Home » Psikologi Anak » Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak

Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak

Blog Stats

  • 2,277,235

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 6,408 other followers

Halaman 2.

Tahun 2013 – Negara dalam Darurat Kejahatan seks !
Bentuk kejahatannya semakin mengerikan.

A. Kejahatan Seks Orang Dewasa Kepada Anak (TK/SD/SMP)

  • Deli Serdang || Lajang Tua Paksa Bocah Oral Sex. [Metro Siantar]
  • Pematang Siantar || Dipegaruhi Miras, Seorang Duda Cabuli Bocah 6 Tahun.[Kompas]
  • Mentawai || Ayah Perkosa Anak Kandung Sampai Hamil. [Okezone]
  • Batam || Penderita Sipilis Mencabuli Sepupunya (8th) Hingga Bernanah. [Batam Pos]
  • Jambi || Setubuhi Pacar yang Masih SMP, Salamudin Masuk Sel. [Batam Pos]
  • Jambi || Punya Tiga Istri, Namun Masih Tega Perkosa Anak Tiri. [Republika]
  • Jambi || 4 Anak Punk Mabuk Perkosa Anak Dibawah Umur. [Fokus Jambi]
  • Palembang || Mabuk Miras, Seorang Pemuda Perkosa Seorang Gadis. [TV One]
  • Muara Enim || Duh! 3 Siswi SMP Diancam Pakai Pisau Kemudian Diperkosa Sekaligus. [Batam Pos]
  • Lampung || Dicekoki Miras, Ayah Tega Perkosa Anaknya | [Waspada]
  • Lampung || Kepergok Perkosa Anak di Bawah Umur, Pemuda Tewas Digebuki. [Viva News]
  • Serang || Kepsek cabuli siswi SMP saat ambil kartu UN. [Merdeka]
  • Tangerang || Duh, Marbot Diduga Perkosa Remaja di Masjid. [Tempo] dan terbukti, penjaga masjid dan guru ngaji ini sudah menjadi budak pornografi.
  • Jakarta || Gadis Yatim Piatu Dicabuli Pemuda Mabuk. [Tribun News]
  • Jakarta || Setubuhi Putrinya Selama 5 Tahun. [Detik]
  • Jakarta || Ayah Tega Perkosa Anak Tiri 10 tahun Karena Film Porno. [Kompas]
  • Jakarta || Pegawai Bank Mandiri Perkosa Anak Tiri 9 Tahun. [Atjeh Post]
  • Cianjur || Perampok Hape Perkosa Anak SD. [Rima News]
  • Yogyakarta || Kebanyakan nonton bokep, Anak cabuli ibu kandung dan adik tiri. [Merdeka]
  • Sleman || Setelah pesta miras, pelajar putri diperkosa, dibunuh, kemudian dibakar. [Merdeka]
  • Bantul || Diajak Pesta Miras, ABG Dicabuli. [Star Jogja]
  • Madiun || Kecewa tak lagi perawan, ayah perkosa anak kandung. [Detik]
  • Nganjuk || Setelah Pesta Miras, Siswi Diperkosa Bergiliran. [Hapra]
  • Jombang || Setelah Diajak Pesta Miras, Gadis ABG Diperkosa. [Berita Jatim]
  • Sidoarjo || 3 Pemuda Mabuk Perkosa Anak Di Bawah Umur. [Sidoarjo News]
  • Sidoarjo || 5 Pemuda Mencabuli ABG Usai Pesta Miras. [Kabar Sidoarjo]
  • Sumenep || Dicekoki Miras, Keperawanan Siswi SMP Direnggut. [Berita Jatim]
  • Denpasar || Mabuk, Pria Beristri Mencoba Perkosa Siswi SMP. [Kompas]
  • Pontianak || Istri Banting Tulang, Suami Perkosa Anak Kandung. [Equator]
  • Balikpapan || Akibat Miras, Empat Pria Perkosa Anak SD. [Hidayatullah]
  • Balikpapan || Istri Pergoki Suami Perkosa Gadis SMP Saat Pesta Miras. [Kompas]
  • Kutai Timur || Video Porno dan Miras Marak, Kasus Asusila Meningkat. [Radio GWP]
  • Ambon || Ayah Pemerkosa Anak, Mengaku Terpengaruh Miras dan Gambar Porno. [Moluken]

B. Kejahatan Seks Anak/Remaja Kepada Anak

  • Jambi || Akibat sering nonton bokep, pelajar SD perkosa Balita 2,8 tahun. [PortalKBR]
  • Palembang || Akibat Menonton Film Porno, Bocah SD Perkosa Anak TK. [Viva News]
  • Bekasi || Akibat Nonton Bokep, Bocah 8 Tahun Cabuli Balita. [Metro News]
  • Subang || 4 Pelajar SMP perkosa adik kelas secara bergiliran. [Merdeka]
  • Banjarnegara || Siswi SMP Digagahi Kawan Yang Baru Dikenal Dua Hari. [Batam Pos]
  • Mojokerto || Sering Nonton Bokep, 3 Pelajar Perkosa dan Sodomi Siswi Kelas 3 SD. [Okezone]
  • Gowa || 5 Bocah SD Menutup Mata Teman Sekolahnya Sebelum Dicabuli. [Gowa]
  • Bima || Anak pun Perkosa Anak. [Jawa Pos]

.
Biadab!

Kembali ke halaman 1: Edukasi Pencegahan Kejahatan Seks Anak

Pages: 1 2


94 Comments

  1. Iqbal says:

    Salam, Pak Iwan Yulianto, perkenalkan sy Iqbal.
    Saya bersama teman-teman memilki sebuah proyek sosial untuk bisa memberikan seks edukasi kepada para pelajar SMP dan SMA. Nama kegiatan sosial kami adalah PESUD (Pendidikan Seks Usia Dini).

    Saya sangat tertarik dengan tulisan Bapak. Bolehkah dishare di fanpage FB kami?

    • Silakan, Pak Iqbal, semoga bermanfaat bagi banyak orangtua.
      Juga semoga kegiatan sosialnya bisa berdampak nyata terhadap upaya menurunkan tingkat pelecehan seksual pada anak di negeri ini.

  2. […] Nak, beranilah berkata “TIDAK!” kepadanya […]

  3. moreta999 says:

    pertanyaan bagaimana perasaan atau tindakan anda sebagai orang tua- sejenak terlupa kalau saya sekarang orang tua–saya adalah anak bandel dahulu, tapi rasanya tak begini-gini amat, over protektor pada anak juga rasanya kurang pas, yang saya terapkan pada bidadari kecil saya sekarang adalah basic agama tentunya dan pergaulan yang saya batasi-kalau lawan mainnya adalah anak2 yang lebih besar-anak aku tomboy lebih banyak teman cowo-saya focuskan mereka bermain lebih ke belajar dan terapkan perlahan pendidikan agama serta contoh-contoh lain yang mendidik–sebisa mungkin saya menjauhkan tontonan yang berbau porno pada anakku–kalau bapaknya menyimpan dvd BF haruslah lebih aman berhati-hati dalam ucapan dan tindak laku–pernah satu hari anakku 3 tahun wanita bertanya kenapa alat kelaminnya ko beda sama teman cowoknya, saya bilang coba lihat Jari tangan lala ada yang sama ga? pertanyaan yang menuntut ia lebih jauh bertanya ” NGgak katanya polos”, lalu kalau sama tuh gimana jari-jarinya? dia menjawab nanti jelek-sakit,,baru dijelaskan ” Kalau Allah memberikan perbedaan, untuk disyukuri, harus berterimakasih sama allah sudah beri lala alat kelamin yang tidak sama, biar bagus nanti kan ada laki-laki ada perempuan, tidak akan sama”–maklum jawaban untuk anak-anak. Mengenai sex bebas saya ingin mengutip berita sepeninggal saya dari kampung halaman menuntut ilmu kekota Bandung, didesa saya sudah terjadi seorang guru Biologi yang dulu sangat amat disegani karena dia pintar dan pendiam gurunya, taunya sekarang sudah bisa praktek biologis yang salah, anak didiknya dihamili diluar nikah, serta disuruh menggugurkan, kejadian lain–anak smp kelas 1 smp, melakukan hub suami istri dimushola dan akhirnya ketangkap basah sama masyarakat lalu diarak dijalanan (satu tindakan kurang pas juga), ada anak sekolah smp kelas tiga–kegiatan belajar seperti biasa, pas pelulusan akhir semester–barengan dengan lahiran anak pertamanya, rupanya sekolah sambil hamil tapi karena siswa smpku dulu pake kerudung jadinya tidak terlalu kelihatan penampilan ibu hamilnya–istigfar–hanya sebuah pernyataan tambahan bahwa sex bebas sudah merupakan penjajahan pribadi-moral sasarannya generasi penerus-apalagi sex sudah dijadikan gratifikasi-na audzubilah jaman apakah ini?

    suka post-postnya mas iwan ini–terus berkarya mas

  4. Akun Twitter Pornografi kian Meresahkan Orangtua
    MetroNews | 24-3-2013

    Aksi pornografi kian marak merambah media sosial terpopuler saat ini Twitter. Kondisinya mulai meresahkan para orangtua mengingat kalangan anak-anak pun sudah ramah dengan Twitter. Sementara Kementerian Komunikasi dan Informasi mengaku kesulitan menutup situs-situs pornografi.

  5. Tren Baru Pemerkosaan Dilakukan Geng Anak-anak
    Republika | 07 April 2013

    Sebelumnya geng anak yang melakukannya bernama ‘geng sidomuncul.’ Belasan anggota geng itu memerkosa bergantian seorang siswi di Cijantung. Namun kini yang melakukan pelecehan bergilir ‘geng strawberry.’

    Pelaku berkenalan dengan korban lewat Facebook. Setelah berhasil menarik perhatian korban untuk kopi darat, segera ia mengajak ke sebuah rumah di Gang Waru, Condet, Jakarta Timur. Korban dicekoki minuman keras dan langsung diperkosa secara bergantian oleh 10 orang.

  6. mintarsih28 says:

    meski sama sama tentng pemerkosaan tpi kalau yg jadi korban adalah anak kok tambah sangat marah pak iwan maka kalau ada berita ini langsung saya ganti cenel.

    tips yang komplit pak iwan. anak saya kalau yang laki laki sudah baligh, saya ajak berdua saja berbicara tentang apa itu baligh. sementara kalau perempuan di usia kelas lima sudah saya pahamkan tuk menjaga diri seperti yang bapak tulis.

    • Kalo ada berita perkosaan, pelecehan seksual kepada anak itu biasanya saya tunjukkan ke anak sbg bahan diskusi sekaligus pengingat agar mereka selalu peka terhadap hal-hal “yang tidak biasanya”.

      Syukurlah, mbak Mintarsih telah memberikan edukasi yg baik kepada anak-anaknya. Semoga ditiru oleh para orangtua lainnya.

  7. azfiamandiri says:

    Jika banyak anak tak berani berkata: tidak, maka mungkin ini bagian ajaran psikologi sesat yg masuk dalam kurikulum pembelajaran kita selama ini; JANGAN KATAKAN TIDAK PADA ANAK ! (Sigmund Freud)

  8. Informasi yang tidak mendidik, jauh dari upaya mengedukasi:

  9. Rawins says:

    jadi inget minggu lalu nemu di youtube
    anak kecil paling umur 5 apa 6 taun ml dengan teman sebayanya
    mungkin cuma gaya doang tanpa tahu yang sesungguhnya
    tapi kok sampe ada adegan blowjob segala itu kan sudah kelewat batas
    ga ada keterangan di daerah mana tapi dari obrolannya seperti bahasa jawa timuran.

    tak report abuse ke yutub dan responnya cepet
    tapi saat itu sudah 300 view kemungkinan ada yang download dan aplut ulang bisa saja terjadi

    videonya kurang bagus kemungkinan modal hape. tapi dari backsound, yang pegang hape juga kayaknya masih anak anak

    kupiye nek sudah begini, mas..?

  10. fendikristin says:

    deg2an aku Mas Iwan baca artikel-artikel-nya 😦
    dulu bicara mengenai sex sama ortu sendiri tabu banget rasa-nya, Sekarang saya juga sudah mencoba untuk menerapkan ke Anna dari yang simple2 aja misal kalau buang air dan mandi pintu kamar mandi harus ditutup.

    • Bagus, mbak Kristin, dengan begitu Anna bisa menjaga dengan baik daerah-daerah sensitifnya, berani menolak dengan tegas kalo ada yang berbuat tidak senonoh kepadanya. Dari banyak contoh kasus, perlu diwaspadai juga bahwa “orang jahat” itu bisa berada dalam lingkar terdekat keluarga.

  11. BuPeb says:

    sangat.. sangat .. sangat mengerikan…

  12. Ketika fakta berupa data & angka berbicara …

    PERKOSAAN DI INDONESIA: Selama Januari 2013, Pemerkosa Beraksi Setiap Hari
    Kabar24.com | 28 January 2013

    • Dalam satu hari, rata-rata satu perempuan menjadi korban perkosaan di Indonesia.
    • Pada Januari 2013, sudah terjadi 25 kasus perkosaan dan dua kasus pencabulan, dengan jumlah korban 29 orang dan pelaku 45 orang.
    • Tragisnya, pada Januari 2013 ini terjadi 5 kasus perkosaan massal, tiga di antaranya dilakukan sejumlah pelajar terhadap gadis teman sekolahnya.
    • Sebagian besar korban perkosaan berusia 1-16 tahun sebanyak 23 orang dan usia 17-30 tahun sebanyak 6 orang.
    • Sedangkan pelaku perkosaan berusia 14-39 tahun sebanyak 32 orang dan berusia 40-70 tahun ada 12 orang.
    • Lokasi perkosaan sebagian besar terjadi di rumah korban, 21 kasus, dan di jalanan 6 kasus.
    • Data ini menunjukkan bahwa rumahnya sendiri ternyata tidak aman bagi korban. Sebab pelaku perkosaan terdiri dari tetangga 8 orang, keluarga atau orang dekat 7 orang, teman 4 orang, ayah kandung 3 orang dan ayah tiri 2 orang.
    • Sebagian besar pelaku perkosaan mengaku, mereka melakukan aksinya karena terangsang setelah melihat film-film porno.
  13. duniaely says:

    Speechless bacanya mas .. teganya orang orang dewasa itu mencabuli anak anak

    • Jalan pikirnya pendek, otaknya sudah terkontaminasi atau mungkin sudah penuh dengan hal-hal cabul karena kebanyakan nonton film porno. Mari (minimal) selamatkan lingkungan keluarga kita dari para budak pornografi.

  14. titantitin says:

    ngeri bacanya, speechless –‘

  15. Miris membaca berita terkait… Justru seorang guru yang seharusnya mengajarkan niai-nilai moral, malah yang melakukan perbuatan yang nista begitu…
    Memang sudah seharusnya masyarakat kita harus ‘keluar’ dari kata tabu untuk membicarakan seputar pendidikan sex bagi anak-anak di rumah atau juga di sekolah supaya mereka, anak-anak tersebut mencari sendiri atau bersama teman-temannya yang sama-sama mulai remaja…

  16. Mbaca tulisan ini saya kok malah mbrebes mili sekaligus nervous ya Mas. Sungguh berat tantangan kita esok hari menghadapi semakin usangnya dunia. Dunia yang kelak akan mengajarkan anak2 kita baik dan buruk dalam hidup.

    Hanya Allah lah sebaik-baik tempat bersandar. Semoga anak-anak kita selalu terlindung dari segala jerat ngeri nya dunia ini.

    😦

    Mift!

    • Iya. Hidup ini penuh dg kejutan-kejutan yg luar biasa ketika anak berada di luar jangkauan orangtuanya. Lihat saja link berbagai kasus yg saya sertakan juga dalam beberapa komentar di bawah ini. Kasus2nya mengerikan.

      Kalo pendidikan akhlak sudah mbak Miftah dan suami tanamkan kpd anak di rumah, jangan lupa juga membekalinya dg bagaimana memilih sahabat yg baik, kemudian ajari tentang keberanian, agar punya sikap kemandirian yg kuat.

    • Njih Insya Allah Mas. Kami akan selalu belajar menjadi orang tua yang baik. Tapi anaknya kan belum lahir mas..hehe.

      Saling mendoakan njih Mas.
      Eia, kabar Nana dan Sasha ter up to date apa nih Mas ? 🙂

    • Meskipun belum lahir, dan itu diprogram dari sekarang, insya Allah itu menjadi do’a.

      Nana kabarnya lagi persiapan UN SD (6-8 Mei).
      Sasha merasakan hari ini adalah hari yg indah karena memakai sepatu baru. Kemaren malam berkali-kali bilang kalo gak sabar ketemu hari Senin 🙂

  17. Di saat Kita Memperdebatkan Kartini
    tattyelmir.wordpress.com | April 21, 2013

    Di saat kita sibuk memperdebatkan penting tidaknya hari Kartini dirayakan… di luar halaman rumah kita, ada 300.000an Ibu-Ibu meratap pilu. Ledakan tangis mereka tak mampu mengembalikan anak-anaknya yang menjadi korban perdagangan manusia dan sebagian besar di antaranya menjadi budak pornografi.

    Di saat anak-anak kita beraktivitas lepas mengisi libur Minggu yang menyenangkan. Di saat yang sama, ratusan anak-anak sebaya mereka mengubur masa depan dan menghabiskan hari-hari mereka di balik dinginnya jeruji besi. Mereka disebut sebagai penjahat, pemerkosa, dan pelaku pencabulan setelah mengkonsumsi pornografi.

    Selanjutnya simak di sini

  18. rahmabalcı says:

    makasih pak untuk sharingnya*sebagai calon orang tua yang akan punya anak di zaman kayak gini* ngeri juga baca2 berita tentang kasus pencabulan,mirisnya kl dilakukan dan pelakunya dr dunia pendidikan:S rusak bener. saya barusan jg baca di grup kawincampur, ada yg cerita, tetangga nya pny anak abg usia 21 th nan laki2, kenalan abg cewek via socmed , mereka dekat dan sempat having sex, ternyata belakangan br ketahuan kl ni abg cewek malsuin umur, dia nuntut temen nya ini ke polisi,dan si anak 21th ini dipenjara, dan ternyata korban si cewek abg ini bkn dia sendiri,ada beberapa yg bernasip sama,kena jeratan hukum pedofilia krn nge sex dgn abg cewek yg di negara tersebut msh dibawah umur*weh saya mikir kok ada ya kelakuan anak zaman skrg,cewek pula,krn dia sendiri yg ngejerat korban2nya, dia sendiri menikmati, karena si anak laki2 ini justru yg di bujuk terus sama anak cewek tersebut* zaman makin aneh:S
    alhamdulilah ortu walo ngedidik ala org kampung,ngedidik make batasan agama,diajarin suruh nutup aurat pas masuk umur balig, saya yg tomboy perlahan2 diajarin untuk nutup aurat,sambil di nasehatin baik buruknya,krn ibu terutama selalu bilang, kami*anak2nya* adalah amal jariyah dia buat akherat, suka make acara nangis kl ngomong,mikir kl meninggal,pertanggungjawabanya gimana. beliau sangat mengontrol di pendidikan km, pulang sekolah hrs ngaji, maghrib hrs berangkat ngaji, kebetulan ngaji di tetangga rumah.kalau ada teman laki2 dtg,bapak saya pasti ikutan nongkrong:D*inget pas kakak saya aja* alhamdulilah walo anak kampung kami dididik untuk bs jaga diri, krn emang bener pak lingkungan kampung saya jg skrg rusak bgt, byk anak tetangga yg nikah krn hamil duluan:S mabok dsb. pendidikan anak emang tergantung bagaimana orangtuanya, syukur alhamdulilah saya bs melewati masa rawan remaja dgn bimbingan ortu yg hebat2 menurut saya pribadi.

    • Setan akan semakin bekerja keras menjerumuskan manusia hingga hari kiamat kelak. Makanya kasus2 kejahatan manusia makin aneh-aneh saja.

      Terharu saya membaca cara menanamkan akhlak oleh ibunya Mamapanda kepada anak-anaknya. Betul, anak adalah amal jariyah orang tua nya buat akherat kelak, dan orang tua juga akan dimintai pertanggung-jawabannya dalam mengelola amanah-Nya. Sehingga ada orang tua yang terhalang masuk surga dikarenakan anaknya.

      Semoga ibumu menjadi teladan oleh banyak generasi sesudahnya, dan kelimpahan rahmat Allah atasnya. aamiin.

    • rahmabalcı says:

      amiin makasih pak doa nya*duh jd kangen ibu-.-

  19. hanajrun says:

    serem berita2nya, Pak. Tapi tips pendidikan seks-nya okeh 😀

    tfs, Pak…

  20. Raf says:

    Gini, Pak. Gimana kalo kasusnya kita balik, misalnya ada seorang anak (katakanlah, masih dibawah umur) yang dengan sadar berhubungan seks dengan seorang dewasa karena si anak memang ingin mendapatkan kenikmatan seksual, apa hal seperti itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan? Kalo ya, lantas siapa yang salah? Toh mereka melakukannya dengan penuh kesadaran akan konsekuensi logisnya. Jujur, intensitas hawa nafsu itu berbeda-beda pada setiap individu, dan emang nggak bisa disamaratakan, kan?

    Eniwei, bicara tentang pendidikan seks, saya masih nyimpen stensilan Enny Arrow yg saya dapet dari Om saya waktu kelas 4 SD, hahaha 😀

    • Menurut saya, memberikan informasi yang menyesatkan tentang seks adalah termasuk bagian dari kejahatan seks. Memberikan informasi seputar seks pada hanya hal-hal nikmatnya saja kepada anak tanpa diimbangi dengan informasi seputar resiko (penyakit dan kejiwaan) dan bagaimana pengendaliannya, ini sama dengan menyesatkan anak.
      Anak dalam istilah UU Perlindungan Anak adalah mereka yang berusia di bawah 18 tahun.
      Kalo anak sudah gemar nonton film bokep atau baca stensilan porno, maka ia berada dalam perangkap kejahatan seks. Di sini pelaku kejahatan seks adalah pembuat & penyebar film porno, pembuat & penyebar stensilan, penyedia situs porno, warnet yg membiarkan tempatnya jadi surga film2 porno.

      Setiap anak tingkat pengendalian hawa nafsunya berbeda-beda. Kalo bro Raf mampu mengendalikan hawa nafsu di usia dini saat itu, belum tentu anak-anak yang lainnya bisa begitu.
      Buktinya, sering kita jumpai berita seorang anak SD tega mencabuli temannya, adiknya, bahkan ibunya sendiri.
      Dulu saya pernah menjumpai kawan-kawan saya waktu masih SD/SMP juga seperti itu, saking addicted-nya stensilan porno selalu ada disela-sela buku pelajarannya.
      Kalo jaman dulu sudah ada gadget, mungkin ia kolektor film 3gp yg paling lengkap kali ya 🙂

  21. diah indri says:

    Reblogged this on Knitknotlove.

  22. diah indri says:

    Aksesories brp nama ini ternyata bisa jadi hal buruk jg. Lebih baik tampil seperti umumnya anak-anak lain shg tidak mencolok biar aman.
    Diskusi yg menarik pak, sgt bermanfaat.

  23. Ani says:

    Akhirnya ada tulisan ini juga.ijinkan sy menambahkan, agak serba salah juga bila org asing tidak boleh sama sekali sentuh, bagaimana bila org itu cuma ingin menolong misal si anak dalam bahaya/luka dan dia tidak mau disentuh…mungkin untuk anak2 kecil bisa diajarkan bahwa sentuhan dari kepala sampai sebatas bahu, telapak tangan, pergelangan kaki dan kaki tidak apa2 (silahkan dikoreksi).

    • Terimakasih banget masukannya, mbak Ani, usulannya menarik. Jadi, saya sesuaikan redaksionalnya begini:

      Ajarkan untuk menjaga aurat

      Ajarkan sang anak untuk menjaga aurat dan jangan biarkan ada orang lain –termasuk temannya– untuk menyentuhnya. Tanamkan padanya untuk bercerita pada Anda jika ada yang menyentuhnya. Ini mengajarkan kepekaan pada sang anak untuk menjaga harga dirinya.

      Sampaikan juga bahwa ada kondisi-kondisi khusus dimana ia boleh disentuh, misalnya si anak dalam bahaya/sakit/luka shg orang lain boleh memberikan pertolongan dengan menyentuhnya. Diluar kondisi tersebut ajarkan padanya untuk berani menepisnya.

      ***
      okey, setuju? 🙂

  24. RY says:

    Saya juga kadang suka sebel liat anak kecil pake pakaian yg terlalu minim. Celana pendek ketat dengan tank top. Bukannya gak boleh ya, tapi akankah lebih baik mereka sejak kecil diberitahukan tentang apa itu aurat. Masalah aurat bkn hanya milik muslim kan, tapi kepada siapa saja. Karena pencabulan atau perkosaan kadang tidak mengenal agama.

    Orangtua harus bisa memberi contoh yang baik pula, sehingga si anak lama-lama akan terbiasa juga.

    *miris dengan banyaknya kasus perkosaan anak di bawah umur 😦

    • Setuju, mbak Ria, orangtua harus bisa memberi contoh yang baik pula, sehingga si anak lama-lama akan terbiasa juga.

      Negeri ini sebenarnya sudah dalam taraf darurat kejahatan seks anak.
      Ketik ajak di google: “cabuli balita” atau “cabuli anak”
      Maka hasilnya akan mencengangkan.

    • RY says:

      Miris banget ya Pak, kadang kita gak peka dengan keadaan sekitar apalagi anak-anak 😦

  25. ameeeeel says:

    Wah, aku baru aja nulis artikel mengenai hal yang sama di majalah Ayahbunda terbaru, tentang menghindarkan anak dari kejahatan seksual…
    makin ke sini makin parah memang… tanpa sadar, kadang orangtua malah yang ngajarin anak buat nggak menjaga privasi organ intimnya… misalnya suka upload foto anaknya yan telanjang di socmed… atau (ini yang paliiiiing sering terjadi) main asal nelanjangin anak di pinggir kolam renang atau pinggir pantai pas mau ganti baju (bukannya ngajarin anak ganti baju di ruang tertutup)

    • Selamat atas artikelnya di majalah Ayahbunda, mbak Amel.
      Edukasi publik tentang pentingnya pendidikan seks dalam keluarga memang harus sering digaungkan, agar makin banyak keluarga cerdas dan peka dengan kebutuhan rasa aman anaknya.

      Soal anak kecil yang telanjang di tempat terbuka, kelihatannya memang sepele, padahal kewajiban orang tua adalah menanamkan sikap malu kepada anak. Malu bila tidak berpakaian utuh. Padahal sudah ada lho ruang ganti pakaian yang tertutup.

  26. KUHP dan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
    Pasal 13 ayat (1) tentang Perlindungan Anak, menyatakan:
    “Setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:
    a) Diskriminasi;
    b) Eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual;
    c) Penelantaran;
    d) Kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan;
    e) Ketidakadilan dan;
    f) Perlakuan salah lainnya.

    Pasal 81 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak:
    “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah).”

    Ketentuan pidana tersebut juga berlaku bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. Ini terangkum dalam Pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak:
    “… Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp60.000.000,00 (enam puluh juta rupiah) …”

    Juga, dalam Pasal 287 ayat (1) Kitab UU Hukum Pidana:
    “Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum lima belas tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bahwa belum waktunya untuk dikawin, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.”

    Pasal 291 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juga mengatur:
    “Jika salah satu kejahatan berdasarkan pasal 286, 287, 289, dan 290 mengakibatkan luka-luka berat, dijatuhkan pidana penjara paling lama dua belas tahun.”

  27. Setiap WNI memiliki kedudukan yg sama di hadapan hukum dan berhak mendapatkan perlindungan hukum, sebagaimana yg telah diatur dalam

    Pasal 27 ayat (1) UUD Negara RI:
    “Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.

    Pasal 5 ayat (1) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia:
    “Setiap orang diakui sebagai manusia pribadi yang berhak menuntut dan memperoleh perlakuan serta perlindungan yang sama sesuai dengan martabat kemanusiaannya di depan hukum”

  28. jampang says:

    semakin berat tanggung jawab orang tua zaman sekarang….

  29. Denny Leo says:

    Sulit menanggapi, jelas pelakunya adalah orang tua, kalau orang tua saja sudah rusak, mau bagaimana lagi? Bukankah orang tua seharusnya melindungi anak-anak.

    • Yang namanya orang2 jahat akan selalu ada sampai hari kiamat nanti.
      Kita hanya bisa berbuat di area internal yaitu melatih anak kita untuk menjadi pemberani dan mampu berkata “Tidak!”

  30. genthuk says:

    Keterbukaan, bukan sesuatu yang lumrah bila budaya marah pada anak masih jamak. Bukan diskusi, tapi cuma bilang ini tidak boleh, itu tidak boleh, titik. Habislah ruang diskusi terbuka

  31. […] Nak, beranilah berkata "TIDAK!" kepadanya. […]

  32. Larasati says:

    makasih pak Iwan artikel nya…..

    tadi berita kelanjutan si ibu RT kabarnya karena si ibu itu sudah hampir 4 tahun klu gak salah tidak mendapat pelayanan sek dari suami yg kena diabetes kemungkinan korbannya masih akan ada lagi yah pak…duh miris sekali

    tadi juga ada berita ponakan lelaki yg pergi ke palembang untuk menenggok pamannya yg masuk rumah sakit dan saat itu melihat cewek dgn pakaian rok mini sexy sedang mengantri utk donor darah tiba2 saja si lelaki langsung melakukan tindakan asusila ditempat umum….semakin miris

    apa ini bisa dikategorikan sebagai dampak krisis sosial juga pak?

    • Anak belia yg masih polos, lugu, dan masih duduk di bangku sekolah itu kalo ditawari sesuatu yang baginya adalah nikmat, pengalaman pertama, apalagi gratis, ya jawabannya ho oh aja, itu dengan kondisi bila dia minim pengetahuan tentang seks yang sehat dan ilmu agama. Dan akibatnya sudah jelas: kenikmatan sesaat membawa sengsara. Penyesalan memang selalu datang terlambat…
      Semoga menjadi pelajaran bagi semuanya, khususnya para orang tua.

      Bagian dari krisis sosial, seseorang yg stress biasanya memang cenderung berperilaku yg aneh-aneh, tanpa pikir panjang, untuk melampiaskan pelariannya.

    • Larasati says:

      iya betul, makasih sharing nya pak…

  33. anotherorion says:

    kaget mau ndelok ana berita pencabulan pelakune malah ibu2, pekok tenan

  34. thetrueideas says:

    katakan tidak pada(hal) korupsi…. #salahfokus

  35. nyonyasepatu says:

    Untung aku dapet pengetahuan sex dari nyokap dulu, tapi gak semua keluarga bisa ngobrolin sex dgn terbuka kan?

    Nyokap cerita, di depan sekolahan sd di dekat rumah pernah ada penjual dvd yg ternyata jual dvd porno. Ngerihnya yg beli anak2 dan di tonton disatu rumah yg kedua orangtuanya bekerja. Untung ketahuan tp yg gak ketahuan pasti bny lagi

    • Ngobrolin sex itu memang harus bijaksana, kita harus tahu sampai tahap mana tingkat pemahaman sang anak. Hindari terlalu vulgar. Perlu bertahap sesuai pertumbuhannya. Yang penting sang anak bisa tahu apa yang harus ia jaga demi kehormatannya dan masa depannya.

      Ini contoh dialog yang bagus antara ibu dengan anaknya yang baru berumur 8 th yang kepergok nonton video porno.
      Diskusinya santun, gak vulgar, dan endingnya sang anak mampu memahami bahayanya sex bebas.
      Anak laki-laki tertarik pada anak perempuan adalah wajar. Nah, bagaimana cara ortunya bisa mengarahkan ketertarikan itu agar sehat dan tidak merusak otak. Silakan simak dialog tersebut. Bayangkan kalo tidak terjadi dialog tersebut dan kemudian anak laki-lakinya itu dapat sharing dari teman-temannya yang cenderung mengajak kepada kerusakan. Namanya anak-anak, selalu ada kecenderungan untuk nakal.

      Cekidot ya, mohon sabar bacanya kalo panjang 🙂
      Ketika Anak Kepergok nonton film ‘Serem’

      ****
      Tingkat penyebaran materi-materi pornografi sudah pada tahap membahayakan. Mudah sekali diakses anak-anak. Apalagi yg memiliki gadget. Di warnet2 pun juga (ada indikasi) menyimpan materi file2 film porno demi memuaskan pelanggannya, yg biasanya pelanggan tetapnya. Sudah saatnya yg seperti ini di razia secara berkala.

    • nyonyasepatu says:

      Serem ya mas anak2 skr. Belon punya anak tp udh kebayang ngerihnya

  36. aru_kun says:

    “… anak (seyogyanya) memperoleh pendidikan seks dengan informasi yang sehat dari orang tuanya sendiri.”
    Like this.

  37. Sereeeemmmm
    Jaman anty kecil aja anak2 laki2 di kelas pada ga sopan loh suka nyingkapin rok anak2 cewe trus suka ngintip warna CD anak cewek pake serutan pencil yg ada kacanya
    Haduuuuuuuuu jaman sekarang makin sereeemm >_<

    • Ya ampuuun… bercandanya itu terinspirasi darimana ya? Masih kecil saja sudah punya kelainan seperti itu.

      Jaman sekarang makin serem, apalagi setelah baca jurnal berserinya salah satu MPer tentang anak laki-lakinya yg masih kelas 1 SMP itu dikirimin sms-sms mesum oleh teman sekolahnya (perempuan). Teman perempuan itu naksir berat sama anak laki-laki ex-MPer itu. (maaf tidak elok sebut nama).

      si mbak MPer itu sampai meradang bacanya. Siapapun orang tua tentu tidak akan sudi kalo anaknya dirusak masa depannya.

    • Oh aku tau, kontakku juga kan mas
      Mbak S ibu dr 2 anak laki2 kan
      Iyaaa sereemmm
      Entah mas huhuu atut ya

  38. johanesjonaz says:

    ironisnya, banyak orang tua yang segan membicarakan masalah seksualitas dengan anak-anak mereka. Mungkin ini yang perlu digugah. Ada semacam ketabuan membicarakan hal ini dengan anak-anak mereka.

    • Bisa jadi segan karena kurang ilmunya, bisa juga karena memang gak menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak, dianggapnya nanti bisa tahu sendiri seiring dg usianya.
      Dua kemungkinan ini sama-sama menyesatkan dan tanpa sadar memupuk rasa tidak aman anak.

  39. tinsyam says:

    melihat pendidikan sex jaman daku dan jaman ponakan, sudah agak bergeser komunikasinya. dulu, daku ga bebas omong sex kepada orangtua, dan ga ada pendidikan soal anatomi dari sekolah, jadi daku mendapat informasi soal sex dari bacaan. beruntung, bacaan daku jauh dari porno-pornoan. itu yang daku rasakan sebagai “pengaman”.
    sekarang, gampang kog informasi darimanamana, dari internet terutama, apalagi dari sekolah. dan kalu ada ponakan daku yang omong soal sex, dengan senang hati kita omongin bersama, mending kan mereka mau omong sama orang dewasa dan masih keluarga, daripada sama temen mereka sendiri yang sama-sama tidak tahu.
    apalagi dari game. blom lama baca koran, ada anak yang ngebully temen esdenya, gegara habis main game. masih kelas 4 padahal.

    semoga anak-anak kita dijauhkan yang kaya gini ya mas. kitanya juga proaktif dan lebih awas.

    • Iya, godaannya makin parah ya, mbak Tin.

      Kalo anak-anak dibiarkan sendiri nyari informasi di internet itu bahaya, sebab dalam sebuah artikel yang di rasa benar (tidak menyesatkan), terkadang nyempil link-link ke sebuah situs dewasa. Ya namanya anak-anak, link dewasa tsb bagaikan sebuah magnet yg menarik waktunya untuk dihabiskan di sana.

      Mending dibimbing langsung terlebih dahulu oleh ortu, shg kalo sudah paham betul dan tertanam nilai moralitas yang baik, maka ketika datang informasi yang dirasa menyesatkan, ia sudah mampu menolak (tidak membacanya) apalagi meng-aksesnya lebih jauh.

  40. Puji Lestari says:

    kalau di kampung sy, orang tua memberitahu tentang seks pada anak dianggap tabu pak
    akibatnya ya jelas, banyak yg hamil di luar nikah (terutama bagi mereka yang tidak lanjut ke perguruan tinggi)
    dan parahnya lagi, bagi masyarakat hal itu dianggap wajar…

    • Dyah Sujiati says:

      Hah? Kok malah gitu?
      kalau di masyarakat saya orang tua memberitahu tentang seks pada anak memang dianggap tabu, tapi? kalau hamil di luar nikah itu ya kacauu

    • johanesjonaz says:

      Harus dimengerti kondisi semcam ini, masyarakat indonesia memang memiliki norma. Butuh strategi yang jitu agar para orangtua tidak malu lagi mendiskusikan masalah seksualitas dengan anak-anak mereka. Tugas kita semua adalah mencari jalan itu.

    • Pilih mana:

      (1) Orang tua yg ngajari sendiri ilmunya, tentunya dgn nilai-nilai moral. Informasi terbuka yang dipaparkan dgn bahasa yang baik, disertai akibat-akibat negatifnya bila menabrak nilai-nilai moral tersebut, juga dengan pendekatan kesehatan.

      … atau …

      (2) Si anak mencari informasi sendiri, sharing bersama teman-temannya. Biasanya kalo dah ketemu sama teman, maka yang didapat adalah yg asyik-asyik aje. Apalagi kalo dilanjut dengan berbagi video, yang kemudian merencanakan sesuatu guna eksperimen (spt dalam video tsb). Kalo bicara ttg moral bersama teman-temannya itu biasanya dianggap gak gaul/sok moralis.
      Atau kalo gak sama temannya, ia nyari info di internet. Biasanya suatu informasi di internet seputar sex itu berpotensi muncul juga link ke situs-situs dewasa.

    • Dyah Sujiati says:

      wah yang ke 2 itu mengerikan sekali Pak

    • Ada contoh dialog bagus antara ortu dan anak (8th) yg kepergok nonton film porno. Bagaimana cara ibunya mengatasinya dg cara santun dan tidak vulgar? silakan baca sebuah artikel yg saya link pada komentar saya untuk mbak Noni Khairani (id nyonyasepatu).

      Itulah pendidikan seks pada anak. Semoga menjadi pembelajaran bersama.

    • Dyah Sujiati says:

      sudah baca Pak. Alhamdulillah. sangat bermanfaat. sebenarnya, saya juga pengen mulai baca pendidikan seks untuk anak. tapi sayanya sendiri aja juga masih gimanaaaa gitu pak, masih malu juga, haha

    • Wah, parah banget kalo sudah dianggap wajar.

      Bila orang tua tabu membicarakan pendidikan sex thd anak, yg akhirnya anak dpt info seputar sex yg menyesatkan di luaran. Ini kalo salah milih teman & salah orientasi dg media sosial. Info sesat itu (rentan) mengantarkannya pada budaya free-sex. Ini bahaya sekali.

      Bisa jadi juga karena memang gak mau menginvestasikan waktunya buat berdiskusi dg anak, atau bisa juga karena kurang ilmu dalam penyampaiannnya, kuatir terlalu vulgar. Semestinya orang tua harus bersikap cerdas dg berupaya mencari ilmu itu. Demi masa depan anak yang baik, aman & terjaga kehormatannya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Let me share my passion

””

My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

RSS Seruji | Kantor Berita Umat

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: