Home » Program Development » Himpunan Ayat Al-Qur’an & Hadits Tentang Parenting

Himpunan Ayat Al-Qur’an & Hadits Tentang Parenting

Blog Stats

  • 2,282,637

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 6,409 other followers

Halaman 24:
Menjadikan Anak Shalih Dengan Pendidikan Yang Baik :–

  • Suami adalah pemimpin keluarga, Istri adalah pemimpin rumah dan anaknya. Sebagai pemimpin mereka berdua akan dimintai pertanggungjawabannya di akherat kelak.

    Dari Ibnu Umar ra. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang peguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya. Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian.” –[H.R Bukhari dan Muslim]
    Post terkait: #1 | #2

  • Sungguh beruntung dan berbahagialah orang tua yang telah mendidik anak-anaknya sehingga menjadi anak yang shalih, yang selalu membantu orang tuanya, mendo’akan orang tuanya, membahagiakan mereka, dan menjaga nama baik kedua orang tua. Karena anak yang shalih akan senantiasa menjadi investasi pahala, sehingga orang tua akan mendapat aliran pahala dari anak shalih yang dimilikinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” –[HR. Muslim: 1631]

  • Kelak di hari kiamat, seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa dia meraih derajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa, namun hal itu pun akhirnya diketahui bahwa derajat tinggi yang diperolehnya tidak lain dikarenakan do’a ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

    “Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surge. Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.” –[HR. Ahmad: 10618. Hasan]

  • Oleh karenanya, saking urgennya pembinaan dan pendidikan sang anak sehingga bisa menjadi anak yang shalih, Allah ta’ala langsung membebankan tanggung jawab ini kepada kedua orang tua. Allah ta’ala berfirman:
    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

    “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” –[QS At Tahrim: 6]

Tanggung jawab pendidikan anak harus ditangani langsung oleh kedua orang tua. Para pendidik yang mendidik anak di sekolah–sekolah, hanyalah partner bagi orang tua dalam proses pendidikan anak.

Orang tualah yang seharusnya berusaha keras mendidik anaknya dalam lingkungan ketaatan kepada Allah, maka pendidikan yang diberikannya tersebut merupakan pemberian yang berharga bagi sang anak, meski terkadang hal itu jarang disadari.

  • Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma berkata,
    أدب ابنك فإنك مسؤول عنه ما ذا أدبته وما ذا علمته وهو مسؤول عن برك وطواعيته لك

    “Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.” –[Tuhfah al Maudud hal. 123]

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    ما نحل والد ولده أفضل من أدب حسن

    “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” –[HR. Al Hakim: 7679]

Mengenai tanggung jawab pendidikan anak terdapat perkataan yang berharga dari imam Abu al-Hamid al-Ghazali rahimahullah. Beliau berkata, “perlu diketahui bahwa metode untuk melatih/mendidik anak-anak termasuk urusan yang paling penting dan harus mendapat prioritas yang lebih dari urusan yang lainnya. Anak merupakan amanat di tangan kedua orang tuanya dan qalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga dan murni yang belum dibentuk dan diukir. Dia menerima apa pun yang diukirkan padanya dan menyerap apa pun yang ditanamkan padanya. Jika dia dibiasakan dan dididik untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat. Dan setiap orang yang mendidiknya, baik itu orang tua maupun para pendidiknya yang lain akan turut memperoleh pahala sebagaimana sang anak memperoleh pahala atas amalan kebaikan yang dilakukannya. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan serta ditelantarkan seperti hewan ternak, niscaya dia akan menjadi orang yang celaka dan binasa serta dosa yang diperbuatnya turut ditanggung oleh orang-orang yang berkewajiban mendidiknya” [Ihya Ulum al-Din 3/72].

Senada dengan ucapan al-Ghazali di atas adalah perkataan al-Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah, “Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.” [Tuhfah al-Maudud hal. 125].

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42


54 Comments

  1. […] Himpunan Ayat Al-Qur’an dan Hadits tentang Parenting […]

  2. Shabrina Nahria Dzikri says:

    izin copast ya pak..jazakallah khoiron katsir

  3. abishufi says:

    izin copy y..

  4. sivma says:

    syukran katsiro 🙂

  5. ummu aida says:

    Good spech and amazing …jazakumullahu khairan

  6. Rahman Sukarto says:

    Aslkm, izin copy and share mas… thanks
    ditunggu tulisan selanjutnya..

  7. ninda says:

    hadits tentang kemandirian paling atas ada dimana ya sumbernya pak.. terimakasih

  8. Deni Isdiantoro says:

    Subhannallah . Sy bahagia sekali membacanya. Semoga kita selalu diberikan petunjuk dan kesabaran oleh Allah swt agar dapat menjadi orang tua yg selalu istikomah dan menjadi hamba- hamba Allah yg selalu bersyukur.. Aamiin..

    Note : apakah sudah ada buku nya ?

  9. NURROHMAT says:

    Barokallohu fika.SUBHANALLOH, bagus sekali, semoga bermanfaat mohon ijin share pak Iwan

  10. yoggi anggoro says:

    Jazakumullah..
    Luar biasa bermanfaat.

  11. mustikawati says:

    alhamdulillah….dapat banyak informasi. mohon ijin untuk share ilmunya ya Pak Iwan… jazakallah khoir

  12. […] Himpunan Ayat Al-Qur’an & Hadits Tentang Parenting […]

  13. Nuraeny U.N says:

    Assalamu Alaikum Wr.Wb….Jazakallahu Bi Khair,Subhanallah sebagai orang tua Sy benar2 brsyukur dpat membaca artikel bapak untuk mnambah pengetahuan sy mengenai parenting dlm Islam…

  14. Ass. Mas Iwan Yuliyanto. Menarik dan tertarik sekali atas artikelnya Mas baru baca bagian awal terlihat sangat sistematis. Mau saya baca dan pahami lebih mendalam. Walau anak2 saya sudah dewasa dan satu sudah berumah tangga, in syaa Allah bermanfaat bwt cucuku. Wass.

    • Wa’alaikumsalam, Pak Doddy. Semoga bermanfaat bagi keluarga dan cucunya.
      Selama nyawa kita belum dicabut oleh malaikat maut, kita masih bertanggung jawab sebagai orang tua terhadap anak-anak. Saya juga masih belajar banyak kok, pak, mengingat kondisi kehidupan di dunia ini begitu dinamis dan penuh tantangan.

  15. Suryono says:

    Wah.. semoga jadi amal sholeh pak..

  16. fatwa yakut says:

    Assalam Alaikum Izin share ya pak Iwan….

  17. Ketika sahabat yang mulia, Malik bin al-Huwairits dan kaumnya mengunjungi Rasulullah selama dua puluh hari untuk mempelajari Al-Qur’an dan sunnah beliau, kemudian Rasulullah bersabda kepada mereka: “Pulanglah kepada keluargamu, tinggallah bersama mereka dan ajarkanlah (petunjuk Allah/Al-Qur’an) kepada mereka.” –[HR. Bukhari no. 602]

    mohon bantu cari hadistnya mas yang tulisannya arab

    • Redaksi hadits lengkapnya di sini: http://sunnah.com/bukhari/78
      No 27.
      Chapter: Being merciful to the people and to the animals
      .

      حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ، عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ، عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ، مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ قَالَ أَتَيْنَا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ لَيْلَةً، فَظَنَّ أَنَّا اشْتَقْنَا أَهْلَنَا، وَسَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا فِي أَهْلِنَا، فَأَخْبَرْنَاهُ، وَكَانَ رَفِيقًا رَحِيمًا فَقَالَ ‏ “‏ ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ فَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ، وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي، وَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ، ثُمَّ لِيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ ‏”‏‏.‏

      .
      Reference : Sahih al-Bukhari 6008
      In-book reference : Book 78, Hadith 39
      USC-MSA web (English) reference : Vol. 8, Book 73, Hadith 37

  18. Bunda ASMA says:

    Izin share ya Pak

  19. vilani59 says:

    Assalamulaikum, pa Iwan, mohon ijin share

  20. يا رسول الله هل بقى من بر أبوي شيء أبر هما به بعد موتهما قال نعم الصلاة عليهما والاستغفار لهما وإنفاذ عهد هما وصلة الرحم التي لا توصل إلا بهما و إكرام صديقهما

    “Wahai Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam, adakah tersisa perbuatan berbakti kepada orang tua yang masih dapat saya lakukan setelah mereka meninggal?”

    Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ada. Berdoa untuk mereka, memohonkan ampunan untuk mereka, memenuhi janji mereka sepeninggal mereka, menyambung tali persaudaraan yang tidak terhubung kecuali melalui mereka, serta memuliakan teman-teman mereka.”

    (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam kitab “Al-Adabul Mufrad”, dan Abu Dawud)

  21. Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Dear Mas Iwan Yulianto, jazakallah atas sharing ilmu bermanfaatna..mohon ijin Donny share dan jadikan rujukan buat menyampaikan materi parenting yaa…

    Salam hormat

    Donny Syamsudin Danaatmadja

  22. Ini postingan yang sangat bermanfaat Mas Iwan…

    Aku bookmark yang halaman ini… Dan aku share ntar yaa

  23. kasamago says:

    nice share bgt, inilah softskill yg belum tentu n pasti dpt di raih di jalur pendidikan formal.. Ortu is Leader beyond of the child growth

  24. fee says:

    Sangat bermanfaat…berkunjung dan menyimak..

  25. esti kristikasari says:

    Syukron katsiir pak Iwan sgt bmanfaat

  26. sirdatoe says:

    saya masih belajar menjadi orang tua neh pak….mohon ijin baca dan save ya., mudah2an amalnya dibalas oleh yg Berhak membalas…:)

  27. adejhr says:

    baru aku baca point-pointnya aja hehe

  28. nengwie says:

    جزاكم الله خيرا
    Sudah disimpen untuk dibaca-baca kembali, baru baca sedikit nih mas Iwan…

  29. Roro Wilis says:

    waah.. sip ini, makasih pak .. lgsg ctrl+d 🙂

  30. Ryan says:

    Menjadi orangtua memang tak mudah ya mas.

  31. pitaloka89 says:

    Alhamdulillah dapat sharing yang sangat bermanfaat buat bekal saya dan suami untuk mendidik Khayla..
    Semoga kami bisa jadi orang tua yang baik..

  32. jampang says:

    lengkap sekali, pak

  33. Saya pernah baca buku “mendidik anak bersama nabi” covernya kuning…bagusss bgt isinya,dan bukunya ilang 😦 Alhamdulillah,tergantikan bgt dgn postingan ini. Syukron katsiiir

    • Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya, mbak Nurul. Journal Book ini masih terus saya update isinya, sebab masih banyak dalil yang belum disampaikan dalam daftar di atas. ntar di Ctrl-D aja 🙂

  34. Sekar says:

    wah, postingan yang keren sekali pak. Kebetulan saya sering diskusi seputar parenting dengan kawan-kawan dari lembaga kepemudaan yang kami ikuti. Diskusi sederhana via whatsapp (bentuknya grup sementara) dengan pembicara seorang pakar atau pegiat parenting dan psikologi, moderator, dan notulen layaknya acara seminar offline di ruangan.

    mungkin pak Iwan bersedia berbagi pengalaman dan ilmunya dalam diskusi selanjutnya? 🙂

    • Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya. Journal Book ini masih terus di-update isinya, sebab masih banyak dalil yang belum disampaikan dalam daftar di atas. Silakan di-bookmarked saja 🙂

      Sepertinya menarik grup diskusinya, semoga barokah disana ya, bertaburan ilmu, saling melengkapi. Aamiin. Tapi maaf ya, mbak Sekar, saya sedang tidak menggunakan WA.

  35. New Rule says:

    semoga saya bisa mengamalkan semuanya ….T_T

  36. dani says:

    banyak sekali Mas halamannya. Saya sudah save di bookmark parenting. Belum semuanya saya baca sih. 😀 Maturnuwun Mas.

    • Bookmarked .. nah itu yg bener 🙂

      ntar bacanya base on index saja, mas Dani, pas lagi butuh dalilnya, klik halamannya. Gak harus dibaca semuanya.
      Ini sengaja saya buat halaman khusus untuk menghimpun jadi satu dalil-dalil yang berserakan.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Let me share my passion

””

My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: