Home » Business Ethic & Tips (Page 2)

Category Archives: Business Ethic & Tips

Apakah Motivasi Terbesar ?

KEPEPET -vs- IMING-IMING

Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai ‘iming-iming’ untuk menggerakkan audiens. “Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?” Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. “Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!”, kata managernya. “Gimana, semangat?” lanjut manager berinteraksi. “Semagaat..ngat..ngat!” sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,“Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?”. Jawab salesman, “Enggak kok, pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai, pak”. Setelah 3 bulan masa ‘iming-iming’ tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya, “Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!”. Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KEPEPET ! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. “Trus anak istriku makan apa?” pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.

97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa “Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!”. Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? “Emang gua pikirin!”. Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment. John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan “Establishing Sense of Urgentcy” adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong untuk bergerak.

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang ‘kepepet’ sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan ‘potensi kepepet’ kita, dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK, apa yang Anda rasakan?

Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.

(sumber: buku “The Power of Kepepet by Jaya Setiabudi)

Ingin tahu lebih detail ilmu “The Power of kepepet” ?
Dalam rangkaian roadshow di 40 kota,
seminar the power of kepepet hadir di batam

Acara akan di adakan pada :

Hari / tanggal : Minggu, 06 Desember 2009.
Pukul : 16.00 ~ 20.00 WIB
Tempat : Novotel Hotel Batam
Pembicara : Mas Jaya Setiabudi
MC / Singer : Roni Waluya (ex. Kahitna)
Harga Ticket : Umum Rp 200.000,-

Mahasiswa Rp 75.000,- ( harus menunjukkan Kartu Mahasiswa).

the POWER of SPIRIT

Bismillah…

Bagi saya, kekuatan semangat memang sangat fantastis…
SEMANGAT bagaikan pelumas pada as roda, akan memperlancar perjalanan kita menuju tujuan dan membantu menyelesaikan apa yang telah kita mulai.
SEMANGAT akan mengubah masalah menjadi tantangan.
SEMANGAT akan menciptakan semangat dalam diri orang lain.
SEMANGAT menghilangkan kecemasan dan ketegangan.
SEMANGAT meningkatkan penampilan Anda.
SEMANGAT melupakan hari esok dan membuat Anda siap pada hari ini.
Jadi, berpikirlah dengan penuh SEMANGAT. Dunia ini milik orang yang semangat dengan kehidupannya, karena orang lain akan bereaksi terhadap semangat mereka.

Semangat itu menular… menular itu pengaruh… pengaruh itu adalah satu langkah menuju kemerdekaan atas belenggu keterbatasan diri.

Sikap untuk tetap bersemangat adalah sebuah pilihan. Lupakanlah orang yang suka mengolok-olok dan meremehkan Anda. Karena orang-orang yang mematahkan semangat, penuh keraguan, dan tidak dapat melihat jauh ke depan akan selalu ada di sekitar kita. Itu alamiah…

Sahabat adalah Bintang, bintang itu sumber cahaya, dan cahaya itu inspirasi… maka sebagai bentuk persahabatan, saya share dalam keseluruhan isi blog ini yaitu tulisan, lagu, video, pidato, siraman rohani dan lain-lain yang membawa Anda tetap bersemangat.

Setiap penulis akan mati, hanya karyanya yang akan abadi melebihi jasadnya. Maka mari kita sama-sama menulis hal yang bermanfaat bagi kemaslahatan kita kelak diakhirat nanti. Ketika kita berbagi, itu bukan berarti kita lebih baik atau lebih benar dari orang lain, maknai saja itu sebagai bentuk dedikasi dan pengabdian kita selaku khalifatullah fil ardhi dalam rangka tawa saubil haq wa-tawa sawbishobbr.

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto
16.05.2007

*tulisan pertamaku di rumah maya ini.