Home » Success Story » “Perjuangan” Menggapai 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD

“Perjuangan” Menggapai 1 Juta BOPD dan 12 BSCFD

Blog Stats

  • 2,297,376

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 6,366 other followers

Ilustrasi real time monitoring (photo: stockphotos)

Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) memegang peran penting sebagai penggerak perekonomian nasional. Namun, lapangan kerja yang relatif tua, adanya pandemi Covid-19, dan berkembangnya industri energi alternatif, menjadi tantangan peningkatan produksi.

Menurut Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), konsumsi minyak Indonesia akan meningkat lebih dari 130 persen dari kondisi saat ini 1,6 juta barrel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD) menjadi 3,9 juta BOPD pada tahun 2050. Sedangkan konsumsi gas akan meningkat lebih dari 290 persen dari sekitar 6 miliar standar kaki kubik gas per hari (billion standard cubic feet per day/BSCFD) menjadi sekitar 26 BSCFD pada tahun 2050.

Peningkatan konsumsi energi nasional didorong oleh pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi nasional, dan daya beli masyarakat yang meningkat. Diperkirakan peningkatan konsumsi energi di Indonesia akan melebihi rata-rata secara global, yang pada 2030 diperkirakan mencapai sekitar 2,3 juta BOPD.

Visi Produksi 2030

Agar kebutuhan energi di tengah masyarakat terpenuhi, pemerintah Indonesia lewat Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), mencanangkan visi bersama yaitu target produksi 1 juta BOPD dan 12 BSCFD pada tahun 2030, sebagai tanda kebangkitan industri hulu migas Indonesia.

Produksi ini jika dicapai tetap tidak akan menghilangkan impor, karena di 2030 konsumsi energi di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2,3 juta BOPD. Namun, setidaknya mengurangi impor sehingga anggaran bisa digunakan untuk pembangunan. Jika target tersebut terealisasi, pendapatan Indonesia dari sektor hulu migas dapat bertambah hingga US$ 121 miliar.

Pemerintah dan DPR pada APBN 2021 menargetkan produksi minyak sebesar 705 ribu BOPD di tahun 2021. Produksi ini masih lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan minyak dalam negeri sekitar 1,6 juta BOPD.

Diwartakan CNBC Indonesia (19/4/2021), Sekretaris SKK Migas Taslim Yunus mengatakan, dari sisi hulu migas, produksi minyak mentah nasional saat ini masih sekitar 677 ribu BOPD dari target 705 ribu BOPD. Untuk pasokan minyak mentah masih kurang sekitar 2-2,5 juta BOPD.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis data ekspor impor untuk Juni 2021, volume impor migas pada Juni 2021 mencapai 4,01 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 10,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan, volume ekspornya yang juga meningkat sebesar 25,59 persen. Kondisi ekspor dan impor migas pada periode 2021 dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

migas, ekspor, impor
Gambar 1 – Ekspor dan Impor Periode 2021

Dilansir dari berita SKKMigas.go.id (16/12/2020), Menteri Keuangan, Sri Mulyani sepakat industri hulu migas ke depan akan tetap memainkan peran strategis meskipun pemerintah giat mengembangkan energi terbarukan. Dia mengatakan Indonesia masih mengalami penurunan produksi migas, sementara di saat yang sama, permintaan dan kebutuhan energi terus meningkat.

“Kami bertujuan untuk mencapai ekonomi negara berpenghasilan tinggi. Artinya, kebutuhan energi akan terus meningkat. Itulah mengapa memiliki produksi minyak dan gas serta sumber energi lainnya menjadi sangat penting,” kata Sri Mulyani.

Pandemi Covid-19 mendorong inovasi digital

Belum 1 tahun visi digaungkan, pandemi Covid-19 meluluh lantakkan ekonomi. Industri hulu migas juga terdampak, sehingga SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bekerja keras agar pandemi yang menyebabkan berkurangnya mobilitas dan ada pembatasan pekerja tidak terlalu berdampak terhadap target atau visi produksi.

SKK Migas terus melakukan terobosan dan inovasi untuk mewujudkan operational excellence yang dapat meningkatkan efisiensi, kecepatan dan akurasi di sektor hulu migas sehingga cost recovery bisa ditekan, dan penerimaan negara bisa melampaui target.

Pada 31 Desember 2019 atau malam pergantian tahun baru 2020, SKK Migas meluncurkan Integrated Operation Center (IOC). IOC adalah sebuah sistem yang dapat melakukan day to day monitoring operation secara real time sehingga memudahkan SKK Migas mendapatkan akses data setara KKKS sebagai operator dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan di wilayah operasi KKKS.

Dengan IOC, SKK Migas dapat melakukan pengawasan yang lebih efektif dan melakukan berbagai tindakan preventif dengan memberikan masukan-masukan kepada KKKS dalam melaksanakan operasionalnya sebelum terjadi masalah yang bisa menghambat target produksi minyak.

Faktor perizinan menjadi country risk yang menjadi pertimbangan investasi oleh International Oil Company. Dampak dari country risk menyebabkan munculnya permintaan investor terkait dengan insentif yang akan menurunkan potensi penerimaan negara. Selanjutnya dampak dari berlarutnya penyelesaian perizinan akan menurunkan tingkat keekonomian pengembangan proyek hulu migas.

Sebagai langkah antisipasi, SKK Migas membenahinya dengan layanan One Door Service Policy (ODSP) yang diluncurkan pada 16 Januari 2020. Pengurusan rekomendasi perizinan investasi yang sebelumnya memakan waktu hingga 15 hari, kini bisa selesai dalam waktu tiga hari kerja.

Tantangan industri berbasis fosil

Energi fosil yang dipakai dalam revolusi industri di Indonesia mendorong peningkatan produksi karbon dioksida (CO2) dan emisi gas rumah kaca.

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Emil Salim menyarankan agar strategi pembangunan berbasis energi fosil diganti dengan energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, perubahan iklim akibat penggunaan energi fosil menyebabkan pemanasan global yang berdampak terhadap kenaikan muka air laut dan efeknya banyak pulau-pulau kecil akan tenggelam di masa depan (Tempo, 2/7/2021).

SKK Migas telah mengantisipasinya, melalui Rencana dan Strategi Indonesia Oil and Gas (IOG) sebagai pilar SKK Migas mewujudkan visi produksi 2030, pilar keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu pondasi dalam membangun industri hulu migas. CO2 yang merupakan emisi karbon akan dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan produksi minyak dengan menginjeksikan CO2 ke lapangan migas agar minyak dapat tertangkap/diproduksi.

SKK Migas juga meningkatkan gerakan penanaman pohon di wilayah-wilayah kerja hulu migas guna mengurangi polusi dan meningkatkan penyerapan CO2 (berita SKK Migas, 11/6/2021).

Mulai tahun 2021, SKK Migas memasukkan kegiatan penanaman pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan lahan kritis di wilayah-wilayah kerja KKKS menjadi salah satu Key Performance Indicator (KPI). Pelaksanaan program dikoordinasikan bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK).

Tahun 2021 SKK Migas dan KKKS akan menanam lebih dari 2 juta pohon dengan komitmen tiap tahun menanam 1 juta pohon. Sampai April 2021 terdapat 5.417 hektar yang telah dilakukan penanaman dengan status yang berjenjang.

Realisasi Program Kerja, Upaya Peningkatan Cadangan, dan Capaian TKDN

Realisasi aktivitas utama hulu migas sepanjang Semester 1 tahun 2021 telah dilakukan 186 pemboran sumur pengembangan, 309 workover, dan 11.307 well service.

SKK Migas bersama KKKS sepanjang Semester 1 berhasil menyelesaikan 7 dari 12 proyek hulu migas di tahun 2021, dengan investasi sebesar US$ 1,4 Miliar (setara Rp20,9 Triliun) dan memberikan tambahan produksi minyak sebesar 10.710 BOPD dan gas sebesar 474 MMSCFD (laman berita SKK Migas, 16/7/2021).

Selain itu SKK Migas juga mengawal realisai proyek hulu migas yang dikatagorikan sebagai proyek strategis nasional, antara lain Jambaran Tiung Biru, Tangguh Train 3, Abadi Masela, dan IDD.

Upaya penggantian cadangan yang telah diproduksikan (Reserve Replacement Ratio/RRR) terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan produksi migas yang berkelanjutan. SKK Migas telah memproses persetujuan 14 Plan of Development (POD) yang diajukan KKKS, sehingga menambah cadangan migas sebesar 131,2 juta barel oil equivalent (BOE).

Sepanjang Semester 1 tahun 2021, terdapat 7 sumur eksplorasi yang telah selesai di bor/tes. Saat ini juga sudah dilakukan survei seismik 2D sepanjang 1.917 km, survei seismik 3D sepanjang 673 km2, dan 67 kegiatan studi G&G.

SKK Migas berhasil meningkatkan persentase Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dari kegiatan hulu migas secara keseluruhan. Capaian komitmen TKDN mencapai 58% (cost basis), melebihi target tahun 2021 sebesar 57%. Capaian tersebut dengan nilai investasi lebih dari US$ 10 miliar, akan ada US$ 5,7 miliar (setara Rp 68 triliun) yang menggerakkan industri nasional.

Penyelamatan ekonomi nasional

Di tengah situasi perekonomian yang belum pulih karena pandemi Covid-19, realisasi berbagai proyek hulu migas memberikan sumbangsih nyata untuk menciptakan lapangan kerja dan mendukung bergeraknya perekonomian di daerah, serta mendukung perusahaan nasional dan daerah untuk dapat terus mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

Sepanjang Semester 1 tahun 2021, industri hulu migas menghasilkan penerimaan negara sekitar US$ 6,67 miliar (setara Rp 96,7 triliun). Penerimaan ini adalah 91,7% dari target APBN 2021 (berita SKK Migas, 16/7/2021).

Usaha hulu migas pun mengoptimalkan kegiatan dan biaya melalui pemilihan prioritas kegiatan work order dan maintenance routine & inspection, dan efisiensi general administration khususnya akibat adanya pembatasan kegiatan. “Upaya ini berhasil membuat biaya per barel pada Semester 1 tahun 2021 sebesar US$ 12,17/BOE, lebih rendah dibandingkan Semester 1 tahun 2020 sebesar 13,71 US$/BOE,” kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, dikutip dari laman berita SKK Migas, 16/7/2021.

Lifting minyak baru mencapai 95% dan lifting salur gas 96%. Untuk mengejar target, SKK Migas dan KKKS bahu membahu merealisasikan program Filling The Gap (FTG), sehingga telah ada tambahan minyak rata-rata 1.900 BOPD.

skk migas, capaian semester
Gambar 2 – Capaian Semester 1 – 2021

Paket insentif mendorong gairah investasi

Dalam Siaran Pers SKK Migas pada 17/6/2021, sebagai bentuk komitmen untuk merevitalisasi iklim investasi sektor migas di Indonesia, Pemerintah telah menyetujui 6 dari 9 paket insentif fiskal dan fasilitas perpajakan yang dibutuhkan industri hulu migas untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas. Paket stimulus ini sebagai implementasi PP no 27 tahun 2017.

Detail 9 paket insentif fiskal dan statusnya masing-masing ditunjukkan pada infografis di bawah ini:

skk migas, paket stimulus
Gambar 3 – 9 Paket Stimulus

Penutup

Visi jangka panjang SKK Migas memang terkesan ambisius. Namun, SKK Migas punya keyakinan mampu mencapai target tersebut. Bersama seluruh kementerian dan pemangku kepentingan lainnya, SKK Migas mengajak seluruh elemen untuk dapat berperan aktif dalam usaha peningkatan produksi migas Nasional dengan melakukan perubahan paradigma demi industri hulu migas Indonesia serta memberikan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


1 Comment

  1. Masya Allah Mas Iwan. Kapan lalu saya baru ‘mbatin’. Teman2 blog yg lama dulu apa kabar yaa… termasuk Mbatin Mas Iwan. Salam sehat selalu ya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Let me share my passion

””

My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: