja.

Salah satu contohnya, perhatikan berita yang saya ambil dari Tribun News, berikut kutipannya:
“Jatah kursi tiga partai politik “alumni Pemilu 2009” di DPR RI diprediksi bakal berkurang secara drastis. Ketiga parpol “alumni Pemilu 2009″ itu adalah Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Golkar. Prediksi itu, seiring anjloknya perolehan suara mereka pada Pemilu 2014, yang digelar Rabu (9/4/2014). Menurut hitung cepat Saiful Mujani Saiful Mujani Research & Consulting (SRMC), sampai Jumat (11/4/2014) dini hari, persentase perolehan ketiga parpol tersebut anjlok drastis sehingga memengaruhi jatah kursi di DPR RI.”

Coba amati berita tersebut di atas… semoga Anda semua paham bagaimana ngawurnya seorang pengamat. Lembaga survey tidak jauh beda dengan acara gosiptainment. Percaya dengan mereka sama saja percaya dengan gosip.
(more…)

TIGA Pertanyaan Dasar Buat Penganut Anti Demokrasi

Bismillah …

Setiap menjelang pemilu, seruan anti demokrasi oleh para Andemis* (penganut paham anti demokrasi) lebih ramai dari biasanya. Anggapan umum yang dipahami oleh Andemis adalah sebagai berikut:

#1: “Demokrasi itu haram, sistem kufur, tidak sesuai syariat Islam, tidak diajarkan Rasulullah, saatnya kembali pada hukum Allah.”
.
#2: “Tinggalkan demokrasi, sistem ini terbukti gagal mengelola negara. Gagal mengakomodasi hak dan kewajiban ummat. Kembali pada syariah, tegakkan khilafah.”
.
#3: “Partai politik itu adalah barang najis dan parlemen sebagai septic tank-nya. Jadi tidak mungkin kita bisa menegakkan syariat Islam dengan kumpulan najis-najis di parlemen.”

Sebagai muslim memang harus menempatkan hukum Allah diatas segalanya. Namun demikian mari kita lihat kondisinya saat ini. Negara kita yang terdiri dari beragam agama dan kepercayaan, suku bangsa, budaya dan adat istiadat, sejak awal berdirinya itu dibangun dengan sebuah sistem demokrasi yang menurut Andemis dianggap sebagai sistem kufur / bathil.

Untuk menanggapi tiga anggapan umum di atas, di bawah ini ada TIGA pertanyaan dasar untuk Andemis.
(more…)

Neurosis Massal – Ketika Kewarasan Dianggap Sesat

“Neurosis Massal, dimana Reaksi Abnormal terhadap situasi Abnormal merupakan tingkah laku yang dianggap Normal”
[Dwi Estiningsih, psikolog]

.

Bismillah …

Entah apa yang terjadi, saat pemilu mayoritas kita mendadak lupa, apakah karena terbius kampanye, tersihir opini media dan bungkus-bungkus penokohan? Yang pada akhirnya terperosok lagi dalam kesengsaraan berkepanjangan, seakan-akan tidak pernah belajar dari kesalahan – kesalahan sebelumnya. Kini, kita berpotensi terperosok lagi karena tanpa sadar selalu menggelar karpet merah pada setiap keburukan di negeri ini. Lihat saja …

  • Anak bangsa yang berprestasi dihina, justru yang pencitraan minim karya dielu-elukan bak nabi.
  • Partai dengan kader-kadernya paling disiplin di DPR dibully, partai paling rajin bolos dipuja-puji dan dipilih lagi. [Rapor wakil rakyat di Mata Najwa]
  • Partai paling bersih dibully habis-habisan, dianggap paling korup bahkan diwacanakan untuk dibubarkan, NAMUN 3 besar partai pemenang pemilu yang memonopoli hampir 70% kasus korupsi dan merugikan negara trilyunan justru dibela habis-habisan. [Jawara Partai Korupsi]
  • Partai pejuang, anak kandung reformasi dihujat, sedangkan partai yang hobi menjual aset negara dipilih lagi.

(more…)

#SaveRisma Dari Rongrongan Syahwat Kekuasaan

#SaveRisma

Bismillah …

Bumi Surabaya memanas. Pasangan Risma – Bambang Dwi Hartono diusung PDIP dan menang pilkada. Tapi kemudian wakilnya mengundurkan diri karena ikut pemilihan gubernur Jawa Timur (belakangan malah tersandung kasus korupsi). Namun anehnya, sang walikota yang terbukti bersih dan punya integritas tinggi justru mau diturunkan oleh fraksi partai pendukungnya sendiri. Parahnya lagi, saat ini telah dipasangkan dengan wakil walikota baru yang sebelumnya telah ikut andil memakzulkan (melengserkan) sang ibu walikota. Semua itu karena kader-kader partai pendukung syahwat kekuasaan.

.
Sekilas tentang ibu Risma, Sang Walikota Surabaya

Ir. Tri Rismaharini, M.T. atau biasa dipanggil ibu Risma adalah Wali Kota Surabaya yang menjabat sejak 28 September 2010 untuk periode 2010 – 2015. Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya. Dan tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi walikota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa. Beliau adalah seorang PNS tulen, sehingga tidak masuk dalam kepengurusan partai politik. Jadi, beliau bukan politisi dari partai manapun, bukan kader PDIP walau saat maju sebagai Walikota Surabaya tersebut diusung oleh PDIP.

Beliau mempunyai prestasi dan kinerja yang sangat baik, dicintai rakyatnya dan dinilai berhasil tanpa harus memalsukan kinerja dan citra diri. Beliau tulus, jujur, berintegritas, cerdas, rajin, loyal, bersahaja yang semuanya itu alami, bukan karena rekayasa sebuah tim besar berskala internasional dengan biaya triliunan.
(more…)

Beruntungnya Partai Korup di Negeri Ironisia

Bismillah …

Kita sepatutnya mengapresiasi kerja tim Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyajikan data informasi korupsi di website resminya: http://antikorupsi.org/ sehingga berbagai elemen masyarakat bisa mengambil data korupsi dengan mudah, lalu membuat resume. Inilah keterbukaan informasi, sehingga semua orang bisa membuat data dan grafik sendiri “base on” himpunan berita yang ada.

Ada hal menarik, ketika ada bagian dari elemen masyarakat merilis tabel dan grafik partai korup melalui akun twitter @KPKwatch_RI, dengan dasar utama yang dipakai dalam penyusunannya adalah situs ICW. Tabel dan grafik tersebut adalah sebagai berikut:

partai korupsiUpdate Maret 2014 | Versi sebelumnya di sini
(more…)